Saat saya kecil dulu, saya juga sangat sebel jika disuruh tidur siang oleh bapak. Gimana nggak sebel, pulang sekolah kan yg paling asyik maen layangan di lapangan sama temen2. Angin siang yang lumayan kenceng, sangat bagus dan tepat buat naikin layangan. Dan bisanya juga lagi rame-rame nya beradu layangan.
Nah, kesebalan semakin memuncak pada saat bapak nyamperin kita ke lapangan dan sambil njewer kuping nyuruh pulang untuk tidur siang. Pernah suatu ketika, bapak sedang berhalangan sehingga tidak sempat untuk nyamperin saya ke lapangan. Sehingga saya bisa sampai puas maen layangan sampai menjelang petang. Pulang ke rumah, mandi, dan pergi ke langgar untuk ngaji sampai maghrib. Habis maghrib bercanda lagi di langgar sampai menjelang waktu isya'. Setelah sholat isya' berjama'ah, biasanya langsung pulang (kalo ga ada kegiata diba'an dan latihan terbang-ngan). Sampai rumah, ternyata mata tidak bisa diajak kompromi dan langsung terlelap tidur. Tidak sempat makan malam dan tidak sempat belajar buat besok sekolah. Sampai suat ketika, saya tersadar bahwa tidur siang memang sangat penting agar sya bisa beraktifitas di malam harinya. Uuugghhh... baru tahu dan baru ngeh kalo bapak memang benar. Kinantaka On 9/4/07, nagan singosari <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Ketika kita masih kecil, sering kali orang tua kita kalau menyuruh kita > untuk berbuat sesuatu, orang tua kita memberikan sesuatu iming-iming baik > iming-iming berupa hadiah atau suatu hukuman. > Seperti contoh ketika orang tua kita meminta tolong kepada kita untuk > membelikan sesuatu barang, maka kita sering diiming-imingi di beri hadiah > uang, kebanyakan kita pada saat itu akan mengikuti perintah karena ada > iming-iming hadiah, atau karena ada perasaan takut pada orang tua, demikian > juga untuk permintaan-permintaan yang lain seperti orang tua kita meminta > kita untuk pergi sekolah. Dan orang tua kita akan sangat marah sekali kalau > kita tidak masuk sekolah atau membolos. > > Dan ketika sudah dewasa, kita sudah dapat berpikir lebih jernih, maka saat > ini kita tahu kedudukan orang tua terhadap kita, sehingga tanpa disuruhpun > kita membelikan barang yang dibutuhkan oleh orang tua (kalau punya uang > tentunya) , demikian juga dalam hal yang lain. > > Setelah dewasalah kita baru sadar bahwa apa-apa yang dulu diperintahkan > dan dilarang oleh orang tua kita itu sebenarnya untuk kepentingan kita juga, > bukan untuk kepentingan orang tua kita, orang tua kita saat ini hanya bisa > melihat dan berdoa tentang kita. > (dan kalau masih belum sadar sampai saat ini maka jiwa kita masih berjiwa > anak-anak) > > Orang tua kita adalah "wakil " Tuhan dalam Rahman Rahim-Nya kepada kita > > Analogi dari itu demikianlah Tuhan terhadap seluruh makhluk ciptaan-Nya > termasuk manusia didalamnya. > > Sehingga kalau kita memandang bahwa perintah-perintah Tuhan (dalam hal ini > agama) itu adalah hanya merupakan tata tertib saja maka cara memandang kita > itu hanyalah seperti cara pandang anak-anak kecil yang belum dewasa. > Dan kalau kita menggunakan cara pandang orang dewasa maka kita akan > menjalankan perintah-perintah Tuhan dengan suka cita karena kita sadar bahwa > perintah-perintah itu untuk kebaikan diri kita sendiri juga. > > "Sesungguhnya manusia itu suka menganiaya dirinya sendiri" Al-Ayat > > Dan kalau dipandang lebih dalam lagi Agama adalah jalan Cinta Tuhan kepada > makhluk-Nya. Demikian juga sebaliknya. > > Persoalannya sekarang terletak pada diimplementasi keber-agama-an > manusia-manusia yang merasa ber-agama dalam memahami dan menafsirkan > Ayat-ayat Cinta Tuhan dan ini tergantung pada kedewasaan berpikir, keluasan > cakrawala pandang manusianya itu sendiri. > > Sehingga yang bermasalah sebenarnya adalah pada manusia-nya bukan Agama > atau Tuhan > > Oleh karena itu mari kita gunakan cara berpikir dan cara pandang orang > dewasa dalam memahami dan menafsirkan Ayat-Ayat Cinta Tuhan > > Salam > > --------------------------------- > Be a better Globetrotter. Get better travel answers from someone who > knows. > Yahoo! Answers - Check it out. > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > [Non-text portions of this message have been removed]
