SETUJU!!! Om Santosa.

Secara tak tahu apa-apa, pemahaman tentang NUKLIR, terkhusus PLTN, perlu ada
informasi yang valid, jelas, dan berimbang. Termasuk KONSTALASI POLITIK
NUKLIR-nya, dan sekaligus KONSTALASI BISNIS ENERGI DAN SUMBERDAYA ALAM yang
terjadi di INDONESIA dan negara-negara maju. Karena ini tampaknya menarik
untuk dikuak secara detail, tanpa *tading aling-aling*.

Saya kira, ini kira-kira saya saja, pemahaman tentang NUKLIR, terkhusus
PLTIN, di antara kita hanya dari *selentingan-selentingan* gosip yang
ujungnya tidak diketahui dari mana asalnya, atas dasar apa, dan bagaimana
penjelasana ilmiahnya. Lalu dampak ekonomi, politik dan sumberdaya alam kita
seperti apa? Apakah benar-benar merugikan atau ada semacam "*clique*"
tertentu yang sedang dimainkan?

Persoalan PLTN akan berdampak merusak, itu ceritanya seperti apa? Bagaimana
pengalaman-pengalaman yang sudah dilakukan selama ini? Bukankah Indonesia
juga sudah memulai proyek PLTN di tempat lainnya? Dan juga negara-negara
lain sudah dan sedang melaksanakan proyek PLTN, ceritanya seperti apa?

Sebagai *Nahdliyin *yang sudah tercerahkan, kita harus tahu itu. Bagi
teman-teman yang mengerti, berbagi informasilah secara obyektif kepada kita.

Salam AMIN SANTOSA
~sf~


On 9/6/07, Santosa Yk <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>   tapi emang sebenarnya agak aneh juga, di bahtsul masail itu kan belum
> mendatangkan ahli2 nuklir, tapi langsung dihukumin haram.
>
> ----- Original Message ----
> From: kh anam <[EMAIL PROTECTED] <gus.anam%40gmail.com>>
> To: [email protected] <kmnu2000%40yahoogroups.com>
> Sent: Thursday, September 6, 2007 9:45:15 AM
> Subject: Re: [kmnu2000] info tentang nuklir
>
> Sejak awal memang ada upaya memetakonflik antara PBNU dan PCNU yang
> dilakukan SECARA SADAR oleh media. Pertama-tama media "menguping" bahtsul
> masail di Jepara lalu ditelponlah salah seorang pengurus PBNU dan kemudian
> muncullah berita "NU Jepara haramkan PLTN, PBNU Terkejut" dan seterusnya
> lalu berhembuslah berita-berita itu seperti angin sepoi-sepoi. Saya kira
> kita perlu juga menjadi "media fraek" yang bisa memanfaatkan media, bukan
> malah dibikit kacau balau. Banyak informasi penting seputar proyek PLTN
> itu
> yang perlu disimak, banyak pengetahuan yang penting di dapat, agar jangan
> terpancing emosi, karena ini adalah persoalan besar: energi besar, politik
> besar dan bisnis besar. Mereka (entah amerika yang kalah tender dengan
> jepang dan korea) berdebat tentang energi dan krisis alam, dan kita
> berfikir
> tentang kejayaan Indonesia beberapa tahun ke depan.
>
> Jadi begitu
>
> On 9/5/07, lakpesdam <[EMAIL PROTECTED] net.id> wrote:
> >
> >
> > Rabu, 05 September 2007 NASIONAL
> >
> > PBNU Diminta Pahami Dinamika Nahdliyyin
> > a.. Terkait PLTN Muria
> > JEPARA- Pernyataan Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi bahwa gaya
> > aspirasi masyarakat calon tapak PLTN Muria bukan gaya NU namun gaya LSM,
> > direaksi keras oleh Ketua PCNU Jepara KH Nuruddin Amin.
> >
> > Pernyataan itu dinilai sebagai kekurangpahaman Hasyim dalam menyikapi
> > dinamika nahdliyyin, terutama masyarakat calon tapak PLTN Muria.
> >
> > ''Saya sangat menyesalkan respons Pak Hasyim yang menyebut gaya demo
> > warga dalam menyalurkan aspirasi sebagai gaya LSM, dan bukan gaya NU.
> Apa
> > beda gaya NU dengan gaya LSM dalam substansi persoalan ini,'' kata
> > Nuruddin
> > Amin yang akrab disapa Gus Nung, Selasa (4/9) di Jepara.
> >
> > Dikatakan, tak kurang dari 5.500 warga Desa Balong, Kecamatan Kembang
> > yang mengosongkan desa dan berjalan kaki menuju gedung PCNU, Sabtu lalu
> > itu
> > hampir semuanya warga nahdliyyin. Mereka melakukan aksi setelah sekian
> > lama
> > aspirasinya tak mendapatkan respons dari Batan, pemerintah kabupaten,
> dan
> > pusat.
> >
> > Warga selalu menelan informasi PLTN akan dibangun di desanya, tapi tak
> > ada sosialisasi sedikit pun. Mereka memahami adanya manfaat dan ancaman
> > kerusakan jika proyek itu dilaksanakan.
> >
> > Namun berdasarkan pengalaman pemerintah yang masih kedodoran menangani
> > bencana, warga khawatir akan kebocoran reaktor limbah radioaktif.
> >
> > ''Jika mereka mengungkapkannya dengan cara demikian setelah
> > bertahun-tahun mengalami kebuntuan, adakah ini salah. Toh mereka tertib
> > dan
> > tidak melanggar hukum. Apa yang dimaksud Pak Hasyim bahwa ini bukan cara
> > NU,'' lanjutnya.
> >
> > ''Pekerjaan NU bukan diukur berapa kadernya yang duduk di kekuasaan
> > legislatif dan eksekutif, tapi bagaimana memperjuangkan persoalan umat
> > yang
> > terancam dan tidak tahu harus mengadu ke mana,'' ujar dia.
> >
> > ''Saya pikir berdasarkan perjalanan sejarah, langkah-langkah advokasi
> > umat masih sangat NU dan tidak perlu dibeda-bedakan dengan LSM atau yang
> > lain. Kami berharap PBNU memahami persoalan nahdliyyin di tingkat
> bawah,''
> >
> > sambungnya.
> >
> > Terkait fatwa haram PLTN Muria, pihaknya akan membawanya ke PBNU.
> > Kemarin tim perumus telah mendiskusikan langkah itu, termasuk utusan
> dari
> > PCNU Pati dan PCNU Kudus. PCNU Jepara secara resmi mendapatkan undangan
> > menghadiri rakernas PBNU yang di dalamnya akan digelar bahtsul masail di
> > PBNU Jakarta, Kamis (6/9) dan Jumat (7/9). Undangan itu dikirim oleh
> Ketua
> >
> > Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PBNU KH Kholil Nafis.
> >
> > Materi PLTN disebut sebagai salah satu persoalan penting yang akan
> > dibahas. PCNU akan mengirimkan tim perumus fatwa ke forum tersebut.
> >
> > Selain Gus Nung, yang akan bertolak ke Jakarta adalah Gus Aniq
> > Muhammad (Pati), KH Abdul Jalil (LBM PWNU Jateng), serta pengurus
> syuriah
> > PCNU Jepara seperti KH Ahmad Roziqin dan KH Kholilurrohman. ''Kami sudah
> > menyiapkan segala dasar pengambilan hukum dan segala pertimbangan atas
> > keluarnya fatwa itu,'' tambah Gus Nung.
> >
> > Perhatian Jepang
> >
> > Dinamika penolakan PLTN Muria mendapatkan perhatian aktivis dari
> > Network for Indonesian Democracy Japan (Nindja), Watanabe Eri. Aktivis
> > perempuan asal Tokyo itu datang ke Jepara dan menyatakan aksi serupa
> juga
> > terjadi di semua unit di PLTN Jepang.
> >
> > ''Di Jepang ada 55 unit PLTN, dan masyarakat di sekitar semua unit itu
> > bereaksi seperti masyarakat Jepara. Bahkan gugatan warga ke pemerintah
> ada
> >
> > yang sampai ke proses hukum,'' katanya saat ditemui Suara Merdeka di
> Hotel
> >
> > Segoro.
> >
> > Masalah kesehatan dan ancaman gempa yang berpotensi di Jepang, kata
> > dia, menjadi dasar masyarakat menolak PLTN. (H15-60)
> >
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
> >
> >
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
> __________________________________________________________Ready for the
> edge of your seat?
> Check out tonight's top picks on Yahoo! TV.
> http://tv.yahoo.com/
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
> 
>


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke