jangan-jangan ini juga bagian dari gerakannya Mossad, he..he..he...
Kupretist <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Mengenal Agen Mossad Dalam Gerakan Islam
FAKTA ini tentu amat mengejutkan, bahkan sulit dipercaya. Betapa kelompok
Salafy yang selama ini dikenal sebagai kelompok Islam yang berdakwah untuk
Ihyaus Sunnah (menghidup-hidupkan sunnah Nabi SAW), gerakan dakwah mereka
ternyata didanai oleh jaringan intelejen Israel, Mossad. Tujuannya untuk
menimbulkan fitnah dan perpecahan di kalangan kaum Muslim.
Badan intelejen Palestina mengijinkan harian Al-Hayat dan Televisi Libanon,
LBC, untuk mewawancarai orang-orang Palestina yang menjadi agen Mossad, dan
sekarang ditawan oleh pemerintah Palestina. Mereka telah menyebabkan
terbunuhnya sejumlah Mujahidin. Dalam sebuah wawancara, salah seorang agen
mengungkapkan cara perekrutan mereka serta peranan yang mereka lakukan dalam
memantau para mujahidin dan memicu fitnah lewat perselisihan, perpecahan, dan
kebencian demi merealisasikan kepentingan strategis Zionisme.
Wawancara ini diterbitkan oleh tabloid An-Nas nomor 127 mengutip harian
Al-Hayat yang terbit di London dan juga ditayangkan televisi LBC. Tabloid
Al-Basyair kembali menyiarkan wawancara tersebut mengingat pentingnya
fakta-fakta yang diungkapkan oleh agen ini. Wawancara di bawah ini, yang
diterjemahkan oleh Jati Utomo Dwi Hatmoko, M.Sc. , mahasiswa Structural
Engineering and Construction Management University of Newcastle Upon Tyne
United Kingdom, dan dikutip dari Hidayatullah.com, laporan Bahrum A. Rambe.
Berikut hasil wawancara dimaksud:
Wartawan: Bagaimana para zionis itu dapat memperalat anda untuk kepentingan
mereka dalam konspirasi dan pengkhianatan terhadap bangsa dan negara anda?
Agen: Awalnya saya membaca iklan di koran lokal tentang adanya pusat studi
strategis kemasyarakatan yang bertempat di Singapura, mereka membutuhkan
reporter di Tepi Barat untuk melakukan studi sosial dan publisistik tentang
lingkungan, kemiskinan, dan lain-lain.
Lalu saya kirim biodata dan ijazah saya. Setelah dua pekan, datang balasan
penerimaan saya di lembaga tersebut yang ternyata dikendalikan oleh intelejen
zionis Mossad, dan dilaksanakan oleh orang-orang Palestina yang bekerja sama
dengan zionisme untuk merekrut orang Arab Palestina dengan cara jahannam yang
tidak terpikir oleh siapapun.
Mereka meminta kepada saya untuk menyiapkan laporan kemasyarakatan strategis.
Mereka memberi imbalan uang yang cukup banyak. Dari situ, Pusat Studi Strategis
palsu itu meminta tambahan laporan-laporan sensitif. Dan saya memenuhinya
dengan teratur. Dengan memperhatikan permintaan-permintaan mereka saya
mengetahui bahwa lembaga ini ada di bawah Mossad. Tapi saya tidak bisa mundur
karena saya sudah memberi laporan-laporan yang sangat sensitif tentang keamanan
nasional, tokoh-tokoh Mujahidin, posisi tempat tinggal mereka, dan keberadaan
mereka. Informasi ini memudahkan mereka untuk membunuh para Mujahidin terbaik
dari Hamas dan Jihad Islami.
Kondisi berkembang sedikit demi sedikit sampai permainan ini tersingkap, mereka
memberi kepada saya lisensi untuk menemui orang-orang penting di Tel Aviv. Di
sana mereka menyambut saya di sebuah hotel bintang lima. Mereka memberi saya
seluruh sarana kenikmatan, tapi ternyata mereka merekam saya ketika berada
dalam kondisi memalukan dengan seorang wanita. Hal ini sebagai salah satu cara
mereka untuk memperbudak dan mengendalikan saya di kemudian hari.
Dari sini pekerjaan menjadi lebih akurat. Mereka melatih saya seluruh dasar
kerja intelejen. Dan komunikasi kami lewat internet, mengirim informasi lewat
telepon seluler yang mereka berikan. Dari sini saya mulai mengumpulkan
informasi yang paling akurat dan vital tentang tokoh-tokoh intifadhah secara
rutin. Posisi saya sebagai reporter, membuat saya dapat bergabung dengan
seluruh unsur Mujahidin.
Saya mendapatkan informasi yang sangat penting karena saya dianggap sebagai
pejuang. Karena kedekatan saya dengan para pemimpin perlawanan dan pantauan
saya terhadap posisi gerakan dan tempat tidur mereka saya telah memudahkan
banyak pembunuhan melalui pesawat, penangkapan malam hari atau dengan menembak
kendaraan. Dan saya telah merekrut banyak orang untuk kepentingan zionis dengan
upah rendah tidak lebih dari 1500 chikel per bulan.
Wartawan: Kami mengetahui bahwa anda dapat mengintervensi beberapa jamaah
Islamiyyah, bagaimana itu?
Agen: Sesungguhnya zionis sudah memanfaatkan kepolosan dan ketidak hati-hatian
orang-orang Palestina. Kami ditugaskan membuat beberapa situs dengan nama:
Palestine Islamiyyah, al-Jihad al-Muqaddas, Tahrir al-Quds, Syababul
Intifadhah, dan lain-lain. Dengan situs-situs ini kami berhubungan dengan
banyak anak muda yang memiliki semangat jihad. Kami janjikan kepada mereka
untuk membiayai mereka dengan uang dan senjata, dengan menyebutkan bahwa dana
tersebut bersumber dari orang-orang kaya dari Teluk dan aktivis Islam di Mesir,
Yordan dan Kuwait.
Begitulah, kami dapat menembus banyak mata rantai Mujahidin dan merasuk ke
dalam tubuh mereka dengan mengatasnamakan Islam dan jihad. Dan yang lebih
berbahaya, kami dapat memperalat orang-orang yang bersemangat tinggi, khususnya
orang-orang Salafiy untuk menyebarkan buku-buku yang menimbulkan fitnah dan
perpecahan di kalangan umat Islam. Buku-buku ini, sebenarnya dicetak dan
dibiayai dengan biaya dari Mossad untuk membuat pertempuran marginal antara
aktivis Islam, khususnya antara Syiah dan Sunnah di Palestina, Pakistan,
Yaman, dan Yordan.
Puluhan judul buku-buku yang menyerang Syiah dengan cara menjijikkan, dan buku
lain yang menyerang Sunnah, sudah dicetak. Dan dimanfaatkan juga orang-orang
yang fanatik dari kedua belah pihak, setelah diyakinkan bahwa buku-buku
tersebut dicetak oleh para dermawan Teluk dengan cetakan lux. Selebihnya,
pekerjaan akan dilakukan oleh mereka yang teripu dari kelompok fanatik Sunnah
seperti Salafiyyin dan lain-lain. Tujuan utama dari pencetakan dan penyebaran
buku ini, adalah menimbulkan fitnah dan kebencian serta saling mengkafirkan
antarpihak dan menyibukkan mereka dengan pertarungan sampingsan sesama mereka,
agar Israel dapat merealisasikan tujuannya, yaitu menghancurkan Islam, menelan
tanah air, menghapus identitas generasi muda melalui penyebaran dekadensi
moral, atau menggunakan orang-orang yang tersingkir di luar kehidupan, fanatik
dan keras kepala. Hati mereka penuh dengan kebencian terhadap saudara mereka
sesama Muslim, baik Sunnah atau Syiah.
Dalam hal ini, jaringan Mossad telah cukup sukses menjalankan missinya. Anda
dapat melihat kira-kira semua masjid dan perkumpulan anak muda di Yaman,
Pakistan, dan Palestina tenggelam dengan buku-buku ini, yang dicetak dan
dibagikan secara gratis; yang dikesankan seolah-olah dibiayai dari kocek para
donatur kaya Arab Saudi, padahal Mossad ada di belakang semua ini. Sayang
sekali, banyak orang-orang yang tidak menyadari, termasuk para imam masjid,
khatib-khatib, dan dai-dai yang menyibukkan diri secara ikhlas dan serius
dengan menyebarkan buku-buku beracun minimal bisa dikatakan buku-buku lancang
dan fitnah. Fitnah lebih berbahaya dari pembunuhan. Karena pikiran mereka
sempit, maka mereka tidak berpikir tentang tujuan sebenarnya dari penyebaran
buku-buku ini, yang meniupkan kebencian, perpecahan dan fitnah khususnya
hari-hari belakangan ini.
Buku-buku ini telah mulai menuai pengaruhnya di Pakistan. Orang-orang yang
menyebut dirinya pengikut Ahlu Sunnah wal jamaah, membentuk Tentara Shahabat
dan menyerang kaum Syiah dalam ritual dan rumah-rumah, membunuh mereka ketika
shalat Shubuh.
Sebuah pembantaian ganas yang menyedihkan meninggalkan ribuan mayat. Di lain
pihak membentuk Tentara Muhammad bereaksi dengan balasan yang lebih keras,
ratusan orang terbunuh di kedua belah pihak tiap bulan. Pembantaian berdarah,
kedengkian, membuat-buat pertempuran sampingan, fitnah yang berbahaya dengan
pahlawan Khawarij zaman sekarang, dimanfaatkan oleh Mossad untuk menyulut
fanatisme, pengkafiran, pembunuhan, untuk melemahkan negara Islam pertama yang
memiliki bom atom, Pakistan.
Sedangkan rencana mereka di Yaman, sampai saat ini pekerjaan masih berjalan
dengan serius dan hasilnya sebentar lagi akan bisa dilihat. Namun sangat
disayangkan, khusus tentang pemicu fitnah di Palestina, seluruh tujuan tidak
tercapai seperti di Pakistan dan Yaman.
Wartawan: Sekarang apakah anda menyesal? Di mana mata hati anda ketika anda
menunjukkan tempat-tempat persembunyian tokoh-tokoh perlawanan kepada zionis,
agar dibunuh dengan keji beserta keluarga mereka dengan pesawat Apache dan
roket-roket mereka?
Agen: Apalah gunanya penyesalan. Saya merasa sedih ketika mereka memusnahkan
sebuah bangunan beserta penghuninya hanya untuk membunuh salah seorang
Mujahidin yang dicari, di mana operasi ini menyebabkan terbunuhnya 17 anak
kecil dan wanita juga sang Mujahid yang dicari. Sayalah penyebabnya, sungguh
sayang. Karena itu, saya berhak dihukum dengan hukuman yang diputuskan
pengadilan, yaitu eksekusi.
Mengenal Gerakan Agen Mossad
Semangat menghidupkan sunnah Nabi SAW di satu segi, dan memposisikan gerakan
Islam di luar komunitasnya sebagai bidah, khawarij, dan tuduhan lain yang jauh
dari kesan Islami; tanpa dibarengi dengan wawasan ilmu, pemahaman syariah dan
siyasah secara memadai, membuat mereka mudah diprovokasi dan diperalat
musuh-musuh Islam. Banyak gerakan Islam, dalam melawan zionisme dan hegemoni
AS, justru diperalat oleh musuh dengan mengusung doktrin zionis tanpa disadari,
sehingga mudah dihancurkan.
Penting bagi aktivis Islam untuk mengenal di antara karakteristik ormas, orpol,
maupun gerakan Islam, yang kadangkala tanpa disadari menjadi alat musuh untuk
menghancurkan Islam. Berdasarkan kajian dan pengalaman karakteristik mereka itu
dapat dikenali antara lain:
1. Mendukung kekuasaan rezim yang zhalim secara apriori, selama penguasa
tersebut masih melakukan shalat. Alasannya, karena Nabi memerintahkan taat
kepada penguasa Muslim yang masih shalat sekalipun berbuat durhaka atau zhalim.
Enam puluh tahun di bawah penguasa zhalim, lebih baik daripada sehari tanpa
pemimpin, kata mereka. Sementara mereka mengabaikan ayat Al-Quran yang
melarang membantu orang-orang zhalim yang berkhianat kepada Allah dan rasul-Nya.
2. Mengklaim pahamnya paling benar tanpa mau diajak dialog mendengarkan hujjah
dari pihak Muslim yang dikategorikan sesat.
3. Mengajak umat untuk menjauhi politik, dan memfokuskan diri dalam aqidah dan
ibadah dalam pengertian sempit.
4. Gemar mengabaikan hujjah lawan sekalipun hujjah itu dari Al-Quran dan
hadits shahih hanya karena hujjah tersebut tidak berasal dari syeikh-nya.
5. Mempersempit sumber-sumber pemahaman agama, dan hanya menerima dari ulama
panutannya atau pemahaman dari kelompoknya sendiri secara terbatas, dengan
menganggap pemahaman jalur lain sebagai bidah.
6. Sangat mengecam perilaku yang dikategorikan tasabbuh dengan golongan kafir
dan musyrik. Tapi, mengikuti cara berpikir dan kepemimpinan golongan zionis
dengan menempatkan pendapat ulama panutannya melebihi Al-Quran dan hadits.
7. Menampilkan identitas tertentu untuk membedakan diri dengan kelompok lain
secara fanatik sebagaimana halnya dengan sekte-sekte di lingkungan Yahudi dan
Kristen.
8. Mengambil ajaran agama dengan mengutamakan hal-hal yang bersifat personal
dan keluarga, tapi mengabaikan masalah kenegaraan dan jihad. Hal ini sejalan
dengan doktrin Kristen: Berikan hak Kaisar kepada Kaisar, dan hak Tuhan kepada
Tuhan.
9. Sangat membenci, bahkan memusuhi gerakan Islam yang menuntut pemberlakuan
Syariah Islam secara kaffah, terutama ajaran amar makruf nahyu mungkar dan
jihad. [Hidayatullah]
(Risalah Mujahidin Edisi 7 Th I Rabiul Awal 1428 H / April 2007 M, hal. 42-46)
---------------------------------
Yahoo! Answers - Get better answers from someone who knows. Tryit now.
[Non-text portions of this message have been removed]
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]