*PKS Akui Minta Adang Setor Dana*
Jum'at, 08 Juni 2007 | 21:41 WIB

*TEMPO Interaktif*, *Jakarta*:Sejumlah Partai politik membantah meminta dana
kepada calon gubernur, dan wakil gubernur yang mereka usung dalam pemilihan
kepala daerah di Jakarta. Hanya Partai Keadilan Sejehtera yang mengakui, ada
komitmen dana dengan Adang Daradjatun – Dani Setiawan, sebagai pasangan
calon yang mereka usung.

Presiden PKS Tifatul Sembiring mengakui untuk memenangkan pasangan calon
yang diusung memerlukan sejumlah dana. Saat mengusung calon, PKS telah
menyusun berbagai strategi untuk memenangkannya. satu di antaranya adalah
tentang pendanaan. "Karena untuk memenangkan calon, perlu biaya yang tidak
sedikit," kata Tifatul ketika dihubungi, Jum'at (8/6) di Jakarta.

Anggaran dana kampanye menurut Tifatul disusun bersama antara Dewan Pimpinan
Wilayah PKS dengan Adang, dan Dani. PKS menurut Tifatul, akan menanggung
separuh biaya kampanye pemenangan calon. "Sisanya dibebankan ke Pak Adang,
dan pak Dani," tambah Tifatul. Namun, Tifatul mengaku tidak mengetahui
jumlah dana yang harus ditanggung Adang, maupun PKS.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional, Sutrisno Bachir
membantah adanya komitmen dana dengan pasangan calon yang mereka usung dalam
pilkada DKI Jakarta. Pilihan dukungan terhadap Fauzi Bowo, menurut politisi
dari pekalongan ini, karena PAN tidak bisa mengusung pasangan sendiri.
"Seluruh wilayah di DKI mendukung pak Fauzi, kami harus menampung aspirasi
ini," kata Sutrisno, ketika dihubungi, Jum'at (8/6) di Jakarta.

Senada dengan Sutrisno, Ketua DPP PDIP Tjahjo Kumolo, membantah partainya
pernah minta dana kepada Fauzi Bowo dan Prijono, untuk mengusungnya dalam
pilkada DKI Jakarta. "Tidak ada dalam tradisi kami (minta dana)," kata
Tjahjo ketika dihubungi, Jum'at (8/6) di Semarang.

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Marzuki Ali mengatakan mendukung Fauzi
karena, dinilai menguasai semua permasalah yang terjadi di DKI Jakarta, dan
berpengalaman memimpin sebagai wakil gubernur di Ibukota. "Jadi tidak ada
komitmen dana, atau komitmen apapun," kata marzuki ketika dihubungi, Jum'at
(8/6), di Jakarta.

Tifatul, Marzuki, Tjahjo, dan Sutrisno mendesak Sarwono, yang mengaku
dimintai dana Rp 400 miliar untuk transparan, menyebut identitas partai yang
memintanya dana. "Terus terang saja siapa, dan darimana partainya," kata
Tjahjo.


[Non-text portions of this message have been removed]



______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[EMAIL PROTECTED] 
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke