Perjalanan Doa Doa memanjat tebing Doa jatuh ke jurang Doa merayap di dinding Doa terpeleset di kandang
Doa-doa berbaris di taman Doa menanti pelanggan Doa menghadap tuhan Doa kembali pulang Doa menangis Doa bangkit Doa merayap Doa menemui tuhan Doa merasa lega Doa terlelap Menunggu panggilan malam Penziarah Kubur Seorang pemuda kelilingi berbagai kota mencari pohon untuk panjatan doa yang dibopongnya. Pemuda itu tampak kelelahan. Tubuhnya sudah habis dimakan jalanan. Tapi doa yang gendongnya belum juga mau menemui tuhan. Beberapa hari dan bulan sudang mengantarnya ke berbagai persinggahan. Tapi doa masih belum siap memanjat sebatang pohonpun. Lalu pemuda itu sibuk bikin tangga yang kuat. Supaya doa tidak jatuh saat memanjat. On 5/29/07, agussyafii <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Doa > > Pernah satu hari saya kedatangan tamu. Saya sambut baik tamu itu > dengan sebaik-baiknya tamu, begitulah yang Nabi SAW ajarkan. Dengan > suka cita kami sekeluarga menyambutnya dengan baik. Namun diluar > dugaan sang tamu malah mencaci maki saya yang seumur hidup belum > pernah menemukan caci maki yang seperti dia lontarkan. > > Didalam hati saya mengatakan, ini kesempatan saya berdoa agar Alloh > SWT berkenan menjadikan keluarga kami sebagai keluarga sakinah dan > bahagia selalu. Sejak jika pagi hari bersinar. Terasa sejuk dihati. > Tentram menghiasi rumah tangga kami. Teriring salam dan doa agar > hatinya penuh cinta dan kasih sayang. > > Wassalam, > agussyafii > > ============================================== > Sekiranya berkenan mohon kirimkan komentar anda melalui > http://agussyafii.blogspot.com dan sms 0888 176 48 72 > ============================================== > > > > > >
