ini yg saya suka dari masyayekh muda NU, walau sudah berprestasi mendunia tapi masih tetap andap asor. kata orang bijak "ilmu iku iso manfaat kalau semuanya menggunakan 'adab' dalam menyampaikannya" selamat untuk kyai nadir, semoga teman2 NU dibelahan bumi lain menyusulnya. salam, syaikhul
-----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of Nadirsyah Hosen Sent: Sunday, September 16, 2007 3:19 PM To: [email protected] Subject: [kmnu2000] Re: Selamat ToMas Nadirsyah Hosen Kiai Ulil, Saya kira masih banyak nama-nama lain yg karyanya hadir di jalur internasional. Sukidi, Arskal, Muhamad Ali, Ichwan, Salahuddin Kafrawi, Norhaidi, Yudian dan masih banyak lagi. Kalau saya dianggap "yang paling banyak menulis di jurnal-jurnal ilmiah internasional" mungkin benar dan mungkin juga tidak. Soale saya nggak pernah menghitung publikasi kawan-kawan yg lain. Mudah-mudahan kita semua bisa terus produktif melahirkan karya-karya serius di dunia internasional; sehingga bisa beralih dari sekedar konsumen menjadi produsen. Dalam kasus anda, saya kira godaan terbesar untuk mengikuti "bid'ah hasanah" ini adalah daya tarik untuk pulang ke tanah air. Bertahan di LN tentu bisa lebih produktif berkarya, namun harus rela menjadi 'nobody'. Kalau pulang ke tanah air, anda menjadi 'somebody', namun sulit untuk melahirkan karya-karya serius dan bermutu. Semoga Kiai Ulil tahan godaan dan memilih menetap di LN, spt Fazlur Rahman, Khaled Abou El Fadl, dan lain-lainnya. Dengan kapasitas anda, saya yakin bertahan di LN akan membuat anda menjadi 'somebody' dan bisa terus berkarya. salam hangat, =nadir= --- In [EMAIL PROTECTED] <mailto:kmnu2000%40yahoogroups.com> s.com, Ulil Abshar-Abdalla <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Selamat untuk Gus Nadirsyah yang dengan gigih terus > berkarya dalam gelanggang kesarjanaan internasional > berbahasa Inggris. > > Saya bisa mengatakan, mungkin Nadirsyah adalah salah > satu sarjana Indonesia, dan satu-satunya sarjana > Muslim Indonesia yang paling banyak menulis di > jurnal-jurnal ilmiah internasional. > > Saya bangga sekaligus iri. Saya sendiri tak yakin > apakah mampu meneladani "bid'ah hasanah" Gus Nadir ini > :) > > Proficiat! > > Ulil > > > [Non-text portions of this message have been removed]
