Barangkali sudah 5 menit, atau mungkin masih dalam jarak menempuh 5 menit saya tidak mendapatkan ide sama sekali. Kosong. Akhirnya, saya memilih merenung daripada berpikiran yang tiada guna. Ketika sudah hanyut dalam renungan, tiba-tiba bel berbunyi. Saya terperanjat. Masih berbias lesu, saya buka daun pintu. Dan ternyata seorang perempuan, entah apakah dia penduduk Mesir atau bukan. Yang jelas, gadis itu bermata sayu. Cantik nan indah. Tanpa basa-basi, gadis itu berkata pada saya, "Aku adalah pelacur." Saya terkejut mendengar kata-kata itu. Sebab, tidak biasanya di negeri ini ada seorang perempuan yang sudi mengaku dirinya sebagai pelacur. Baru malam ini. "Dan, kamu gak usah terkejut mendengar perkataanku. Karena aku bukanlah pelacur yang melacurkan diri untuk harta. Tapi, saya pelacur yang melacurkan diri pada Yang Maha Kuasa." Sambungnya kemudian mengakhiri kata-katanya. Setelah itu dia pergi meninggalkan saya yang masih bengong di depan pintu. Entahlah, sampai saat ini saya masih termangu di pintu ini. Tidak beranjak pergi dan kembali merenungi ilusi. Tetap di sini. Sampai pagi. Bukankah, terlalu banyak apa yang kita dapatkan hanya dalam semenit. Namun, kita pun terkadang lupa untuk mencatatnya. Kairo, 15 Juni 2007 "Ketika sang fajar mengetuk pintu kamarku." Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]
