bagus, bagus, bagus
perlu dijadikan acuan
dan kalau perlu diprint
digetok-tularkan ke teman-teman yang lain
terima kasih pak De Agus
salam
Agus Zainal Arifin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Ass. Wr. Wb.
http://nunihon.org/DownloadNU/KitabBaru/mosoah.pdf
atau
http://agusza.its-sby.edu/buku/MausuahYusufiah.pdf
Silahkan download kitab "Mausu'ah Yusufiyah" oleh Syekh Yusuf dari Syiria.
Sebuah kitab yang nampak cukup menggemparkan dunia per-wahabi-an, karena
keberhasilannya menunjukkan dalil-dalil secara rinci.
Perlu diketahui, sekalipun Syekh Yusuf ini bukan keluarga NU (Indonesia), namun
isi kitab itu menjawab semua pertanyaan tentang dalil amaliah ibadah warga NU.
Ini membuktikan bahwa amalan tersebut memang standard dan mayoritas di kalangan
kaum muslimin di seluruh dunia. Hanya saja faktor "kurang publikasi"
mengakibatkan SEOLAH-OLAH warga NU ini minoritas dan justru sekte pembid'ah dan
sekte pengkafir itulah yang mayoritas.
Amaliah ibadah warga NU sesungguhnya mencontoh langsung kepada Rasulullah SAW.
Berbagai dalil yang diambil oleh para ulama baik dari Al-Qur'an maupun hadits
secara jelas menerangkan hal ihwal dituntunkannya ibadah-ibadah tersebut. Hanya
saja keengganan kaum muslimin terutama generasi muda untuk mempelajarinya
berakibat begitu rapuhnya pendirian. Karena itu, tak heranlah bila dewasa ini
gampang sekali dikerjain oleh para perusak ukhuwah Islamiyah baik yang
berdandan ala ulama maupun yang hanya mahir bersilat lidah bak puisi. Padahal,
ujung2nya selalu bilang "pokoknya sesat...", "pokoknya bid'ah...", "pokoknya
kafir..." sambil membacakan satu dua ayat yang sebetulnya tak berkaitan sama
sekali dengan topik pembicaraan. Barangkali lalai terhadap bahayanya menjual
ayat Allah dengan "tsamanan qalilan", padahal ancaman Allah sangat dahsyat.
Marilah kembali kepada Al-Qur'an dan hadits yang sdh dijelaskan begitu rinci
oleh para ulama / para kiai. Jangan percaya lagi dengan doktrin-doktrin yang
gemar menuduh bid'ah, syirik, kafir kepada sesama ummat Islam. Banyak orang
bilang kembali kepada Al-Qur'an, namun tepat disaat mengartikan dan memaknainya
selalu diawali "menurut saya ....". Tidakkah ingin kita dengarkan, bagaimana
makna ayat itu "menurut Allah SWT ?" sebagaimana dijelaskan oleh Rasululah SAW
melalui para shahabat. Itu semua sdh didokemtasikan oleh para ulama dalam
kitab-kitab tafsir, syarah hadits, dan kitab-kitab turats lainnya. Bagi yang
paham bahasa Arab, mari sedikit demi sedikit kita buat terjemahannya dalam
bahasa Indonesia, agar "bi lisani qaumin" ini juga berlaku bagi ummat Islam
Indonesia.
Wassalam
Agus
"Hari gini masih percaya doktrin..."
[Non-text portions of this message have been removed]
---------------------------------
We won't tell. Get more on shows you hate to love
(and love to hate): Yahoo! TV's Guilty Pleasures list.
[Non-text portions of this message have been removed]