assalamu alaykum wr wb
  786
  banyak khatib baru jadi sudah kutbah jum'at. padahal diperlukan 24 macam 
ilmuuntuk tampil kutbah jumat. tetapi banyak anak muda sudah kutnah jum'atr, 
kemudian oarng mengira oo..inilah islam itu. dijaman Sayidina Ali ra 
karamallahu wajhah, beliau berkeliling melihat 200 khatib kutbah jum'at. Dan 
beliau mengatakan 198 diantaranya tidak layak memberikan kutbah, karena terlalu 
banyak ego doalamnya. Meskipun yg dikatakan benar, tetapi akan dikerjakan 
dengan ego. perlu rasa dalam berceramah, bila rasa itu menjadi hikmah, maka 
akan teringat selamanya
   
  wasalam, arief hamdani

hendra_gst <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          di suatu jumat, di sebuahkota yang terik, seorang khatib dengan gelar 
SE dan MBA (sarjana ekonomi dan master of business administration) 
tampil memberikan ceramahnya yang cukup panjang. khatib ini 
menyampaikan khutbah dengan tema dan gaya yang mutakhir lengkap 
dengan prumusan masalah, latar belakang, data dan fakta, serta 
analisis dan kesimpulan tentang masalah kemungkinan krisis moneter 
kedua yang akan melanda seiring dengan membaiknya indikator ekonomi.

dahulu, sekitar tahun 80-an, memang pernah ada kritikan kepada 
sejumlah katib jumat. yang "dengan berkerudung putih, suaranya 
rendah, mengutip al-ghazali dan melulu bicara tentang mati". katib 
kontempoirer kita ini tentulah jauh dari kriteria "katib jaman dulu" 
ini.

sayangnya, saya koq merasa ada yang hilang. atau mungkin memang 
persiapan batin saya jumat itu kurang matang sehingga 
kehilangan 'roso' nya. soalnya saya tiba-tiba teringat: headline 
koran-koran, kolom opini pakar, talk-show dan debat-show di layar-
layar televisi, atau suasana di tengah arena seminar.

dan tiba-tiba saya rindukan sosok khatib yang "ja-dul" itu, biar 
dikata selera saya kampungan...



         

       
---------------------------------
Ready for the edge of your seat? Check out tonight's top picks on Yahoo! TV. 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke