Kang Nasrul, Jurnalnya baru mau diterbitkan, kita lagi mengumpulkan tulisan teman2 lalu didistribusikan untuk beberapa tema ke depan. Syukur-syukur nanti banyak alumni yang mau berpartisipasi. Namanya RO'AN, sekeadr untuk mengesankan suasana lama di pesantren...
Formal baru berdiri 2002 oleh alumni di Jakarta, sebagai wadah alumni yang mahasiswa, paling tidak sebagai sayap pergerakannya Himasal. Ketua pertama dulu Zainal Effendi (dulu tinggal di HMP, sekarang menjadi dosen di IPB). Kegiatan terakhir bersama Himmasal kemarin jelang Ramadhan ada haul masyayih Lirboyo di pondoknya Kiai Ghofur bersama seluruh alumni tua-muda yang ada di Jabodetabek. Misykat baik2 saja dan semakin ehm, distribusinya sampai ke PBNU, kita juga ikut urun rembug. Kemaren waktu kita silaturrahim untuk sosialisasi jurnal dan website bersama dzuriyah, pegurus pondok, bahtsul masail, madin dll kita sempat mengkritik Misykat soal kutipan dari kalangan HTI dan ihwan. Maksudnya sih baik untuk mengoreksi pemikiran dan gerakan kalangan LSM dan islam liberal tapi kalau sumbernya dari sana kan bisa salah bidik. Pesan penting Mbah Idris, Mbah War, Gus Imam, dan Mbah Aziz Mansyur setiap kita sowan, untuk Formal dan para alumni yang bergelut dengan dunia kampus harap bisa menyelamatkan alumni dari godaan liberalisme dan fundamentalisme sekaligus... Sekian saja Kang, nanti dilanjutkan di email... Met beraktifitas... On 10/6/07, Nasrulloh Afandi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Kang = Gus Anam(Alias honoris causa "Kang" setara gelar "Gus"). > > Saya mau nanya, > Sejak kapan Jurnal ini diterbitkan? Apakah masih melibatkan 'orang dalam'? > > Dulu lirboyo punya Majalah MISYKAT(Media Informasi Santri dan Masyarakat) > sayangnya hanya dominan 'dimonopoli' oleh orang dalem, SDM terbatas. > Resikonya pernah cuti sangat lama, mulai tiga tahun lalu tampaknya ada usaha > untuk bnagkit lagi. Bagaimanakah nasib dia sekarang? > > Lirboyo Juga Punya HIMASAL(Himpunan Alumni dan Santri Lirboyo) Sejak kapan > FORMAL(Forum Alumni Lirboyo ini didirikan)? Bolehkah saya ikutan? Di Mana > Markasnya? Saya tertarik. > > Nasrul > (Pernah Aktif di Majalah Misykat Lirboyo, keluar dari Lirboyo '02) > > kh anam <[EMAIL PROTECTED] <gus.anam%40gmail.com>> wrote: *Jurnal Kajian > Pesantren ini bernama* > > *RO'AN* > > * * > > *Diterbitkan oleh Forum Mahasiswa Alumni Lirboyo (Formal)* > > *Prawacana* > > Pesantren dikenal sebagai lembaga pendidikan Islam. Namun > sebenarnya pesantren lebih dari itu. Pesantren adalah sebuah institusi > kebudayaan besar. Orang sering menyebut pesantren sebagai "subculture > system" atau sebuah sistem budaya yang mapan di antara kerumunan > kebudayaan > dunia. Ada juga yang menyebut sebagai "grass root power" sebagai kekuatan > yang muncul dari ide-ide dan aspirasi masyarakat bawah. > > Pada mulanya, pesantren dimaksudkan sebagai langgar, musholla, atau > padepokan dimana para santri digembleng oleh kiai mengenai tata cara hidup > yang sesuai dengan tututunan agama Islam. Musholla, langgar, atau > padepokan > itu berada ditengah-tengah masyarakat, kiainya menjadi pemuka masyarakat > dan > para santrinyamenjadi semacam "aktivis" yang menjadi pelaksana perubahan. > Pesantren tidak sekedar mengajarkan ilmu agama secara dogmatis, tetapi > juga > ilmu-ilmu sosial, mistik, bahkan kanuragan. Pesantren mampu menyelesaikan > semua persoalan dan melindungi masyarakat. > > Pada masa penjajahan pesantren dipandang sebagai kekuatan yang menakutkan. > Sekali pesantren bergerak, penjajah kalangkabut. Ketika pesantren yang > diwakili oleh seosok seorang kiai mengajukan sikapnya maka ketika itu juga > masyarakat seputar pesantren akan berada dalam satu komando. > > Zaman terus berubah. Ketika penjajahan secara fisik telah berakhir, dan > ketika diterapkan satu sistem pendidikan nasional, pesantren pun terbawa > arus, mengalami penyempitan peran, menjelma sistem pendidikan dengan > kelas-kelas dan standar-standar tertentu semisal masa belajar, ijazah dan > kurikulum. Arus ini juga tidak serta merta disalahkan karena pada awal > kemerdekaan bangsa Indonesia sedang berada dalam hiruk pikuk mengisi > kemerdekaan, mencari identitas diri di antara bangsa-bangsa merdeka di > dunia. > > Meski tidak semua pesantren berubah oleh arus, akan tetapi arus itu > sendiri > telah menjadikan pesantren terus bergolak: antara bertahan, berubah, atau > berbenah. Ketika muncul institusi bernama "Departemen Agama" lengkaplah > sudah pergolakan itu. Departemen ini tidak saja menjadikan pesantren > sebagai > lembaga pendidikan, tetapi telah mengesahkan dikotomi yang salah kaprah > yakni adanya ilmu agama dan umum. > > Namun posisi pesantren sebagai intitusi kebudayaan dengan jutaan massa > tetap > bertahan saja; kalaupun terbawa arus, hanya sedikit hal yang larut. > > Maka banyak hal tentang pesantren yang perlu digali dan difikirkan! > > *Tema Kajian Edisi Pertama:* > Sebagai awalan kita membuka kembali soal *"Perubahan paradigma pendidikan > pesantren"* > > Mengulas perjalanan "*pesantren sebagai institusi pendidikan*" dari waktu > ke > waktu. > > 1. Pesantren pada masa awal mula penyebaran Islam > 2. Pesantren di tengah tekanan penjajahan Belanda dan Jepang. > 3. Pesantren pada masa kemerdekaan; hiruk pikuk penyusunan sistem > pendidikan nasional > 4. Kebijakan pemerintah terkait pesantren; mulai kewajiban mengajarkan > pendidikan agama di sekolah umum, SKB dua menteri hingga UU sisdiknas. > 5. Titik pointnya pada soal perluasan peran pesantren dan tuntututan > dunia kerja; Kurikulum pesantren, sistem pendidikan, cara belajar, dll > perlukah berubah? > > ** > > *Catatan*: Ini hanya pembahasan inti (untuk artikel utama), ada juga > rubrik > artikel lepas, resensi dan lain-lain, terkait kepesantrenan. Nah biar kita > tidak mengulang pembahasan, dipersiapkan 3 tema berikutnya. Maksudnya, > jika > menulis artikel lepas jangan yang berkenaan dengan tema berikut ini: > > Tema 2: Pesantren, NU dan konsep besar "Pancasila" > > Tema 3: Zuhud pesantren dan arus konsumerisme global > > Tema 4: Pesantren sebagai kekuatan massa dan tarikan politiknya > > Panjang tulisan max 15 halaman spasi satu setengah > Edisi pertama akan terbit akhir syawal > Tulisan yang dimuat akan mendapat "penghargaan" dan ucapan terimakasih > > Sekian saja. Ditunggu tulisannya. > > Salam sayang semuanya dari kru Jurnal RO'AN > > Pemimpin Redaksi > A Khoirul Anam > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > --------------------------------- > Take the Internet to Go: Yahoo!Go puts the Internet in your pocket: mail, > news, photos & more. > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > [Non-text portions of this message have been removed]
