Perjalanan Menjadi Murid
Mawlana Syekh Muhammad Hisyam Kabbani
Terjemahan dari The Sufi Science of Self-Realization
www.mevlanasufi.blogspot.com
   
  
Bismillah hirRohman nirRohim
   
  Syekh-syekh sufi telah menetapkan bahwa ada 4 faktor utama yang mempengaruhi 
setiap karakter manusia. Yaitu nafsu, ego, keinginan duniawi, dan 
bisikan-bisikan setan. Buku ini ditujukan kepada 3 faktor ini, yaitu ego, 
keinginan duniawi dan pengaruh setan.
  Buku ini dimulai dengan menjelaskan karakteristik diri yang hampir runtuh, 
dikenal sebagai nafs dalam terminologi Sufi. Setiap orang mempunyai beberapa 
dari karakteristik ini, sementara yang lain mempunyai semua karakteristik ini. 
Seberapa besar karakteristik ini mempengaruhi seseorang tergantung kepada 
tabiat dan kepribadian masing-masing, lingkungan sekitar, bagaimana dia 
pengaruh lingkungan dan bagaimana dia tercemari saat dia tumbuh dewasa. Ketika 
seseorang mulai mempertimbangkan untuk mengambil Jalur ke Hadirat Illahiah dan 
mengikuti jalan Gnostisisme, karakteristik-karakteristik ini menjadi rintangan 
yang harus dikesampingkan. Proses pengembaraan ini dikenal sebagai mencari 
Maqam Kesempurnaaan Tabiat, Ihsan.
   
  Permulaannya, ketika spiritual individu mulai berseru dan jiwa mulai 
merindukan hubungan spiritual surgawinya, maka akan mulai memberikan perubahan 
tidak hanya terhadap bathin dan keadaan emosional seseorang, tapi juga 
berdampak terhadap tubuhnya. Pada saat itu, individu mulai menyadari bahwa ada 
kebutuhan untuk membangun dimensi spiritual dan individu tersebut mulai mencari 
seorang syekh spiritual untuk membimbingnya. Akhirnya, kerinduan itu akan 
melingkupinya dan dia akan mulai mencari dengan sungguh-sungguh tuntunan yang 
tepat. Segera dia memulai pencarian itu, kekuatan surgawi dari Hadirat Illahiah 
akan mengarahkan dia pembimbing spiritualnya, seorang Syekh Thariqah. 
   
  Cinta kemudian akan mulai terbangun antara saalik (pencari) dan 
pembimbingnya, dan dalam qalbu saalik akan tumbuh koneksi kepada Syekhnya. 
Seperti itulah hubungan cinta mulai berkembang, dia mulai melihat kepribadian 
sang guru dengan cinta yang besar. Cinta ini membangun ke sebuah koneksi 
spiritual, sehingga dia memulai perjalanan spiritualnya dalam keadaan cinta 
tanpa syarat. Sejenis cinta yang tidak berhubungan dengan hasrat apa pun, tapi 
merupakan sebuah Platonis murni, kecintaan spiritual antara guru dan murid. 
Dengan demikian, dia memasuki apa yang dikenal dengan Lingkaran Para Pecinta 
Tanpa Syarat (da'irat al-muhibiin). Itu adalah lingkaran murid pada tingkat 
awal Thariqah: Tingkat Pecinta. Ketika cinta mulai timbul dalam dirinya, Sang 
Syekh adalah pusat lingkaran, dan para murid adalah titik-titik di keliling 
yang membentuk lingkaran ini. Setiap titik mempunyai koneksi tersendiri dengan 
pusat lingkaran, yaitu Sang Syekh. Itu artinya setiap murid mempunyai arah
 sendiri, atau qiblah, titik-titik ini menuju sang Syekh. 
   
  Ketika koneksi mulai kelihatan kepada para saalik -bagi sang Syekh, koneksi 
itu selalu terlihat- kalau jarak itu menjadi seperti sebuah jembatan atau kanal 
yang akan ditelusuri oleh saalik dari keliling lingkaran ini. Atas langkah 
pertama yang dia lakukan ke kanal tersebut, dia mulai menemukan 
karakteristik-karakteristik buruk yang tidak terhitung dalam dirinya sendiri. 
Perangai negatif ini dapat di padatkan jadi 17 karakteristik utama. Dia mungkin 
mempunyai beberapa atau seluruh karakteristik utama dalam dirinya. Para murid 
kemudian menyadari kalau Syekhnya tidak mempunyai karakterisktik-karakteristik 
ini. Saat dia mulai menemukan satu karakteristik kemudian karakteristik lain, 
dia mulai membuanginya. Saat dia mulai membuanginya, dia menurunkan kanal dan 
menjadi seorang "pemula dalam lingkaran cinta pada perjalanan spiritual."
   
  17 perangai yang dapat menghancurkan (Al Akhlaqu Adz Dzamiima), yaitu:
   
  1. Kemarahan (Al Ghadab)
2. Mencintai Dunia (Hubb Ad-Dunya)
3. Kebencian (Al Hiqd)
4. Kecemburuan (Al Hasad)
5. Senang Dipuji (Al 'Ujub)
6. Kikir (Al Bukhl)
7. Rakus (Al Thama')
8. Penakut (Al Jubn)
9. Kelengahan (Al Bathala)
10. Sombong (Al Kibr)
11. Bermegah-megah (Al Riya')
12. Mengikat diri dalam mencintai dunia (Al Hirsh)
13. Keunggulan (Al 'Adhama)
14. Ketidak pedulian dan Kemalasan (Al Ghabawa wal Kasala)
15. Kecemasan (Al Hamm)
16. Putus asa (Al Ghamm)
17. 800 Perbuatan yang dilarang (Al Manhiyat)
   
  Sejak menjadi seorang pemula, dia perlu untuk menyelesaikan 10 langkah untuk 
mencapai tingkat murid. Membuang 17 buah karakteristik mengantarkan saalik dari 
tingkat pecinta ke tingkat pemula, mubtadi'. Buku ini lalu mengelaborasikan 10 
langkah yang akan membawa saalik ke tingkat pertama menjadi murid, musta'id, 
dan dari sana akan membawa saalik ke tingkat pengikut sepenuhnya, murid.
   
  10 langkah menjadi Murid (Al Khathuwat Al 'Asyar), yaitu:
   
  1. Membela Kebenaran (Al Istiqamah)
2. Memohon Ampun Melalui Sang Nabi (At Tawbah)
3. Intropeksi Diri (Al Muhasabah)
4. Dengan Rendah Diri Pasrah Kepada Allah (Al Inaba)
5. Merenung Secara Dalam (At Taffakur)
6. Mengingat Alam Bawah Sadar (At Tadzkur)
7. Berpegang Teguh (Al 'Itisham)
8. Lari Menuju Allah (Al Firar)
9. Giat Berlatih (Al Tamriin)
10. Mendengarkan (Al Istima')
   
  Ketika saalik ( pencari) mencapai tingkat murid sepenuhnya, dia mulai 
menerima lebih banyak pemahaman surgawi, yang akan menaikkannya melalui 3 
Lingkaran Keyakinan. Pertama akan membawa saalik ke Keyakinan akan Pengetahuan, 
'Ilm al Yaqiin; kemudian Keyakinan akan Penglihatan, 'Ayn al Yaqiin; dan 
akhirnya dia akan mencapai Haqiqat Keyakinan, Haqq al Yaqiin. Dengan demikian, 
saalik berakhir dalam tingkat haqiqat (realitas).
   
  Segera saalik mulai naik ke 10 tahap yang membawanya dari pemula menjadi 
murid, dia mulai membangun Pengetahuan akan Keyakinan dan dampaknya mulai 
muncul kepadanya dan dalam dirinya. Pada saat itu, tabir-tabir mulai disingkap. 
Pertama, dia akan menerima Kekuatan Mendengar; diikuti kemudian dengan Kekuatan 
Melihat dan akhirnya Kekuatan Mencicipi Haqiqat.
   
  Saalik berpindah dari tingkat audio ke tingkat video, dan kemudian dari 
analog ke digital. Hal ini memungkinkannya menerima pengetahuan lebih banyak 
dalam jumlah yang terus meningkat. Ini akan seperti jika dia tinggal di masa 
lalu, sekarang dan mendatang. Dia akan mendengar, melihat dan merasakan apa 
yang telah dialami yang lainnya, sebagaimana yang dibukakan oleh Syekhnya. Ini 
tidak akan seperti mendengar seseorang bercerita sebuah dongeng, tentu saja, 
pada tahap ini dia akan benar-benar hidup dalam cerita itu, seakan-akan dia 
bagian darinya. Dia tidak hanya semata-mata melihat kejadian-kejadian, tapi 
benar-benar mengambil peran dalamnya, mulai merasakan dan meraba semua perasaan 
yang dirasakan oleh para partisipan sesungguhnya. 
   
  Inilah tingkat yang lebih tinggi. Dia akan mulai merasa bersama orang-orang 
yang baru ditemui seakan-akan dia adalah seseorang yang hadir dalam masa lalu 
orang itu. Itulah langkah pertama menjadi, tidak hanya seseorang yang belajar, 
tetapi seseorang yang sanggup memberikan pengetahuan dan menolong orang lain. 
Ini juga tingkat pertama dari seorang penyembuh spiritual. Itulah kenapa 
penyembuh bisa merasakan dan memahami pasien, dan untuk alasan itu dia sanggup 
mendukung mereka yang menderita sakit dengan kekuatan, baik secara spiritual 
maupun fisik.
   
  Sebab dia mewarisi kemampuan spiritual dari mentornya, seseorang yang menjadi 
Syekh Thariqah sebelumnya, sang murid akan mulai mempunyai kekuatan untuk 
merasakan dan mengalami hidup orang lain. Jika mereka mengalami kesulitan, 
menderita akibat tekanan atau perasaan karena kenaikan secara spiritual, dia 
akan merasakan itu semua. Dia menjadi bagian dari mereka, jadi dia akan 
mengetahui apa yang mereka butuhkan. Ini akan mengizinkan dia untuk membangun 
lainnya. Itu akan menaikkan dirinya ke tingkat 6 haqiqat dari qalbu/hati, saat 
saalik sudah maju dari pemula, mubtadi', untuk memulai, musta'id, dan tiba pada 
tingkat pengikut, murid. Bihurmati habib, Fatihah
   
  Wa min Allah at Tawfiq
   
  Wasalam, arief hamdani   
 
Note : Telah terbit tiga buku Mawlana Syaikh Hisyam Kabbani ar-Rabbani yang 
membahas tuntas tentang Dalil Mawlid :
   
  1. Mawlid Bukan Bid'ah Rp. 20.000,-
Bisa didapatkan dgn biaya kirim Rp. 5000 untuk Jakarta , Pemesanan ke e-mail 
[EMAIL PROTECTED], sms HP. 0888 133 5003, 0816 830 748. Buku-buku menarik dari 
Mawlana Syaikh Hisyam Kabbani ar-Rabbani ( Islamnya Pangeran Charles, Perlunya 
Guru Ruhani Sejati 1, 2 - Servanthood dll) dari Tariqah  Sufi Naqshbandi 
Haqqqani bisa didapatkan & di down load gratis www.mevlanasufi.blogspot.com 
 
2. Mawlid & Ziarahj Ke makam Nabi saw Rp. 37.500 Bisa didapatkan di Gunung 
Agung, Gramedia
 
3. Energi Zikir & Salawat Rp. 37.500 Bisa didapatkan di Gunung Agung, Gramedia
   
  4. Perlunya Guru Ruhani Sejati ( Vol 1, 2) @ Rp. 20,000 pesan  by email 
     [EMAIL PROTECTED]
5. Islamnya Prince Charles Rp. 20.000 ( Pesan by email [EMAIL PROTECTED])
  6. Kedatangan Imam Mahdi as Rp. 20.000
7. Keluarga, Cinta & Perkawinan ( Sebuah nasihat Sufi 
   & Pemecahan masalah Perkawinan & Keluarga @ 20.000
8. Penghambaan ( Servanthood What It is) Rp. 20,000
9. Samudera Cinta, Cinta itu sangat Indah Rp. 15,000
10. Samudera Cinta Jalaludin Rumi Rp. 15,000
   
  Wasalam, arief hamdani
President Rabbani Sufi Institute of Indonesia
www.mevlanasufi.blogspot.com
HP. 0888 133 5003, 0816 830 748, 021-7255508 Fax. 021-7255508

       
---------------------------------
Be a better Heartthrob. Get better relationship answers from someone who knows.
Yahoo! Answers - Check it out. 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke