Assalamualaikum
Tumben mas Anam nanggapin masalah gender, katanya mudah ditunggangi proyek
Amerika, heee ---btw aq kemaren kirim email penting gak ditanggapi tuh,
emailnya kebanyakan milis kali yah, :-> tolong dibuka yah, salam dari masku---
To Mas Machfudz Noor,
Perempuan kritis yang protes biasanya sering di adem-adem dengan pernyataan
bahwa ibu para orang pilihan adalah perempuan. Ya mesti dong, (nah lalu kalau
ditanya ayahnya ya pasti laki-laki). Tapi menurut saya yang seperti ini tidak
substantif, tidak mengarah pada kritik yang sebenarnya, yakni dominasi
laki-laki.
Mas Anam,
Tuhan berkelamin laki-laki? tidak tuh. Saya ingat betul tulisan Pak
Nazaruddin Umar di Jawapos waktu itu bagus sekali yang menyebutkan bahwa 99
sifat Allah (asmaul husna) itu ternyata didominasi oleh sifat perempuan. Jadi
kalau tidak salah malah tuhan itu jenis kelaminnya lebih ke perempuan heee.
Persoalannya memang bahasa Arab dan Inggris itu membedakan "kata ganti"
perempuan dan laki-laki, dan karena nabi dan ulamanya lelaki maka kata ganti
tuhan seakan-akan laki-laki. Andai nabinya diturunkan di Indonesia mungkin
tidak begitu karena di Indonesia kata ganti itu dibikin sama: Dia atau kamu ya
untuk laki-laki juga perempuan.
Salam,
Nur Aini
Machfudz Noor <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
--- Machfudz Noor <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> From: "Machfudz Noor" <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: RE: [kmnu2000] dominasi laki-laki dalam
> dunia ulama
> Date: Fri, 16 Mar 2007 15:58:01 +0000
>
---------------------------------
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM.
DOMINASI PERIA, DATANG BEBERPA TAHUN KEMUDIAN SESUDAH
DOMINASI WANITA.
Sesudah N. Adam alaihis salam, semua penghuni bumi
LAHIRNYA di domineer oleh wanita. 9 bulan dia
meng-hamilkan bayi2 Muslim/kafir, bayi2 Nabi, bayi2
Rasul, bayi Madzahib, 12 Imam, Mufti dan scholars
world wide. Wanita men-dominasi membiaknya muhrim,
termasuk se-susu. Mendominasi hijab. Dominasi wanita
bebas shalat, bebas puasa, tidak perlu baca Qura'n,
bebas i'itikaf di masjid ketika datang bulan atau
sedang ber-nifas. Dominasi wanita dipertegas dengan
lahirnya N.Isa alaihis salam, dari wanita Maryam al
battul a.s. sonder ada dominasi peria.
Nisau'kum hartsul lakum (2;226), Wa al ladzina
yudhahiruna min nisai'him tsumma yau'duna lima qalu fa
tahriru raqabatin min qabli an yatamaassa (58;3).
Allahumma infa'ny bi ma allamany, wa allimni ma
yanfau'ni, wa zidni ilma.
---------------------------------
From: "kh anam" <[EMAIL PROTECTED]>
Reply-To: [email protected]
To: [email protected]
Subject: [kmnu2000] dominasi laki-laki dalam dunia
ulama
Date: Fri, 16 Mar 2007 13:20:11 +0700
Wah rame nih, jangan-jangan bukan hanya ahli tafsirnya
yang laki-laki, tapi
Tuhannya juga, hehe..
__________________________________________________________
Paradigma Tafsir Feminis
*Oleh Maria Ulfa Fauzy*
(www.numesir.org)
Metode yang digunakan dalam rangka merekonstruksi al-
Qur'an sejatinya
mengalami perubahan dan perkembangan yang sangat
pesat. Salah satu metode
yang diusung adalah pendekatan feminis, yaitu mencoba
menafsirkan sebagian
ayat al- Qur'an yang sedikit banyak berhubungan dengan
wanita. Sosok Qasim
Amin dengan bukunya "Tahriru al- Mar'ah", telah banyak
merubah paradigma
terkungkungnya wanita yang selama ini telah mengakar
dalam budaya Arab
jahiliyah. Muhammad Abduh pun dengan tegas menyatakan
buku ini adalah
pioneer pembaharuan dalam khazanah Islam, khususnya
yang menyangkut tentang
wanita. Mufassir yang banyak didominasi oleh lelaki
dirasa sangat tidak
relevan untuk menafsirkan ayat al- Qur'an yang berbau
feminim. Aroma
patriarkat banyak mengintervensi dalam penafsiran al-
Qur'an, sehingga
memunculkan berbagai macam stereotip miring.
Geliat feminis Islam untuk menginterpretasi ulang
terlihat lebih aktif dan
produktif, Fatimah Mernisi lebih giat dan cenderung
kepada kritik riwayat
(sanad ) dan materi hadist (matan ) dari beberapa
hadist yang menyudutkan
perempuan, yang biasa disebut hadist mysogini,
disamping melakukan kajian
semantik dan sabab nuzul terhadap ayat al- Qur'an yang
berhubungan dengan
kewanitaan.
Fakta membuktikan bahwa kewenangan dalam menafsirkan
teks suci pada tataran
praktis secara eksklusif dikuasai oleh kaum laki-laki.
Kenyataan ini ikut
menginfiltrasi sejumlah teks yang sedianya di
peruntukkan untuk feminitas
wanita dengan susupan-susupan subjektif dari pandangan
maskulin si penafsir.
Pengalaman laki-laki akhirnya dipaksakan untuk
memahami kewanitaan.
Celakanya, metode semacam ini sudah terlembagakan
selama berabad-abad. Oleh
karena itu Amina Wadud, yang juga seorang feminis
Islam berpendapat bahwa
objektivitas sebuah penafsiran tidak pernah mencapai
level yang absolut,
dominasi kaum laki-laki akan selalu beriringan di
dalam muatan tafsirnya.
Pendekatan feminis dalam studi agama baik tafsir, fiqh
dan ilmu- ilmu lain
merupakan suatu transformasi kritis dari perspektif
teoritis yang ada dengan
menggunakan gender sebagai kategori analisa utamanya.
Tujuan utamanya adalah
mengidentifikasi sejauh mana terdapat persesuaian
antara pandangan feminis
dan pandangan keagamaan terhadap kedirian, dan
bagaimana menjalin interaksi
yang paling menguntungkan antara yang satu dengan yang
lain . Dimensi kritis
ini menentang pelanggengan historis terhadap
ketidakadilan agama.
Perdebatan- perdebatan tentang sebuah hakekat
penciptaan tidak kunjung usai
meskipun jumlah tafsiran al- Qur'an semakin banyak
menghiasi khazanah Islam.
Misalnya saja, tentang misteri penciptaan Adam Hawa
dan misteri Nafs al-
Wahidah. Dengan menggunakan berbagai rujukan kitab
tafsir ternama pun, masih
belum menemukan hasil yang teradilkan. Bahkan
stereotip miring tentang
tersudutnya komunitas tertentu semakin tumbuh
berkembang.
Stereotip awal tentang jender adalah asal mula
penciptaan manusia. Di dalam
agama- agama Abrahamic banyak sekali menyinggung
tentang penciptaan. Al-
Qur'an sebagai kitab suci umat Islam, menyatakan
bahwasanya (laki- laki)
Adam adalah makhluk pertama yang diciptakan Tuhan
sebelum perempuan. Dari
sinilah muncul rumor miring bahwasanya wanita adalah
the second sex. Al-
Qur'an menerangkan asal-usul penciptaan perempuan di
dalam satu ayat pendek
(QS. al-Nisa'/4: 1), yang isinya adalah:
"Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang
telah menciptakan
kamu dari "diri" yang satu, dan dari padanya Allah
menciptakan pasangan, dan
dari pada keduanya Allah memperkembangbiakkan
laki-laki dan perempuan yang
banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan
(mempergunakan) nama-Nya
kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah)
hubungan silaturrahim.
Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu"
Akan tetapi maksud ayat ini masih terbuka peluang
untuk didiskusikan, karena
ayat tersebut menggunakan kata-kata bercabang. Para
mufassir juga masih
berbeda pendapat, siapa sebenarnya yang dimaksud
dengan "diri yang satu"
(nafs al-wahidah), siapa yang ditunjuk pada kata ganti
(dhamir) "dari
padanya" (minha), dan apa yang dimaksud "pasangan"
(zawy) pada ayat
tersebut?
Kitab-kitab tafsir mu'tabar dari kalangan jumhur
seperti Tafsir al-Qurthubi,
Tafsir al-Mizan, Tafsir Ibn Katsir, Tafsir
al-Kasysyaf, Tafsir al-Maraghi,
semuanya menafsirkan kata nafs al-wahidah dengan Adam,
dan dhamir minha
ditafsirkan dengan "dari bagian tubuh Adam", dan kata
zawj ditafsirkan
dengan Hawa, isteri Adam. Ulama lain seperti Abu
Muslim al-Isfahani,
sebagaimana dikutip al-Razi dalam tafsirnya (Tafsir
al-Razi), mengatakan
bahwa dlamir "ha" pada kata minha bukan dari bagian
tubuh Adam tetapi "dari
jins (gen), unsur pembentuk Adam". Pendapat lain
dikemukakan oleh ulama
Syi'ah yang mengartikan al-nafs al-wahidah dengan
"roh" (soul)
Kedua pendapat terakhir yang berbeda dengan pendapat
jumhur ulama cukup
beralasan pula. Jika diteliti secara cermat penggunaan
kata nafs yang
terulang 295 kali dalam berbagai bentuknya dalam
al-Qur'an, tidak satupun
dengan tegas menunjuk kepada Adam. Kata nafs
kadang-kadang berarti "jiwa"
(Q., s. al-Ma'idah/5:32), "nafsu" (Q., s.
al-Fajr/89:27), "nyawa/roh" (Q.,
s. al-'Ankabut/29:57).
Ayat ini merupakan segelumit contoh dari ayat al-
Qur'an yang menyebabkan
timbulnya paradigma baru tentang jender. Sebagai
mukodimah awal, penulis
sengaja mengangkat tokoh feminis tertentu untuk
menelaah kembali kritikan
atas tafsir al- Qur'an yang dinilai masih membawa
unsur- unsur kepentingan
atas nama pribadi maupun golongan.
[Non-text portions of this message have been removed]
#ygrp-mlmsg{font-size:13px;font-family:arial,helvetica,clean,sans-serif;}#ygrp-mlmsg
table{font-size:inherit;font:100%;}#ygrp-mlmsg select,
input, textarea{font:99%
arial,helvetica,clean,sans-serif;}#ygrp-mlmsg pre,
code{font:115% monospace;}#ygrp-mlmsg
*{line-height:1.22em;}#ygrp-text{font-family:Georgia;}#ygrp-text
p{margin:0 0 1em
0;}#ygrp-tpmsgs{font-family:Arial;clear:both;}#ygrp-vitnav{padding-top:10px;font-family:Verdana;font-size:77%;margin:0;}#ygrp-vitnav
a{padding:0 1px;}#ygrp-actbar{clear:both;margin:25px
0;white-space:nowrap;color:#666;text-align:right;}#ygrp-actbar
.left{float:left;white-space:nowrap;}.bld{font-weight:bold;}#ygrp-grft{font-family:Verdana;font-size:77%;padding:15px
0;}#ygrp-ft{font-family:verdana;font-size:77%;border-top:1px
solid #666;padding:5px 0;}#ygrp-mlmsg
#logo{padding-bottom:10px;}#ygrp-vital{background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;padding:2px
0 8px 8px;}#ygrp-vital
#vithd{font-size:77%;font-family:Verdana;font-weight:bold;color:#333;text-transform:uppercase;}#ygrp-vital
ul{padding:0;margin:2px 0;}#ygrp-vital ul
li{list-style-type:none;clear:both;border:1px solid
#e0ecee;}#ygrp-vital ul li
.ct{font-weight:bold;color:#ff7900;float:right;width:2em;text-align:right;padding-right:.5em;}#ygrp-vital
ul li .cat{font-weight:bold;}#ygrp-vital
a{text-decoration:none;}#ygrp-vital
a:hover{text-decoration:underline;}#ygrp-sponsor
#hd{color:#999;font-size:77%;}#ygrp-sponsor
#ov{padding:6px
13px;background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;}#ygrp-sponsor
#ov ul{padding:0 0 0 8px;margin:0;}#ygrp-sponsor #ov
li{list-style-type:square;padding:6px
0;font-size:77%;}#ygrp-sponsor #ov li
a{text-decoration:none;font-size:130%;}#ygrp-sponsor
#nc{background-color:#eee;margin-bottom:20px;padding:0
8px;}#ygrp-sponsor .ad{padding:8px 0;}#ygrp-sponsor
.ad
#hd1{font-family:Arial;font-weight:bold;color:#628c2a;font-size:100%;line-height:122%;}#ygrp-sponsor
.ad a{text-decoration:none;}#ygrp-sponsor .ad
a:hover{text-decoration:underline;}#ygrp-sponsor .ad
p{margin:0;}o{font-size:0;}.MsoNormal{margin:0 0 0
0;}#ygrp-text tt{font-size:120%;}blockquote{margin:0 0
0 4px;}.replbq{margin:4;}
---------------------------------
Get Hotmail, News, Sport and Entertainment from MSN
on your mobile.
__________________________________________________________
Web email has come of age. Don't settle for less than the All New Yahoo! Mail
http://uk.docs.yahoo.com/nowyoucan.html
---------------------------------
New Yahoo! Mail is the ultimate force in competitive emailing. Find out more
at the Yahoo! Mail Championships. Plus: play games and win prizes.
[Non-text portions of this message have been removed]