http://www.gatra.com/artikel.php?id=103473

Mahasiswa RI di Australia Gelar Doa bagi Chrisye

Chrisye (GATRA/Edward Luhukay) Canberra, 31 Maret 2007 15:50
Sejumlah mahasiswa Muslim Indonesia di Universitas Canberra, Sabtu,
memanjatkan doa bersama dan tahlilan bagi penyanyi legendaris,
Chrismansyah Rahadi alias Chrisye, yang meninggal dunia, Jum`at pagi
(30/3), di Jakarta.

Ketua Tanfiziyah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (NU)
Australia dan Selandia Baru, Arief Zamhari, menyatakan, pemanjatan doa
bersama bagi Chrisye itu dilakukan di Musholla Universitas Canberra
(UC), Sabtu sore (31/3).

Berpulangnya Chrisye, tak hanya menyentakkan para pencintanya di
Indonesia, tetapi juga warga Indonesia di Canberra, Australia. Mereka
umumnya terkejut dan merasa kehilangan penyanyi itu kendati telah
mengetahui sakit yang dideritanya sejak lama. "Saya jelas sedih
mengetahui kabar meninggalnya Chrisye. Kita semua sangat kehilangan
penyanyi legendaris ini," kata Dianing Muchtar.

Istri diplomat muda RI itu mengatakan, ia dan anggota keluarganya di
Tanah Air sangat menggandrungi lagu-lagu Chrisye. "Salah satu lagu
beliau yang sangat saya suka adalah Anak Sekolah. Bagi saya, belum ada
penyanyi Tanah Air yang bisa menyamai kehebatannya," kata Dianing.

Sependapat dengan Dianing, warga Indonesia lainnya, Anastasya Awal,
juga mengaku kaget dengan kabar meninggalnya penyanyi yang telah
mengeluarkan puluhan album rekaman itu. "Walaupun Chrisye sudah lama
menderita sakit namun belakangan ini saya tahu beliau mulai sembuh dan
baik-baik saja. Sejak saya kecil, saya sudah sering mendengar
lagu-lagunya," paparnya.

Bagi Anastasya, selain suaranya yang merdu dan khas, makna di balik
lirik-lirik lagu Chrisye cukup dalam dan mengena di hati pencintanya.

Chrisye juga merupakan sosok penyanyi legendaris yang dapat dijadikan
contoh oleh generasi muda belantika musik Indonesia karena semangat
juangnya yang tinggi dan pengalaman hidupnya yang sangat berwarna,
katanya.

Penyanyi legendaris itu meninggal di usia 57 tahun akibat sakit kanker
paru-paru yang dideritanya sejak lama.

Manajer pribadi Chrisye, Emil, menjelaskan Chrisye menghembuskan nafas
terakhir sekitar pukul 04.08 WIB di rumah kediaman Jl Asem II No 80
Cipete, Jakarta Selatan, di tengah semua anggota keluarganya yang
berkumpul untuk merelakan kepergian suami dan ayah dari empat anak itu.

Jenasah Chrisye dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum Jeruk Purut,
Jakarta Selatan, setelah ibadah shalat Jum`at. [EL, Ant] 

Kirim email ke