waktu sekolah saya mendapat pengertian bahwa hadits adalah segala ucapan, tindakan, dan tingkah laku nabi Muhammad saw. saya sependapat bahwa setiap hadits harus 'dikonfirmasikan' dengan al-Quran, karena tentu saja firman Allah SWT kedudukannya lebih tinggi daripada hadits rasulullah saw. tetapi kita tidak bisa begitu saja mengabaikan jerih payah para ulama yang kemudian kita kenal memilah tingkatan hadits dari shahih ..dan seterusnya. bukankah kita tidak bisa sedemikian gampangnya mengiyakan sebuah hadits yang sudah dikenal sebagai hadits palsu (berdasarkan kajian ulama) sebagai asli dari nabi saw hanya karena ia tidak bertentangan dengan al-Quran ? padahal bisa jadi itu (hadits palsu) cuma ucapan bijak seorang ulama ? wallahu a'lam... ----- Original Message ----- From: abdul latif To: [EMAIL PROTECTED] Cc: [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [email protected] Sent: Monday, July 30, 2007 9:48 AM Subject: [kmnu2000] TUNTUTLAH ILMU SAMPAI KENEGRI CHINA...PALSU ATAU SAIH..??
BIsmilahirrahmanirrahiim Sekiranya kita beriman kepada perawi2 atau sanad2 yang sering tuduh menuduh, apakah tidak berbahaya menentukan sebuah Hadits saih atau tidak? Hanya berdasarkan kemapada kridibilitas seseorang menurut sponsor? Apakah tidak tergolong syirik beriman kepada orang2 yangsaling tuduh menuduh itu....dan lagi hadits2 itu TIDAK pernah di konfermasikan kepada Rasulullah saw, dan juga kridibilitas sanad2 juga tidak mendapat konfermasi dr Rasulullah swa. Agar kita umat islam tidak jatuh syirik, maka setiap hadits itu baik muslim bukhari dll haruslah di FILTER dgn ucapan Rasulullahsaw di Al quran yang berjumlah 6448 ayat. Kalau Hadits itu bertentangan dgn ayat2 ALLAH, maka Hadits itu bukan ucapan Rasul....kalau tidak bertentangan maka Hadits itu saih... Cara menguji kesaihan sebuah Hadits seperti ini akan jauh lebih efektif,terhindar dari dosa syirik. Berbahayanya kalau ada Hadits yang di sisipin oleh orang2 musrik,maka akibtnya fatal bagi umat islam. Mari saya ajak anda bahawa hadits dibawah ini adalah saih dan tidak bertentangan dgn ayat ALLAH. 1."Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina sekalipun."HR Buhaiqi Hadits ini memperkuat sebuahb ayat ALLAH dibawah ini,dimana ALLAH mengatakan bahwa belajarlah kamu ke negara2 lain non islam agar saling kenal mengenal. Jadi Hadits itu TIDAK bertentangan dgn ayat ALLAH dibawah ini bukan? Maka Hadits itu saih. Ayat ALLAH QS.49:13. Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku (bermacam bahasa/budhaya dan keyakinan) kamu saling kenal mengenal (saling belajar). Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS.49:13). íóÜٰٓÃóíøõÀóÇ ٱáäøóÇÓõ ÅöäøóÇ ÎóáóÞۡäóÜٰßõã ãøöä ÐóßóÑò۬ æóÃõäËóìٰ æóÌóÚóáۡäóÜٰßõãۡ ÔõÚõæÈð۬Ç æóÞóÈóÇٓٮٕöáó áöÊóÚóÇÑóÝõæٓÇúۚ Åöäøó ÃóڪۡÑóãóßõãۡ ÚöäÏó ٱááøóåö ÃóÊۡÞóٮٰßõãۡۚ Åöäøó ٱááøóåó Úóáöíãñ ÎóÈöíÑñ۬ (١٣ Bacalah sebuah penjelasan dr Uztad kita di eramuslim dibawah ini yang merujuk kepada sanad2 yangsaling tuduh menuduh. Assalamu'alaikum wr, wb. Saya sering mendengar para penceramah menyitir sebuah dalil "Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina." Bagaimana kedudukan haditsnya? Ada yang mengatakan hadits itu palsu, tapi kalau dilihat isinya kok ada benarnya? Mohon penjelasan, ustadz. Wassalamu'alaikum wr, wb. Azmi Jawaban Assalamu 'alaikum wr. wb. Kalimat tuntutlah ilmu sampai negeri Cina mungkin ada benarnya. Sebab negeri Cina banyak memiliki khazanah kekayaan ilmu pengetahuan. Ilmu ketabiban Cina sejak zaman dahulu sudah sangat terkenal. Para tabib Cina terkenal kepiawaiannya di seantero jagad. Bahkan hingga hari ini mereka pun tetap unggul di bidang kedokteran modern. Orang Cina disebut-sebut sebagai penemu kertas yang pertama kali dalam sejarah. Selain ilmu kedokteran dan pengetahuan, ilmu bela diri juga berkembang pesat di Cina. Sastra dan budaya Cina juga merupakan sebuah keunikan tersendiri. Yang menarik, negeri Cina di masa khulafaurrasyidin telah bersentuhan dengan para shahabat. Bakan di masa khalifah Utsman bin Affan, bangsa itu telah memelk agama Islam. Meski belum seluruhnya. Namun boleh dibilang bahwa Islam sebagai agama telah masuk ke Cina terlebih dahulu dari pada Nusantara. Bahkan para sejarawan meyakini bahwa sebagian dari penyebar agama Islam di tanah Jawa adalah para da'i dari negeri Cina. Bahkan model pakaian orang Cina menjadi pakaian khas umat Islam di negeri kita. Baju 'koko' konon model baju Cina yang kni terlanjur menjadi model baju para kiai, ustadz, dan penceramah. Namun kalau kita kembal ke titik masalah, kalimat tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina bukanlah sabda nabi Muhammad Saw. Kalimat ini memang ada perawinya yang diklaim sampai nabi Muhammad SAW. Setidajnya ada 3 jalur yang berbeda. Namun ketiganya bermasalah semua. 1. Sanad Pertama Sanad bermasalah yang pertama adalah: 1. Dari Alhasan bin Athiyah 2. dari Abu Atikah Tarif bin Sulaiman 3. dari Anas bin Malik 4. dari nabi SAW Yang menjadi biang kerok adalah Abu Atikah, perawi nomor dua. Dia ini disepakati oleh para kritikus hadits sebagai PEMALSU hadits. Al-Bukhari, Annasai, Abu Hatim dan lainnya sepakat bahwa Abu Atikah tidak punya kredibilitas sebagai perawi hadits. Imam Ibnu Hibban tegas menetapkan hadits ini BATHIL LAA ASHLA LAHU (batil, tidak ada asalnya. Pernyataan itu diulang lagi oleh As-Sakhawi dalam kitabnya al-Maqashid al-Hasanah. Imam Ahmad bin Hanbal juga menentang keras hadits tersebut. Ibnul Jauzy memasukkkan haits itu ke dalam kitabnya khusus koleksi hadits palsu Al-Maudhu'aat. 2. Sanad Kedua Sanad kedua ini juga bermasalah, yaitu lewat jalur: - dari Ahmad bin Abdullah - dari Maslamah bin Alqashim - dari Ya'qub bin Ishaq bin Ibrahim Alasqalani - dari Ubaidillah bim Muhammad Al-Fiyabi - dari AzZuhri - Anas bin Malik ra - dari nabi SAW Yang bermasalah adalah Ya'qub bin Ibrahim. Dia adalah seorang pendusta, menurut Azzahabi. 3. Sanad Ketiga Dalam sanad ketiga, ada seorang perawi bernama Ahmad bin Abdullah Aljuwaibiri. Dia juga dikenal sebagai seorang PEMALSU hadits. Maka dengan demikian jelaslah bahwa kalimat tuntutlah ilmu sampai negeri Cina bukanlah perkataan Rasulullah SAW. Karena tidak satupun yang sanadnya sampai kepada Rasulullah. Kalimat itu mungkin ada benarnya, tetapi bukan sabda baginda Nabi Muhammad SAW. Wallahu a'lam bisshawab. Wassalamu 'alaikum wr. wb. Ahmad Sarwat, Lc --------------------------------- Moody friends. Drama queens. Your life? Nope! - their life, your story. Play Sims Stories at Yahoo! Games. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------------------------------------------------ Internal Virus Database is out-of-date. Checked by AVG Free Edition. Version: 7.5.476 / Virus Database: 269.10.14/912 - Release Date: 7/22/2007 7:02 PM [Non-text portions of this message have been removed]
