Assalamu 'alaykum wr wb
  Memang tdiak dikenal Demokrasi dalam islam. Islam adalah kekalifahan
   
  SISTEM PEMERINTAHAN ISLAM
  Mawlana Syaikh Nazim Adil al Haqqani
   
   
  Bismillah hirRohman nirRohim


  
Pertanyaan : Apa yang dapat diterima dalam sistem Pemerintahan yang Islami ? 
  
Jawaban Maulana Shaykh Muhammad Nazim al-Haqqani : 
Ini adalah pertanyaan penting, agar jawaban yang diberikan berguna bagi kaum 
muslimin. Juga bagi kaum Kristiani, Yahudi dan semua keyakinan dan seluruh umat 
manusia. Suatu pertanyaan yang sulit  untuk dijawab karena ini amat penting dan 
agar dipahami secara baik.  
   
  Bismillahi r-Rahmani r-Rahim Islam dan pemerintah, anda mengatakan Monarki, 
Demokrasi dan Teokrasi, mana yang diterima dalam Islam ?
  
Kita katakan pertama kali bahwa Islam adalah berdiri sendiri, tidak harus 
mengikuti ketiganya. Islam punya sistem pemerintahan yang asli. Lewat perintah 
surga yang dikirim Tuhan bagi hamba-hamba Nya agar kondisi mereka mendekati 
sempurna, baik secara individu dan kolektif dalam kehidupan mereka. 
  
Orang-orang mungkin mengatakan adanya Monarki, Demokrasi ataupun Teokrasi dalam 
Islam. Islam diatas ketiga sistem pemerintahan ini. Islam menerima bahwa 
seseorang harus berada dalam kontrol suatu  negara. Seluruh bangsa harus 
memberikan jaminan, dukungan dan kepatuhan pada rakyatnya. Ini adalah keharusan.
  
Yang paling utama dalam sistem pemerintahan Islam adalah : kekuatan / pimpinan 
berada dalam tangan satu orang, bukan pembagian, karena bila ada partner di 
dalamnya , akan muncul lebih banyak masalah. Negara yang mempunyai berbagai 
kelompok yang berkuasa terdapat banyak perselisihan, tidak ada kedamaian dan 
kepuasan. Selama kelompok-kelompok ini tidak damai, negaranya akan menderita 
masalah yang sama. 
  
Islam memerintahkan bahwa pimpinan dipegang oleh satu orang. Itu yang terbaik. 
Lalu kita bandingkan Demokrasi dengan sistem Islami. Pertama, hal utama dari 
Demokrasi adalah hak-hak asasi manusia dan  kebebasan. Orang-orang tidak 
tertarik pada masalah lain kecuali kedua hal ini. 
  
Dalam Islam dikatakan, daripada menuntut hak-hak manusia (karena Islam menerima 
hak-hak manusia sama dengan kewajiban), penuhi kewajibanmu dulu untuk menerima 
hak-hak. Ini hal yang sangat penting. Bayar kewajiban dulu untuk menerima 
hak-hak kita. Tanpa  kewajiban, tidak ada hak-hak. 
  
Namun, Demokrasi memberi hak-hak tanpa adanya kewajiban-kewajiban. Islam adalah 
untuk keadilan. Demokrasi untuk kebebasan. Islam meminta keadilan bagi mereka, 
bukannya kebebasan mutlak.
  
Demokrasi memberi kebebasan mutlak. Islam memberi hak-hak rakyat setelah 
kewajiban dilaksanakan – hak dan keadilan. Inilah perbedaan antara visi 
Demokrasi Islam dan Demokrasi barat. Orang-orang barat hanya meminta hak-hak 
manusia tanpa kewajiban-kewajiban, dan meminta kebebasan sebanyak-banyaknya 
yang bisa negara berikan. Jika seorang murid tidak mau belajar ketika ujian, 
bagaimana dia bisa lulus ?
  
Inilah kesempurnaan visi Islam. Demokrasi Eropa dan barat tidak sempurna dan 
tidak berguna, mengerikan dan berbahaya bagi umat manusia. Tak ada masa depan. 
Mereka sedang mempersiapkan rakyat pemberontak yang meminta hanya hak-hak 
mereka tanpa memikirkan  kewajiban dan keadilan. 
  
Kata Islam : Tidak! Bayar kewajibanmu dulu baru ambil hak-hak kalian. Kami 
menjunjung hak-hak manusia, hak-hak asasi tersebut tersedia setelah kalian 
melaksanakan kewajiban. Kami melaksanakan  keadilan. 
  
Jangan katakan, `Saya bebas melakukan apapun yang saya mau'. Kalian tidak hidup 
sendiri, jutaan dan milyaran orang disekeliling kalian. Kalian tidak bisa 
melakukan apapun semau kalian. Jika seorang penumpang pesawat mengatakan :`Aku 
mau menyalakan api untuk membuat teh. Aku bebas melakukannya.' Apakah kalian 
akan mengijinkan dia untuk melakukan hal ini ? Dia punya hak, kenapa kalian 
melarang kebebasan dia ? 
  
Kekacauan terjadi akibat terlalu banyak kebebasan. Keadilan adalah untuk 
menjunjung hak orang lain sama halnya dengan hak-hak kalian ingin ditegakkan. 
Jika kalian melukai orang, kami akan menangkap dan memasukkan kalian di bui 
seperti hewan, singa, macan, tidak boleh bebas diluar. Inilah visi Islam 
tentang Demokrasi . 

Demokrasi barat ada sejak masa Revolusi Perancis. Mereka akan merayakan ulang 
tahun ke 200 pada th 1989, merayakan sebuah Revolusi yang salah. Demokrasi yang 
digunakan mereka dari A-Z adalah tidak berguna, merusak dan amat berbahaya. 
  
Demokrasi Eropa mengatakan bahwa tanpa kewajiban-kewajibanpun kalian tetap 
punya hak-hak. Darimana mereka mendapat ide-ide itu? Dari kitab mana? Siapa 
yang mengatakan ide tolol itu? Hak-hak tanpa tanggung jawab. 
  
Islam menjaga pimpinan berada di tangan satu orang agar keadilan bisa dijaga. 
Kemudian, pemimpin menjaga hak-hak mereka yang telah melaksanakan kewajiban – 
yang tidak melaksanakan kewajiban tidak mendapat hak-hak. Visi Islam adalah 
sistem terbaik bagi seluruh umat manusia. Demokrasi yang benar, yaitu Theokrasi 
Islam.
  
Jika seluruh dunia setuju dengan visi ini, mereka akan selamat dan mencapai 
kedamaian yang absolut. Kalau tidak mereka akan berselisih, perang dan memakan 
satu sama lain tanpa menjadi masalah. Tanpa  memasak, mereka dapat saling 
memakan : Inggris dengan Jerman, Jerman dengan Perancis, Russia dengan Jerman, 
Jepang dengan China. 
  
Mereka tidak akan berhenti sampai mereka menganut visi Islam. Kata Islam : 
bayar kewajiban dan ambil hak-hak kalian. Tak ada kebebasan tanpa keadilan. 
Kebebasan hanya ada di hutan, silakan ke sana ! Jika kalian hidup 
bermasyarakat, maka kalian tidak sendiri. 

Bahkan dalam wilayah-wilayah Islam, mereka tidak memahami hal ini, sangat 
disayangkan. Tidak masalah bila Kristen, Yahudi dan masyarakat lain, dunia 
Islam sendiri tidak memahami apa yang dimaksud dengan visi Islam dalam sistem 
pemerintahan. 
  
Ini yang terbaik ! Ya , dalam Islam, manusia membutuhkan manusia. Itu aturan 
utama. Seorang raja butuh rakyat, mereka yang miskin butuh orang kaya, orang 
kaya butuh orang miskin, pekerja butuh orang  yang mempekerjakan dan 
sebaliknya. Kepala butuh kaki, kaki butuh kepala. Itulah Islam. 
  
Kita tidak bisa menjadikan kaki sebagai kepala atau sebaliknya. Atau memotong 
kepala sehingga hanya ada kaki saja seperti yang para komunis lakukan pada 
rakyatnya. Kata mereka, " Tidak ada kepala dalam sistem kami – semua orang 
adalah sama." Artinya, hanya ada kaki-kaki tanpa kepala, mereka semua adalah 
kaki. Begitukah ? Jika kalian meletakkan `kaki' atau pekerja sebagai 
pemerintah, bisakah itu? Bagaimana bisa pekerja dijadikan pemerintah? mereka 
pekerja, buruh – bagaimana bisa buruh-buruh duduk dalam pemerintahan ? 
  
Inilah aturan yang abadi dalam Islam : letakkan setiap orang pada posisi yang 
sesuai dengannya. Insinyur sebagai insinyur, pekerja sebagai pekerja, buruh 
sebagai buruh, petani sebagai petani, raja 
sebagai raja, gubernur sebagai gubernur, demikian juga dengan polisi dan 
pebisnis. 
  
Maka dari itu tidak ada pemilihan dalam Islam. Pemilihan adalah Batil, salah. 
Bisa saja orang-orang berkumpul untuk meminta `satu kaki' menjadi kepala' atau 
semua `kaki' meminta untuk menjadi `kepala'. Dalam Islam, yang pertama adalah 
kemampuan dan 
kemudian pelayanan. Berikan pelayanan dulu , lalu buatlah ranking / urutan, 
siapa yang punya kemampuan akan selalu naik rankingnya. Seluruh dunia harus 
diubah. Jangan ada pemilihan, karena pemilihan  bisa saja menjadikan kaki 
sebagai kepala, dan menjadikan kepala sebagai kaki. 
  
Hubungan Islam dengan negara-negara lain juga penting. Jagalah selalu hubungan 
baik dengan tetanggamu sehingga terjadi ekonomi bebas, sebuah sistem liberal, 
tidak ada penghalang bagi gerakan antar manusia. Hubungan baik, toleransi dan 
tidak menyulitkan sesama manusia. Jaga kehormatan masing-masing negara, kirim 
dan terimalah duta-duta bangsa, permudah kepergian dan kedatangan, jangan 
terlalu  banyak dihalangi. Permudah kesepakatan antar muslim. 
  
Para pengunjung mendapat kebebasan, dihormati dan diterima. Harus di pantau 
siapa yang baik dan siapa yang buruk, sehingga tidak ada yang saling  
terganggu. Harus ada hubungan yang baik antar negara Islam dan negara-negara 
lainnya. Pemerintah harus menegakkan keadilan, dan tidak kasar. Ketidak adilan 
dan kekejaman dilarang dalam Islam. 
  
Semua orang harus menerima hak-haknya. Dalam Islam hak-hak asasi adalah bagi 
siapapun yang telah memberi pelayanan. Kalian harus mengusahakan hak-hak 
tersebut. Tidak ada hak-hak lahir sebagai Dokter, Insinyur, atau Jendral. 
Kalian pikir mereka mendapat status itu tanpa berusaha ? 
  
Kita lahir dengan hak-hak dasar seperti bernafas, makan dan minum. Jika kita 
menginginkan hak-hak yang lebih, seperti hak untuk menjadi seorang Dokter, maka 
kalian harus bekerja, menghasilkan. Komunis  mengatakan: kita harus sama, ambil 
dari yang kaya untuk diberikan pada yang miskin, hak macam apa itu? 
  
Bekerja, menghasilkan dan ambil. Siapa yang akan melarang kalian? Islam tidak 
pernah melarang orang untuk bekerja dan menjadi kaya. Mengapa kita melarang 
orang-orang untuk menjadi kaya ? Kalian harus hidup dan bekerja, rakyat harus 
digaji karena usahanya. Kesempatan bebas bagi siapapun. Kalian boleh bekerja, 
mendapat bayaran, bahkan meningkat sampai bisa hidup di dalam istana. 

Jika kalian malas dan tidak bekerja dan tinggal di gubuk, lalu mengatakan kita 
harus menyerang mereka yang tinggal di istana. Benarkah ini ? inikah hak-hak 
asasi manusia? Mereka bisa naik Rolls Royce dan kita mengendarai bis lalu saya 
katakan `Orang besar mobilnya juga besar'. Kenapa harus marah ? Dibawah 
perintah kalian, banyak ratusan bis-bis merah, panggil saja satu, murah. 

Katanya`kami punya hak untuk naik Rolls-Royce' - carilah penghasilan dan 
naiklah Rolly-Royce atau mobil-mobil mewah lain. Islam tidak pernah mengijinkan 
orang-orang untuk tidak bekerja. 
Selama dunia ini berputar, pekerjaan tidak akan pernah berhenti. Jika kalian 
ingin bekerja, carilah pekerjaan. 
  
Lihatlah di London ini, orang-orang datang mencari kerja. Jika pemerintah 
mengijinkan, jutaan orang akan datang dan bekerja. Namun mereka mengatakan, 
tidak ada pekerjaan. Jika tidak ada pekerjaan, mengapa orang-orang itu datang? 
  
Kesombongan membuat orang-orang tidak bekerja, kedua : malas, ketiga : mereka 
senang mendapat uang gratis dari pemerintah. Itu yang membuat rakyat malas. 
Islam menolak aturan semacam itu. Islam mengatakan, pertama : pertanian lalu 
perdagangan kemudian pabrik. Tidak perlu minta pekerjaan pada pemerintah. Dalam 
Islam tidak ada yang namanya ribuan pegawai, banyak departemen-departemen. 
Islam  sungguh sederhana. 
  

  Wa min Allah at Tawfiq
     


       
---------------------------------
You snooze, you lose. Get messages ASAP with AutoCheck
 in the all-new Yahoo! Mail Beta. 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke