http://www.dutamasyarakat.com/rubrik.php?id=18175&kat=Nahdliyin
05 September 2007
Haram Nahdliyin Mengikuti Kegiatan Hizbut Tahrir

Rekomendasi Konfercab NU Pulau Bawean


GRESIK- Dari pulau nun jauh di sana, tepatnya di pulau Bawean Kabupaten Gresik 
Pimpinan Cabang (PC) NU menggelar konferensi cabang (konfercab) NU Bawean 
ke-23, pekan lalu. Keberadaan NU di Pulau Bawean adalah satu-satunya di 
Indonesia yang memiliki status khusus yaitu Pimpinan Cabang selevel dengan 
status NU di Kabupaten lainnya, termasuk di Kabupaten Gresik. Pulau Bawean 
sendiri terdiri dari dua kecamatan yaitu Kecamatan Tambak dan Sangkapura. 
Ada yang menarik dari Konfercab NU Bawean ini, yang merekomendasikan kepada 
warga NU, di antaranya dilarang bergabung atau mengikuti kegiatan organisasi 
jama'ah Hizbut Tahrir, karena kelompok Hizbut Tahrir dinilai bertentangan 
dengan ajaran Ahlussunah waljamaah (Aswaja, red) yang diajarkan NU. 
Keberadaan NU di Pulau Bawean terlama di Kabupaten Gresik itu menggelar 
konfercab di LPI Miftahul Huda Desa Kepuh Teluk Kecamatan Tambak. Hadir dalam 
kesempatan tersebut Bupati Gresik, KH. Robbach Ma'sum, Wabup Gresik, H. Sastro 
Soewito, Sekda Gresik, Husnul Khuluq. Sedangkan perwakilan dari PWNU Jatim 
tampak KH. Safrudin,SH, KH. Abdul Matin, SH. KH. Jumali tokoh ahli sejarah dan 
budaya Islam DR. KH Diyaudin Koeswandi.
Dalam sambutannya Robbach Ma'sum mengatakan, kepengurusan NU Cabang Bawean 
kedepan agar dapat bersinergi dengan pemerintah dalam menyusun program. 
"NU sendiri terbentuk dengan salah satu tujuanya yaitu pengembangan dan 
pemberdayaan warga, ini juga merupakan kewajiban pemerintah untuk 
mewujudkannya," ujar Robbach.
Dikatakan Robbach masyarakat Bawean 90 persen adalah warga nahdliyin sehingga 
keberhasilan pemerintah akan dirasakan oleh warga nahdliyin. Sebaliknya bila 
pemerintah gagal menjalankan program pembangunan maka kesengsaraan akan 
dirasakan oleh mayoritas nahdliyin (warga NU, red). "Kepengurusan NU kedepan 
harus bisa mensinergikan programnya dengan pemerintahan daerah. Kami siap 
bekerja sama dengan NU dan terbuka untuk dikritik dengan cara budaya NU yaitu 
cara yang baik untuk bersama memberikan solusi," imbuhnya.
Konfercab NU tersebut berhasil memilih Ketua Tanfidziyah PCNU Bawean Ir H 
Syariful Mizan yang menggantikan pengurus lama Mohamad fauzi Ra'uf, S. Ag di 
bawah kendali Rais KH. Abdul Aziz Ismail. "Beliau terpilih langsung secara 
aklamasi karena kredibilitas dan loyalitas beliau tak mungkin di ragukan lagi. 
Apalagi berduet dengan Ir. H, Syariful Mizan,"kata Ketua LP Ma'arif PCNU 
Bawean, Drs. Abdul Halim.
Halim menambahkan, pengurus NU Bawean memang harus bersinergi dengan program 
pemerintah. Sehingga kebijakan ini tidak boleh ditawar lagi selain melihat 
kesamaan fungsi dari NU secara Jamiyah dan pemerintah dengan tidak mengetepikan 
sifat dan sikap kritis yang dimiliki NU. Sering terjadinya miskomunikasi antara 
tokoh-tokoh di pulau Bawean dengan pemerintah kabupaten, lanjut Halim yang 
terjadi selama ini hanya saling su'udzhon (prasangka, red). Untuk itu kedepan 
agar yang terjadi selama ini segera diakhiri. "Jangan hanya mencari perbedaan. 
Namun terpenting antara pemerintah daerah dan PCNU Bawean harus mencari 
kesamaan dalam tugas dan kewajibannya," tandasnya. 
Menariknya Konfercab juga merekomendasikan kepada warga NU, di antaranya 
dilarang bergabung atau mengikuti kegiatan organisasi jama'ah Hizbut Tahrir, 
karena kelompok Hizbut Tahrir dinilai bertentangan dengan ajaran Ahlussunah 
waljamaah (Aswaja, red) yang diajarkan NU. 
Selain itu konfercab juga mendesak pemerintah daerah segera mengentas masalah 
kemiskinan yang ada di pulau Bawean, memprioritaskan anggaran pendidikan di 
Bawean, terutama lembaga pendidikan dibawah LP Ma'arif yang selama ini 
dianaktirikan oleh pemerintah, dan pemberdayakan ekonomi serta membangun 
infrastruktur kesehatan masyarakat Bawean. (dik)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke