Kisah Para Pencemburu 2
  Oleh : Mochammad Moealliem
  http://www.muallimku.com 
   
  Pembaca sekalian yang cakep, he he he, pasti pada bercermin ke monitor, kali 
ini saya memandang pembaca cakep, meski penilaian ini cuma-cuma, alias 
penilaian sumbangan, sebab namanya menilai harus melalui test dulu, namun saya 
nggak perlu repot untuk ngetes kecakapan anda disini, takutnya nanti malah 
nggak ada yang cakep sama sekali.
   
  Baiklah langsung kembali ke CEM........BURU, niru too cool, kebetulan dah 
sampai mesir rekamannya, dan hari ini memang mesir too cool, (terlalu dingin) 
padahal udah musim semi, apalagi yang di Holand, yakin deh nggak mandi seminggu.
   
   Lalu Qobil bilang pada Habil : "Aku pasti membunuhmu!". Berkata Habil : 
"Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertaqwa".
   
  Seperti itulah mungkin perasaan orang yang cemburu buta, akhirnya membabi 
buta, dan berbuat nista, meski terhadap saudara, demi seorang wanita, bernama 
Iqlima.
   
  Pembunuhan terhadap manusia terjadi pada kali pertama, banyak kisah tentang 
bagaimana Qobil membunuh saudaranya yang bernama Habil, setelah terjadinya 
keputusan bahwa qurban yang diterima Allah adalah qurban saudaranya, sekaligus 
menjadikan keputusan bahwa Iqlima gagal direbutkannya, Habil pun tidak merasa 
lebih unggul dari Qobil, sebab biasanya kalau orang diposisi kalah akan brutal 
ketika direndahkan, yach hampir mirip psikologi supporter bola, jika tim yang 
mereka dukung kalah, akan anarkis jika supporter yang lain mengunggulkan tim 
yang menang dihadapan muka mereka.
   
  Setelah Habil meninggal dunia, Qobil ketakutan akan perbuatannya diketahui 
oleh ayahnya, dalam satu riwayat saking takutnya dan hrus bagaimana, Qobil 
memikul mayat saudaranya kesana-kemari dalam masa yang cukup lama, hingga 
"Kemudian Allah menyuruh seekor burung gagak menggali-gali di bumi untuk 
memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana dia seharusnya menguburkan mayat 
saudaranya. Berkata Qabil:"Aduhai celaka aku, mengapa aku tidak mampu berbuat 
seperti burung gagak ini lalu aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini" Karena 
itu jadilah dia seorang di antara orang-orang yang menyesal." (QS. 5:31) 
   
  Dalam kepercayaan jawa kuno, kalau ada burung gagak mengitari daerah sekitar 
kampung, biasanya akan ada yang meninggal, kata mereka "gagak nggowo nyowo" 
(gagak membawa ruh), mungkin juga terinspirasi kisah ini, burung gagaklah yang 
mengajari mengubur mayat pada kali pertama, dan selanjutnya para burunglah yang 
memberi inspirasi untuk membuat pesawat terbang, helikopter, pesawat tempur dan 
lain sebagainya. Mungkin gagak sekarang jadi black hawk, yang mengakibatkan 
matinya banyak manusia di Irak, Afgan, juga yang lain. Ketika black hawk ini 
berputar-putar dilangit negeri mereka.
   
  Kisah cemburu soal lawan jenis kita cukupkan disini, meskipun masih banyak 
kisah seperti itu, seperti cemburunya suami zulaikha kepada Yusuf, Aisyah, dll. 
Dan mungkin kita sendiri punya kisah seperti itu, kalau memang asyik bolehlah 
anda tulis untukku, baiklah kita sekarang melirik para pencemburu dalam hal 
strata sosial, politik, dan ekonomi.
   
  "Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan-ajakan itu; upahku 
tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. (QS. 26:109)Maka bertaqwalah 
kepada Allah dan taatlah kepadaku". (QS. 26:110)Mereka berkata:"Apakah kami 
akan beriman kepadamu, padahal yang mengikuti kamu ialah orang-orang yang 
hina?" "(QS. 26:111)
   
  Dalam ayat ini, kalau boleh saya gambarkan, bahwa manusia ketika berada dalam 
strata sosial lebih tinggi akan tidak mempercayai orang yang lebih rendah 
strata sosialnya, meskipun apa yang diucapkan kaum "papa" itu benar adanya. 
Mungkin banyak kita menemui fenomena masa-kini yang tak jauh dengan fenomena 
yang terjadi pada manusia terdahulu. Dan seolah kebenaran hanya milik 
orang-orang elite dan pengikut-pengikutnya pun elite.
   
  Tak jarang kita temui putra pribumi kurang dipercaya dalam menjadi 
pakar-pakar bangsa kita, akan tetapi akan secara bulat percaya ketika pakar itu 
dari orang barat meskipun itu tidak jaminan membawa maju bangsa kita, bahkan 
mungkin akan merampok dengan cerdas. Sama halnya bahwa manusia akan lebih 
percaya pada tiga macam manusia dengan strata sosialnya, orang pintar, orang 
kaya, dan orang cakep, jika anda punya tiga strata sosial ini, anda punya 
kesempatan besar untuk disimak kata perkata yang keluar dari bibir anda.
   
  Jika anda tidak memiliki satupun dari strata itu, maka penulis sarankan 
jangan berkecil-hati meskipun anda akan mendapat perlakuan seperti yang dialami 
nabi Nuh, Nuh diyakini sebagai keturunan ke-10 Adam dan berasal dari wilayah 
Armenia. Kawasan ini berada di antara Iran, Turki dan Azerbaijan serta diantara 
Laut Hitam dan Laut Kaspia, Asia Barat. Ia menyeru masyarakatnya untuk 
menyembah Yang Esa, serta berperilaku baik. Mereka menolaknya. Mereka bahkan 
menyiksa Nuh dan menganggapnya gila. Istri serta anak Nuh, Kana'an, juga ikut 
mengucilkannya.
   
  Nabi Nuh menjadi nabi selama 950 tahun, padahal nabi-nabi diangkat pada 
sekitar umur 40 tahun, entah berapa usia nabi Nuh secara pasti, yang jelas lama 
banget, tentunya cukup tersebar dimana-mana manusia yang hidup dizaman itu, dan 
peta dataran dunia belum seperti sekarang, mungkin masih nyambung antara daerah 
satu dan daerah lainnya, seperti sumatra dan jawa masih nyambung, dan konon 
pernah terjadi banjir besar, kalau dalam ilmu pengetahuan dikenal dengan 
mencairnya es dan salju didaerah sekitar tempat Nuh dan kaumnya berada.
   
  Nuh diperintah membuat perahu diatas bukit, karena perintah itu dari Allah, 
tentunya bukan hal sia-sia, meskipun dikatakan gila oleh kaumnya yang cemburu 
dan tidak mempercayai Nuh, karena orang-orang yang mengikuti Nuh adalah 
orang-orang miskin dengan strata sosial jauh dibawah kaum yang membangkang, 
yach mungkin seperti cemburunya iblis pada Adam, karena iblis merasa lebih 
mulia dari Adam yang tercipta dari tanah, hormat pun enggan, meski itu perintah 
Allah. Mungkin kita banyak mendapati hal semacam ini dilingkungan kita, merasa 
paling benar, dan yang lain sesat dan dibawah strata sosial mereka.
   
  Itu juga terjadi pada Musa, dimana sebelumnya fir'aun mendapat firasat bahwa 
dirinya akan dikalahkan seorang bani israel, waktu itu bani israel adalah 
budak-budaknya, akhirnya memutuskan untuk membunuh setiap bayi yang lahir 
dengan kelamin laki-laki, demi menjaga status politiknya, Ada mungkin kita 
jumpai saat ini negara yang bertindak seperti fir'aun itu, membombardir 
negeri-negeri kecil yang mencoba melawan untuk membebaskan diri dari perbudakan.
   
  Dalam harta pun manusia bisa cemburu, padahal kita telah diajari agar tidak 
cemburu dengan kenikmatan yang diberikan pada orang lain, namun ternyata 
"likulli dzi ni'matin mahsud" setiap hal yang mengandung kenikmatan, ada yang 
meng-iri-nya. Semoga kita mampu berusaha menepis rasa cemburu kita, apalagi 
cemburu buta dan ingatlah firman Allah:
   
  "Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada 
sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang 
laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita 
(pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah 
sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. 
(QS. 4:32)
   
  Mungin demikianlah problematika cemburu yang setiap manusia telah, sedang dan 
akan merasakannya, hanya bagaimana kita bersikap itu tergantung pada diri 
masing-masing, Laki-laki yang cemburu biasanya akan anarkis, perempuan yang 
cemburu akan menangis dan terganggu kejiwaannya, bisa juga anarkis, pemerintah 
yang cemburu memicu perang, kelompok yang cemburu akan menuduh dengan kesesatan 
pada yang lain. Manusia dengan kecemburuannya akan menghancurkan dirinya 
sendiri.
   
  Namun akan indah jika kecemburuan itu menciptakan manusia untuk 
berlomba-lomba lebih berkualitas, misalkan saja anda cemburu karena perhatian 
kekasih anda mengarah ke yang lain, akan indah jika anda tingkatkan kualitas 
anda agar mampu menarik kembali perhatian itu, jika kelompok anda cemburu, 
baiknya tingkatkan mutu kelompok anda tanpa harus menghancurkan kelompok yang 
anda cemburui, jika negara anda cemburu sebaiknya tingkatkan kemajuan negaramu, 
tak perlu kau bunuh manusia negara lain dengan senjatamu, dan jika pembaca 
cemburu dengan tulisanku, pesanku "tingkatkan kemampuan menulismu, suatu saat 
mungkin aku akan cemburu".
   
  Cemburulah dalam hal apapun dengan kecemburuan yang sehat, dan berusahalah 
cemburu jika tuhanmu disebut orang selainmu, sebab kiranya Dia-lah yang lebih 
patut untuk dicemburui. Katakanlah pada dirimu :
   
  Haruskah aku cemburu?
  Pada orang yang menyebut namaMu
  Dan apalah artinya semua itu
  Bila aku pun sering melupakanMu
  
Bodohnya aku akan pilihan
  Bukankah diriMu sangat menawan
  Meski sampai tujuh turunan
  Karena diriMu tak ada perubahan
   
  Alliem,
  Jum'at, 16 Maret 2007
  PadaMu Aku Cemburu


              Kunjungi
  http://www.muallimku.com
  Kritikmu harapanku
   
  Pingin jadi kawanku, silahkan gabung di
  http://tech.groups.yahoo.com/group/kang_guru/ 
  Bersama menuju bahagia









[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke