aslm
pa agus apa kabarnya?
maaf emailnya sering saya balas tapi eror mulu ga tau kenapa?
wa ilyas dan istrinya juga ibunya sedang pada sakit minta doanya aja
mudah-mudahan cepat sembuh..
oya kitab ini gimana downloadnya? soalnya telkomnet jelek pisan!!
gimana nih indonesia ITnya katinggaleun ma sudan?? di sudan aja
netnya kenceng banget....jangan2 cuma pungli lewat net yang susah
masuk??
salamnya aja wat sodara2 di mesir zia, puad, cici, maher, yasin,
susan oleh2nya usfur ma hajar jahannam he2
--- In [email protected], "Agus Zainal Arifin" <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
> Ass. Wr. Wb.
>
> http://nunihon.org/DownloadNU/KitabBaru/mosoah.pdf
> atau
> http://agusza.its-sby.edu/buku/MausuahYusufiah.pdf
>
> Silahkan download kitab "Mausu'ah Yusufiyah" oleh Syekh Yusuf dari
Syiria. Sebuah kitab yang nampak cukup menggemparkan dunia per-wahabi-
an, karena keberhasilannya menunjukkan dalil-dalil secara rinci.
>
> Perlu diketahui, sekalipun Syekh Yusuf ini bukan keluarga NU
(Indonesia), namun isi kitab itu menjawab semua pertanyaan tentang
dalil amaliah ibadah warga NU. Ini membuktikan bahwa amalan tersebut
memang standard dan mayoritas di kalangan kaum muslimin di seluruh
dunia. Hanya saja faktor "kurang publikasi" mengakibatkan SEOLAH-OLAH
warga NU ini minoritas dan justru sekte pembid'ah dan sekte pengkafir
itulah yang mayoritas.
>
> Amaliah ibadah warga NU sesungguhnya mencontoh langsung kepada
Rasulullah SAW. Berbagai dalil yang diambil oleh para ulama baik dari
Al-Qur'an maupun hadits secara jelas menerangkan hal ihwal
dituntunkannya ibadah-ibadah tersebut. Hanya saja keengganan kaum
muslimin terutama generasi muda untuk mempelajarinya berakibat begitu
rapuhnya pendirian. Karena itu, tak heranlah bila dewasa ini gampang
sekali dikerjain oleh para perusak ukhuwah Islamiyah baik yang
berdandan ala ulama maupun yang hanya mahir bersilat lidah bak puisi.
Padahal, ujung2nya selalu bilang "pokoknya sesat...", "pokoknya
bid'ah...", "pokoknya kafir..." sambil membacakan satu dua ayat yang
sebetulnya tak berkaitan sama sekali dengan topik pembicaraan.
Barangkali lalai terhadap bahayanya menjual ayat Allah dengan
"tsamanan qalilan", padahal ancaman Allah sangat dahsyat.
>
> Marilah kembali kepada Al-Qur'an dan hadits yang sdh dijelaskan
begitu rinci oleh para ulama / para kiai. Jangan percaya lagi dengan
doktrin-doktrin yang gemar menuduh bid'ah, syirik, kafir kepada
sesama ummat Islam. Banyak orang bilang kembali kepada Al-Qur'an,
namun tepat disaat mengartikan dan memaknainya selalu diawali
"menurut saya ....". Tidakkah ingin kita dengarkan, bagaimana makna
ayat itu "menurut Allah SWT ?" sebagaimana dijelaskan oleh Rasululah
SAW melalui para shahabat. Itu semua sdh didokemtasikan oleh para
ulama dalam kitab-kitab tafsir, syarah hadits, dan kitab-kitab turats
lainnya. Bagi yang paham bahasa Arab, mari sedikit demi sedikit kita
buat terjemahannya dalam bahasa Indonesia, agar "bi lisani qaumin"
ini juga berlaku bagi ummat Islam Indonesia.
>
> Wassalam
> Agus
>
> "Hari gini masih percaya doktrin..."
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>