Khaul Berdarah di PP Salafiyah

Satu Tewas, Dua Terluka
SITUBONDO- Kabar duka, Ahad (3/6) datang dari PP Salafiyah-Syafiiyah Sukorejo, 
Asembagus-Situbondo. Tiga pengasuh utama di pondok yang dipimpin Kiai Akhmad 
Fawaid itu terpaksa dilarikan ke RSUD Situbondo akibat kisruh usai acara khaul 
KH As’ad Syamsul Arifin. Bahkan satu korban di antaranya meninggal dunia, dan 
dua lainnya masih mendapat perawatan intensif.
Korban yang meninggal dunia adalah KH Iksan Sholeh. Selain dikenal sebagai 
sesepuh dan salah satu pengasuh PP Salafiyah-Syafiiyah, korban sebelumnya 
dikenal sebagai mantan anggota DPRD Situbondo. Bahkan, saat ini korban tercatat 
sebagai Ketua RMI Situbondo. 
Sedangkan dua korban lainnya, masing-masing KH Ahmad Hariri Abdul Adim dan 
Ustadz Zainul. KH Hariri selain dikenal sebagai Pengasuh Ponpes Ma’ahad Aly, 
juga dikenal sebagai kerabat Kiai Fawaid. Ia mengalami luka robek pada bagian 
dagu hingga bibir. Sedangkan Ustadz Zainul, Pengasuh Ponpes Pandean Wonorejo 
ini mengalami luka pada bagian tangan kanannya.
Berdasarkan data yang berhasil dihimpun Duta, peristiwa berdarah tersebut 
terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Tepatnya usai acara khaul KH As’ad Syamsul 
Arifin. Saat itu, Masijo salah satu warga di lingkungan pondok, tanpa sebab 
yang jelas mengamuk. Pria berumur 42 tahun ini sebelumnya memang dikenal 
mengalami gangguan mental alias stress dan sering kumat. 
Menurut beberapa saksi mata, kejadiannya berlangsung sangat cepat. Masijo yang 
membawa pisau terhunus mendadak mengancam beberapa orang yang ada di lokasi 
kejadian, tepatnya di depan masjid setempat. Para korban, mencoba meredakan 
kemarahan Masijo. Namun bukan menyerahkan pisaunya, Masijo malah mengamuk.
Akibatnya fatal, KH Iksan Sholeh yang berada paling dekat dengan Masijo 
langsung ditusuk bagian lehernya. KH Hariri dan Ustadz Zainul berusaha melerai, 
namun keduanya juga mendapat serangan serupa sehingga bagian muka dan tangannya 
terluka. Melihat kebrutalan Masijo, pihak keamanan pondok segera bertindak dan 
mengamankan Masijo. Namun melihat kondisi para korban, santri lainnya marah dan 
menggebuki Masijo sebelum akhirnya diserahkan ke Mapolsek Banyuputih.
Sebaliknya, para korban segera dilarikan ke RSUD Situbondo. Namun dalam 
perjalanan KH Iksan Sholeh menghembuskan nafas terakhir. “Korban meninggal 
dunia, karena syaraf nadi carutis bagian kanan putus akibat senjata tajam,” 
ungkap Direktur RSUD Situbondo, dr Toni Wahyudi. Dua korban lainnya, masih 
mendapat perawatan intensif.
Bupati Situbondo, Ismunarso dan beberapa pejabat di lingkungan Pemkab 
Situbondo, pukul 18.00 WIB langsung mendatangi RSUD. Sementara, Kapolres 
Situbondo AKBP Erry Nursatari langsung menurunkan pasukan Dalmas ke lokasi 
kejadian. Sebab kejadian itu kabarnya juga memicu kemarahan warga yang 
menghancurkan rumah tersangka.
”Tersangka pelaku mengalami geger otak ringan, akibat digebuki massa. Karena 
itu dari Mapolsek dia kami bawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan. 
Sedangkan pasukan Dalmas kami turunkan untuk mencegah aksi anarkis,” pungkas 
Kapolres yang kemarin mengamankan barang bukti pisau belati milik tersangka. 
(ed, fat)


Wassalam,
  Nawwarakumullah
   
  Mahrus Ali
  +628121850107

 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke