Wa alaikumus salam war.wab.
Nuwun sewu, kulo boten saget derek sowan dateng Batusari, Langkung rumiyin
salam kulo dateng para Habib lan Jamaah pengjian, kulo NYUWUN PANDONGANE
Tolong lontarkan ketengah pangajian (kalau ada kesempatan) tentang kedudukan
MUSLIM A'AJAMY Indonesia husunya di samping ummat lainnya. Sesudah kita baca
Hadist: La farqa baina arabiyyin wa ajamiyyin illa BIT TAQWA. Nampaknya hadist
ini tidak bisa di sejajarkan dgn ulangan sabda Allah swt: (16;103) Hadza
lisanun ARABIYYUN mubin. (26;192-195) Wa innahu latanzilu rabbil
a'alamin.Nazala bihir ruhul amien. Ala qalbika litakuna minal MUNDZIRIN. BI
LISANIN ARABIYYIN mubin.
(12;2); (20;113); (13;37); (39;28) dll
Kalau kita Muslim Ajamy tidak mendekatkan diri kpd bahasa Sabda dan hanya
ber-pegang kpd terjamah, nampaknya da'wah kita belum dapat menepati sasaran,
terutama sekali ketika agama kini sudah di akui, memiliki MU'JIZAT tertajam,
pemeluknya sanggup, berani dan mampu menyelesaikan segala persoalan yg
meng-global (Baitul Maqdis, Afganistn, Iraq, Iran etc).
Nuwun sewu. Untuk mendalami isi sabda dgn bhs Indonesia yg serba masih kurang
sempurna, dan belum bisa menjadi bahasa dunia seperti bahasa Inggris/Perancis
etc. kita serba ketinggalan dibelakang utk turut mengikuti pemecahan persoalan
yg bersifat universal.
Terjamah Q, terahir kedalam bhs Inggris oleh Dr.Taqi-ud-Din (Islamic University
Al Madinah Al Munawwarah) yg dimulai sejak th 1985 sampai 1996 sudah di revised
sebanyak 15 kali (demi utk menyempurnakan pengertian setepat mungkin).
Nuwun sewu, saya belum tergolong ahli dalam kedua bahasa Arab dan Inggris. Saya
hanya ingin meng-akarkan bahasa Dlaad, bahasa terpilih, bahasa tadarrusan
Malaikat Jibril alaihis salam. Hanya bahasa inilah yg sah dibaca ketika kita
munajat kpd Allah dlm shalat. Dgn bhs ini, Insya Allah, motivasi, inspirasi dan
firasat kita senada dan sejalan dgn Qudrat-IradatNYA.
Utk mengenalkan Q kpd mubtadi'en (mua'llaf) lewat terjamah, suatu alasan yg
kurang kuwat, atau bisa di katakan merubah liku2 jalan supaya sesuai dgn
panjang pendeknya tongkat si-BUTA, bukan sebaliknya.
Lebih mendalamkan perhatian ke Timur-Tengah, timbul rasa IRI HATI ketika
membuka lembaran koran hariannya berpadatkan dgn Asma'ul Husna (3;191) Al
ladzina yadzkurunallaha qiyaman wa qu'udan wa ala junubihim. Juga setiap
karangan bukunya tidak pernah lupa di iftitahi dgn BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM.
Ditengah bicara atau di telepon selalu diselingi Alhamdulillah; Masya Allah;
Nauzubillah; Insya Allah dsb (Lafdzul jalalah mengalir di lidah secara spontan).
Salman Al Farisi, seorang ajamy, sehubungan dgn perang khandaq, Rasulullah
shallallahu alaihi wasallam, menepuk pundak Ahlul Bait Salman, sambil sabdanya:
Laukana al dinu inda al tzurayya lanalhul farisi (au kama qala).
Apakah hal ini bisa mengisyaratkan, bahwa geraknya juta ummat Iran yg ziarah
kuburan Ahlul Bait dan Imamnya ditengah memuncaknya perang Iraq, menjadi
pertanda kekebalan Iran (ajamy) atas segala bentuk ancaman kuffar, ie embargo
ekonomi, frozen asset dan lain-lain termasuk ancaman nuclear??
______________________
Wekpidia Al Islam :
Bukhari relates two hadiths which show the Prophet's consideration for Salman:
Abu Huraira relates: While we were sitting with the
Holy Prophet , surat al-Jumu`a was revealed to him. When the Prophet
recited the verse, "And He (Allah) has sent him (Muhammad) also to
others (than the Arabs)..." [62:3] I said, "Who are they, O
Allah's Apostle?" The Prophet did not reply till I repeated my
question thrice. At that time Salman al-Farisi was with us. Allah's
Apostle put his hand on Salman, saying: "If faith were at
ath-Thurayya (the Pleiades, very distant stars), even then some men
from these people (i.e. Salman's folk) would attain it."
______________________
Bertepatan dgn datangnya Ramadlan Karim, mari berdoa semoga kita di kurniai
ketajaman pikir dan tepat bertindak sesuai dgn RIDLA ALLAH.
RABBI INNI LIMA ANZALTA ILAIYA MIN KHAIRIN FAQIR.
Subhan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Assalaamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokaatuh
Kami mengundang Kaum Muslimin & Muslimat utk hadir pada acara Pengajian Akbar
yang Insya Allah akan diselenggarakan pada
a.. Hari Sabtu / 15 September 2007 pukul 20.00 (Ba'da Sholat Tarawih),
b.. Tempat : Masjid Al-Mushlihun Plamongan Indah Blok G-3 No.1 Kel.
Batursari Kec. Mranggen Kab. Demak,
c.. Pembicara : 1. Habib Lutfi Bin Yahya dari Pekalongan (Ketua MUI Jateng)
2. Habib Umar Bin Ahmad Al-Muthahar dari Semarang.
Demikian undangan kami, atas perhatiannya diucapkan terima kasih
Wallahul Muwaffiq Ilaa Aqwamith Tharieq
Wassalamu'alaikum,
Ta'mir Masjid Al-Mushlihun
___________________________________________________________
---------------------------------
Yahoo! Answers - Get better answers from someone who knows. Tryit now.
[Non-text portions of this message have been removed]