BIsmilahirrahmanirrahiim
Sekiranya kita beriman kepada perawi2 atau sanad2 yang sering tuduh menuduh,
apakah tidak berbahaya menentukan sebuah Hadits saih atau tidak? Hanya
berdasarkan kemapada kridibilitas seseorang menurut sponsor?
Apakah tidak tergolong syirik beriman kepada orang2 yangsaling tuduh menuduh
itu....dan lagi hadits2 itu TIDAK pernah di konfermasikan kepada Rasulullah
saw, dan juga kridibilitas sanad2 juga tidak mendapat konfermasi dr Rasulullah
swa.
Agar kita umat islam tidak jatuh syirik, maka setiap hadits itu baik muslim
bukhari dll haruslah di FILTER dgn ucapan Rasulullahsaw di Al quran yang
berjumlah 6448 ayat.
Kalau Hadits itu bertentangan dgn ayat2 ALLAH, maka Hadits itu bukan ucapan
Rasul....kalau tidak bertentangan maka Hadits itu saih...
Cara menguji kesaihan sebuah Hadits seperti ini akan jauh lebih
efektif,terhindar dari dosa syirik. Berbahayanya kalau ada Hadits yang di
sisipin oleh orang2 musrik,maka akibtnya fatal bagi umat islam.
Mari saya ajak anda bahawa hadits dibawah ini adalah saih dan tidak
bertentangan dgn ayat ALLAH.
1."Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina sekalipun."HR Buhaiqi
Hadits ini memperkuat sebuahb ayat ALLAH dibawah ini,dimana ALLAH mengatakan
bahwa belajarlah kamu ke negara2 lain non islam agar saling kenal mengenal.
Jadi Hadits itu TIDAK bertentangan dgn ayat ALLAH dibawah ini bukan? Maka
Hadits itu saih.
Ayat ALLAH QS.49:13.
Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan
seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku
(bermacam bahasa/budhaya dan keyakinan) kamu saling kenal mengenal (saling
belajar). Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah
ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha
Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS.49:13).
íóÜٰٓÃóíøõÀóÇ ٱáäøóÇÓõ ÅöäøóÇ ÎóáóÞۡäóÜٰßõã
ãøöä ÐóßóÑò۬ æóÃõäËóìٰ æóÌóÚóáۡäóÜٰßõãۡ
ÔõÚõæÈð۬Ç æóÞóÈóÇٓٮٕöáó áöÊóÚóÇÑóÝõæٓÇúۚ
Åöäøó ÃóڪۡÑóãóßõãۡ ÚöäÏó ٱááøóåö
ÃóÊۡÞóٮٰßõãۡۚ Åöäøó ٱááøóåó Úóáöíãñ
ÎóÈöíÑñ۬ (١٣
Bacalah sebuah penjelasan dr Uztad kita di eramuslim dibawah ini yang merujuk
kepada sanad2 yangsaling tuduh menuduh.
Assalamu'alaikum wr, wb.
Saya sering mendengar para penceramah menyitir sebuah dalil "Tuntutlah ilmu
sampai ke negeri Cina."
Bagaimana kedudukan haditsnya? Ada yang mengatakan hadits itu palsu, tapi
kalau dilihat isinya kok ada benarnya?
Mohon penjelasan, ustadz.
Wassalamu'alaikum wr, wb.
Azmi
Jawaban
Assalamu 'alaikum wr. wb.
Kalimat tuntutlah ilmu sampai negeri Cina mungkin ada benarnya. Sebab
negeri Cina banyak memiliki khazanah kekayaan ilmu pengetahuan.
Ilmu ketabiban Cina sejak zaman dahulu sudah sangat terkenal. Para
tabib Cina terkenal kepiawaiannya di seantero jagad. Bahkan hingga hari ini
mereka pun tetap unggul di bidang kedokteran modern.
Orang Cina disebut-sebut sebagai penemu kertas yang pertama kali dalam
sejarah.
Selain ilmu kedokteran dan pengetahuan, ilmu bela diri juga berkembang
pesat di Cina.
Sastra dan budaya Cina juga merupakan sebuah keunikan tersendiri.
Yang menarik, negeri Cina di masa khulafaurrasyidin telah bersentuhan
dengan para shahabat. Bakan di masa khalifah Utsman bin Affan, bangsa
itu telah memelk agama Islam. Meski belum seluruhnya.
Namun boleh dibilang bahwa Islam sebagai agama telah masuk ke Cina
terlebih dahulu dari pada Nusantara.
Bahkan para sejarawan meyakini bahwa sebagian dari penyebar agama Islam
di tanah Jawa adalah para da'i dari negeri Cina.
Bahkan model pakaian orang Cina menjadi pakaian khas umat Islam di
negeri kita. Baju 'koko' konon model baju Cina yang kni terlanjur menjadi
model baju para kiai, ustadz, dan penceramah.
Namun kalau kita kembal ke titik masalah, kalimat tuntutlah ilmu sampai
ke negeri Cina bukanlah sabda nabi Muhammad Saw.
Kalimat ini memang ada perawinya yang diklaim sampai nabi Muhammad SAW.
Setidajnya ada 3 jalur yang berbeda. Namun ketiganya bermasalah semua.
1. Sanad Pertama
Sanad bermasalah yang pertama adalah:
1. Dari Alhasan bin Athiyah
2. dari Abu Atikah Tarif bin Sulaiman
3. dari Anas bin Malik
4. dari nabi SAW
Yang menjadi biang kerok adalah Abu Atikah, perawi nomor dua. Dia ini
disepakati oleh para kritikus hadits sebagai PEMALSU hadits.
Al-Bukhari, Annasai, Abu Hatim dan lainnya sepakat bahwa Abu Atikah
tidak punya kredibilitas sebagai perawi hadits.
Imam Ibnu Hibban tegas menetapkan hadits ini BATHIL LAA ASHLA LAHU
(batil, tidak ada asalnya. Pernyataan itu diulang lagi oleh As-Sakhawi
dalam kitabnya al-Maqashid al-Hasanah.
Imam Ahmad bin Hanbal juga menentang keras hadits tersebut.
Ibnul Jauzy memasukkkan haits itu ke dalam kitabnya khusus koleksi
hadits palsu Al-Maudhu'aat.
2. Sanad Kedua
Sanad kedua ini juga bermasalah, yaitu lewat jalur:
- dari Ahmad bin Abdullah
- dari Maslamah bin Alqashim
- dari Ya'qub bin Ishaq bin Ibrahim Alasqalani
- dari Ubaidillah bim Muhammad Al-Fiyabi
- dari AzZuhri
- Anas bin Malik ra
- dari nabi SAW
Yang bermasalah adalah Ya'qub bin Ibrahim. Dia adalah seorang pendusta,
menurut Azzahabi.
3. Sanad Ketiga
Dalam sanad ketiga, ada seorang perawi bernama Ahmad bin Abdullah
Aljuwaibiri. Dia juga dikenal sebagai seorang PEMALSU hadits.
Maka dengan demikian jelaslah bahwa kalimat tuntutlah ilmu sampai
negeri Cina bukanlah perkataan Rasulullah SAW. Karena tidak satupun yang
sanadnya sampai kepada Rasulullah.
Kalimat itu mungkin ada benarnya, tetapi bukan sabda baginda Nabi
Muhammad SAW.
Wallahu a'lam bisshawab.
Wassalamu 'alaikum wr. wb.
Ahmad Sarwat, Lc
---------------------------------
Moody friends. Drama queens. Your life? Nope! - their life, your story.
Play Sims Stories at Yahoo! Games.
[Non-text portions of this message have been removed]