http://www.indopos.co.id/index.php?act=detail_c&id=274846
Rabu, 07 Mar 2007,
LDII Ingin Hapus Citra Islam Jamaah 


JAKARTA - Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) berusaha menghapus citra 
sebagai penganut aliran Islam Jamaah. Majelis Ulama Indonesia (MUI) merespon 
baik perubahan visi organisasi tersebut, sekaligus menunggu hasil klarifikasi 
dari sejumlah pimpinan MUI di berbagai wilayah.

"Kami sedang menunggu hasil klarifikasi dari bawah. Apakah ada perubahan atau 
tidak, itu tergantung dari LDII sendiri," kata Ketua Komisi Fatwa MUI KH Ma'ruf 
Amin di sela rapat kerja nasional (rakernas) LDII di Balai Kartini, kemarin. 

Menurut Ma'ruf, klarifikasi tersebut berasal dari pimpinan MUI, baik di tingkat 
provinsi, kabupaten, maupun kecamatan. "Mereka akan menilai sejauh mana 
keseriusan LDII berubah dan dapat diterima masyarakat," jelas kiai yang 
menjabat rois Syuriah PBNU itu.

Ma'ruf menegaskan, MUI menetapkan beberapa syarat terkait perubahan visi LDII. 
Di antaranya, keharusan meninggalkan aliran Islam Jamaah, dilarang menggunakan 
sistem keamiran dalam internal organisasi, tidak lagi gegabah mengafirkan atau 
menajiskan orang Islam di luar organisasinya, dan menjadi organisasi terbuka. 
"MUI sendiri terus mendorong, agar LDII terus berubah," kata Ma'ruf.

Ditanya hasil roadshow pimpinan MUI ke sejumlah pesantren LDII, Ma'ruf 
menegaskan, LDII memang mulai berubah. "Saya diterima dengan baik, saya tidak 
dinajiskan," jelas Ma'ruf.

Dia menambahkan, sikap resmi MUI terkait organisasi LDII masih menunggu hasil 
klarifikasi. Dia memahami sebagian pimpinan pusat MUI yang tetap melarang 
pengurusnya menghadiri apa pun kegiatan LDII. "Saya sendiri hadir di sini 
(rakernas LDII) bukan atas nama MUI, tetapi atas nama pribadi. Nah, orang mau 
baik kok dilarang, memangnya mereka yang membuka surga," ujar Ma'ruf terkekeh.

Di tempat yang sama, Ketua Umum LDII Abdullah Syam membenarkan, LDII masih 
mengklarifikasi organisasinya kepada MUI. "Klarifikasinya hampir 95 persen," 
kata Abdullah. Dia menegaskan, pimpinan wilayah LDII di daerah berusaha 
menghapus citra sebagai kelompok eksklusif, dengan banyak aktif di organisasi 
di luar, termasuk MUI. 

Abdullah membeber pernyataan sikap terkait perubahan visi LDII. Acara rakernas 
LDII kemarin dibuka Menko Kesra Aburizal Bakrie. Kehadiran Ical -sapaan 
Aburizal-merupakan menteri keempat yang menghadiri acara LDII sejak organisasi 
itu berdiri pada 1972. Sebelumnya, pimpinan pusat LDII awalnya meminta Presiden 
Susilo Bambang Yudhoyono, Wapres Jusuf Kalla, dan Menag M Maftuh Basyuni 
membuka acara rakernas, tetapi mereka disebut-sebut menolak.(agm)




[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke