hiiiiiiiiiiiiiiiiiiututftfylkgfh

----- Pesan Asli ----
Dari: kk_heru <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Kamis, 2 Agustus, 2007 10:57:06
Topik: [kmnu2000] Gereja pun Harus Sopan!









  


    
            http://hidayatullah .com/index. php?

option=com_content& task=view& id=5115&Itemid= 1



Akhirnya, Ke Gereja pun Harus Sopan!      



Rabu, 01 Agustus 2007  

Biasanya, jemaah gereja boleh berpakaian terbuka atau mini. Tapi baru-

baru ini, Keuskupan Agung Manila bikin peraturan "Berpakaian Sopan" 

saat Misa  



Hidayatullah. com—Kesabaran Monsignor Cayetano Gerbolingo mungkin akan 

bertambah menghadapi jemaah gerejanya ke depan nanti. Maklum saja, 

peraturan terbaru keuskupan tentang 'pakaian sopan' di wilayah gereja 

mungkin akan sangat terasa bagi umanya. 



Pria yang juga administrator di katedral  Cebu,  Manila ini 

mengatakan, ia lebih senang memberi "nasehat penuh kebapaan" kepada 

umat dan memperingatkan para imam agar jangan "menghina" umat yang 

datang ke gereja. Demikian kutip Gerbolingo sebagaimana dikutip UCA 

News.



Menurut Gerbolingo, banyak sejumlah buruh --terutama di bidang 

konstruksi, bekerja bahkan pada hari-hari Minggu dan ingin menghadiri 

Misa—baginya, celana pendek dan baju dalam bisa "tidak pantas" di 

satu konteks tetapi pantas di konteks yang lain. Namun dia menekankan 

bahwa berpakaian tidak pantas memang bisa "mengganggu" umat, tapi itu 

bukan dosa.



Bagi Lanelyn Carillo, seorang karyawati kantor di Manila, dirinya 

akhirnya "sadar" akan cara dia berbusana ketika menghadiri Misa 

setelah melihat sebuah poster di luar gereja yang 

memperlihatkan "pantas tidaknya berpakaian."



Ketika menghadiri Misa di Gereja St. Yohanes Pembaptis di Quiapo, 

pusat kota Manila, bulan Juli,  dia, biasanya mengenakan jeans dan 

kaos, namun pada hari Minggu dia memilih yang terbaik ditambah dengan 

pakaian luar lainnya setelah ada peraturan tentang pakaian. 



"Saya yakin, pedoman baru itu akan memperkuat" rasa hormat orang 

Filipina terhadap "tempat suci," lanjutnya.



Poster-poster di luar gereja itu menggambarkan "pakaian yang pantas" 

untuk Misa. Paroki-paroki lain di keuskupan agung itu juga memasang 

poster-poster sejak 19 Juni ketika Pelayanan Urusan Liturgi (MLA, 

Ministry for Liturgical Affairs) memberikan pedoman itu kepada para 

imam.



Menurut pandangan Carillo, "tidak ada salahnya" dengan 

berpakaian "sesuai keinginan Anda untuk dilihat orang," 

namun "kebebasan" seperti itu toh ada batas-batasnya.



Namun di Paroki Bunda Maria Kaum Tersingkir di Marikina City, Manila, 

Lito Limbo (64)  mengkritik aturan berpakaian itu sebagai suatu 

paksaan "yang tak dapat diterima." 



"Apa yang ada di hati orang itulah yang lebih penting," kata pria itu 

kepada UCA News. Limbo juga prihatin bahwa aturan berpakaian itu akan 

membuat jumlah orang ke gereja akan semakin "merosot."



"Katolik KTP"



Banyak wanita menahan diri untuk tidak memakai pakaian mini dan 

pakaian yang terbuka di dada bila ke gereja. Namun ada juga sementara 

orang yang yakin bahwa orang mestinya berbusana sesuai keinginannya, 

kendati Keuskupan Agung Manila sudah mengeluarkan sebuah pedoman baru 

tentang berbusana sepantasnya bila menghadiri Misa.



Berbagai pendapat itu muncul tatkala Departemen Urusan Liturgis (MLA) 

mengeluarkan garis pedoman kepada pendeta tentang `pakaian pantas' 

dalam Misa pada tanggal 19 Juni 2007.



Pastor Godwin Tatlonghari, pelayanan asisten MLA, mengeluarkan surat 

edaran berisi pedoman-pedoman untuk pastor-pastor paroki, para 

kapelan, dan para rektor di berbagai tempat ziarah di keuskupan agung.



Dalam petunjuk peraturan itu, kaum pria diminta mengenakan kemeja 

berkerah dan celana panjang atau jeans, tetapi "tidak pantas" kalau 

memakai topi, pakaian olahraga, dan celana pendek. Perempuan dianggap 

pantas mengenakan blus berkerah, rok, "pakaian kantor atau seragam 

sekolah."



Tapi wanita dilarang berpakaian "tidak pantas" di gereja seperti 

menggunakan; blus dengan spaghetti trap atau tank top, rok mini atau 

skimpy short, baju tanpa lengan atau baju dengan leher terbuka.



Selain itu, dalam surat edaran, para umat sendiri meminta para imam 

untuk memperhatikan "peningkatan jumlah umat" yang menghadiri Misa 

dan acara-acara Gereja lainnya "berpakaian sedemikian rupa sehingga 

malah memperlihatkan tidak adanya rasa hormat akan kekudusan Rumah 

Tuhan dan kesakralan perayaan liturgis."



Corazon Yamsuan, Direktur Komunikasi Keuskupan Agung Manila, 

mengatakan,  pelayanan liturgis tidak membahas sanksi-sanksi, seperti 

menolak memberi Komuni atau melarang memasuki gedung gereja. 



"Paroki-paroki memilih untuk lebih baik bicara secara individual 

dengan mereka yang berpakaian kurang pantas, tapi itu hanya untuk 

mengingatkan mereka," kata Yamsuan. 



Pedoman aturan berpakaian itu dikeluarkan sebagai "peringatan" untuk 

umat yang datang ke gereja tentang "bersikap pantas" di gereja dan 

dalam Misa, jelas perempuan itu.



Survei Kaum Muda Katolik Nasional tentang Gereja di tahun 2002 

menggambarkan kebanyakan kaum muda Katolik Filipina sebagai "orang 

yang tercatat sebagi Katolik". 



Sekitar 44,9 persen orang Filipina Katolik yang berusia 13-39 tahun 

dilaporkan justru "jarang mempraktekkan imannya," dan hingga 3,8 

persen mengatakan mereka bahkan "tak pernah mempraktekkan imannya." 



Survei itu mendefinisikan "nominal Catholics" alias "Katolik KTP". 

Sebagai orang yang menghayati imannya "secara personal," seperti 

berdoa atau melakukan perbuatan baik, namun "jarang sekali" pergi 

menghadiri Misa di gereja. Kasus aturan busana ini mungkin akan 

menjadi bahasan panjang dalam Kristen. Dalam Islam, yang mengenal 

konsep aurat atau batas minimal bagian anggota tubuh manusia yang 

wajib ditutup, sudah lama selesai. [cha, dari UCA 

News/www.hidayatull ah.com]





    
  

    
    




<!--

#ygrp-mlmsg {font-size:13px;font-family:arial, helvetica, clean, sans-serif;}
#ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}
#ygrp-mlmsg select, input, textarea {font:99% arial, helvetica, clean, 
sans-serif;}
#ygrp-mlmsg pre, code {font:115% monospace;}
#ygrp-mlmsg * {line-height:1.22em;}
#ygrp-text{
font-family:Georgia;
}
#ygrp-text p{
margin:0 0 1em 0;}
#ygrp-tpmsgs{
font-family:Arial;
clear:both;}
#ygrp-vitnav{
padding-top:10px;font-family:Verdana;font-size:77%;margin:0;}
#ygrp-vitnav a{
padding:0 1px;}
#ygrp-actbar{
clear:both;margin:25px 0;white-space:nowrap;color:#666;text-align:right;}
#ygrp-actbar .left{
float:left;white-space:nowrap;}
.bld{font-weight:bold;}
#ygrp-grft{
font-family:Verdana;font-size:77%;padding:15px 0;}
#ygrp-ft{
font-family:verdana;font-size:77%;border-top:1px solid #666;
padding:5px 0;
}
#ygrp-mlmsg #logo{
padding-bottom:10px;}

#ygrp-vital{
background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;padding:2px 0 8px 8px;}
#ygrp-vital #vithd{
font-size:77%;font-family:Verdana;font-weight:bold;color:#333;text-transform:uppercase;}
#ygrp-vital ul{
padding:0;margin:2px 0;}
#ygrp-vital ul li{
list-style-type:none;clear:both;border:1px solid #e0ecee;
}
#ygrp-vital ul li .ct{
font-weight:bold;color:#ff7900;float:right;width:2em;text-align:right;padding-right:.5em;}
#ygrp-vital ul li .cat{
font-weight:bold;}
#ygrp-vital a {
text-decoration:none;}

#ygrp-vital a:hover{
text-decoration:underline;}

#ygrp-sponsor #hd{
color:#999;font-size:77%;}
#ygrp-sponsor #ov{
padding:6px 13px;background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;}
#ygrp-sponsor #ov ul{
padding:0 0 0 8px;margin:0;}
#ygrp-sponsor #ov li{
list-style-type:square;padding:6px 0;font-size:77%;}
#ygrp-sponsor #ov li a{
text-decoration:none;font-size:130%;}
#ygrp-sponsor #nc {
background-color:#eee;margin-bottom:20px;padding:0 8px;}
#ygrp-sponsor .ad{
padding:8px 0;}
#ygrp-sponsor .ad #hd1{
font-family:Arial;font-weight:bold;color:#628c2a;font-size:100%;line-height:122%;}
#ygrp-sponsor .ad a{
text-decoration:none;}
#ygrp-sponsor .ad a:hover{
text-decoration:underline;}
#ygrp-sponsor .ad p{
margin:0;}
o {font-size:0;}
.MsoNormal {
margin:0 0 0 0;}
#ygrp-text tt{
font-size:120%;}
blockquote{margin:0 0 0 4px;}
.replbq {margin:4;}
-->








      ________________________________________________________ 
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi 
Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke