Assalaamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokaatuh
Kami mengundang Kaum Muslimin & Muslimat utk hadir pada acara Pengajian Akbar
yang Insya Allah akan diselenggarakan pada
a.. Hari Sabtu / 15 September 2007 pukul 20.00 (Ba'da Sholat Tarawih),
b.. Tempat : Masjid Al-Mushlihun Plamongan Indah Blok G-3 No.1 Kel. Batursari
Kec. Mranggen Kab. Demak,
c.. Pembicara : 1. Habib Lutfi Bin Yahya dari Pekalongan (Ketua MUI Jateng)
2. Habib Umar Bin Ahmad Al-Muthahar dari Semarang.
Demikian undangan kami, atas perhatiannya diucapkan terima kasih
Wallahul Muwaffiq Ilaa Aqwamith Tharieq
Wassalamu'alaikum,
Ta'mir Masjid Al-Mushlihun
----- Original Message -----
From: Mohamad Guntur Romli
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: 10 September 2007 4:14 PM
Subject: [kmnu2000] Diskusi bersama Goenawan Mohamad tentang Bergman dan Tuhan
Salam,
Kami mengundang anda untuk hadir dalam diskusi bersama Goenawan Mohamad
tentang Ingmar Bergman, Selasa 11 Setember 2007 pukul 19.30 di Teater Utan Kayu
Jl. Utan Kayu no 68H Jakarta Timur. Diskusi ini diadakan setelah Komunitas Utan
Kayu memutar film-film karya Bergman.
Sekian terima kasih
Mohamad Guntur Romli
Kurator Diskusi di Komunitas Utan Kayu
====================
http://www.utankayu.org/in/index.cfm?action=detail&cat=event&id=115
Sebuah tema yang kerap muncul dalam film-film karya Ingmar Bergman (yang
wafat bulan Agustus lalu dalam usia 89 tahun) adalah soal kegelisahan
eksistensial (angst) manusia dalam hubungannya dengan Tuhan. Tema itu terangkat
dengan jelas misalnya dalam The Seventh Seal (1957). Juga dalam "Trilogi Iman",
yang terdiri dari Through a Glass Darkly (1961), pemenang Piala Oscar untuk
Film Asing Terbaik; Winter Light (1962), yang oleh Bergman sendiri disebut
sebagai film favorit; dan The Silence (1963). Dalam ketiga film itu, kekelaman
hidup para tokohnya membuat mereka meradang mencari sumber cahaya untuk
menerangi jalan mereka, atau suara yang akan menuntun langkah mereka. Tetapi
seperti tak ada sahutan: itulah "diamnya Tuhan". Sejumlah film berikutnya,
misalnya Persona (1966) dan A Passion (1969)-yang dalam peredarannya di AS
mendapat judul baru The Passion of Anna-meski tak mengacu langsung pada
persoalan teologis dan lebih banyak berpusar pada dunia kejiwaan para tokohnya,
tetap menyiratkan ketegangan yang timbul dari "diamnya Tuhan" atas pelbagai
haru biru yang terjadi di muka bumi. Di hari terakhir pemutaran, digelar
diskusi bersama Goenawan Mohamad yang akan membicarakan masalah angst dan iman
lewat pembahasan sejumlah film karya Bergman.
---------------------------------
Got a little couch potato?
Check out fun summer activities for kids.
[Non-text portions of this message have been removed]
[Non-text portions of this message have been removed]