Wahhabiyah sudah seharusnya terus menerus dikritik. Islam yang dikembangkan 
sudah sangat kuno, dan sangat tidak relevan. Persis seperti benda purba yang 
kelayapan di era moderen, yang sebetulnya hanya relevan untuk dipajang di 
museum. Susahnya, ia dilindungi oleh kekuatan petro dolar. Dengan uang yang 
melimpah, bahkan ia bisa masuk dengan kuat di Universitas Al-Azhar.

Akan tetapi, apa yang disampaikan oleh Gus Dur, bagi saya, cukup 
mengejutkan. Ia menuduh dinasti Saud
sebagai keturunan Musailaham Al-Kadzab. Seriuskan Gus Dur? Atau sekedar 
Joke? Rasanya sangat mustahil membuktikannya.

ghofur

http://www.wahidinstitute.org/indonesia/content/view/579/52/
Jakarta, wahidinstitute.org
Presiden Republik Indonesia ke-4 KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dengan
tegas menyatakan, kaum Wahabi menjadi keras dan merasa benar sendiri, tak
lain karena pengaruh kerja samanya dengan Dinasti Saudi.

“Kaum Wahabi keras, itu karena kerja sama dengan Dinasti Saudi. Itu yang
penting. Penting sekali. Dinasti Saudi ini mengidap rasa rendah diri.
Kenapa? Karena mereka keturunan Musailamah al-Kadzab.”

Demikian disampaikan Mantan Ketua PBNU itu pada diskusi buku karya Stephen
Sulaiman Schwartz berjudul Dua Wajah Islam: Moderatisme Vs Fundamentalisme
dalam Wacana Global, di Auditorium Nurcholish Madjid Universitas Paramadina
Jl. Gatot Subroto, Kav. 96-97, Mampang Prapatan Jakarta Selatan, Rabu,
(31/10/2007) malam. Buku ini berjudul asli The Two Faces of Islam: The House
of Sa’ud from Tradition to Terror (2002) yang diterjemahkan dan diterbitkan
kembali oleh the WAHID Institute pada September, 2007.

Pada jaman Nabi Muhammad SAW, Musailamah al-Kadzab (Sang Penipu) pernah
mengaku menjadi nabi. Dia dulu tinggal di Yalamlam, daerah antara Jedah dan
Yaman. Dan, kata Gus Dur, Dinasti Saudi dulu menamai istananya dengan Istana
Yalamlam.

“Ketika Faishal menjadi raja, nama itu diubah menjadi Istana Riyadh. Soal
ini kita harus tahu persis sejarahnya, biar kita tidak berat sebelah,” pinta
Gus Dur.

“Jadi, sikap rendah diri itu lalu ditutupi dengan sikap seolah paling benar
sendiri. Wahabi dijadikan alat untuk menutupi masa lalu Dinasti Saud saja,”
tegas Gus Dur.

“Saya tahu ini dari informasi-informasi yang masuk. Saya bicara apa adanya.
Obyektifitas itu penting dan menuntut sikap yang betul-betul mendalam tanpa
pikiran macam-macam,” imbuhnya.

Pada diskusi buku terbitan the WAHID Institute tahun 2007, ini hadir juga
sebagai pembedah intelektual Syiah Jalaluddin Rakhmat dan Dosen Universitas
Paramadina Ihsan Ali Fauzi. Ratusan hadirin terlihat memenuhi ruang diskusi.

Mengomentari isi buku, Jalaluddin Rakhmat menyatakan, buku yang sebetulnya
hanya menampilkan satu wajah Islam Wahabi, ini akan banyak memukul para dai
di negeri ini. “Mereka hanyalah loud speaker Wahabi yang digerakkan dengan
petro dolar dari Jazirah Arabia,” ujarnya. “Saudi mungkin kebakaran jenggot
dengan buku ini,” sambungnya.

Kang Jalal – sapaan akrabnya – lantas menyuguhkan beberapa ciri spesifik
gerakan Wahabi. Pertama, merasa paling suci dan benar. “Dialah yang paling
benar dan semua orang sesat. Dialah yang berada di jalan lurus, di atas
sunnah, dan semua orang di atas bid’ah. Dialah yang menjalankan tauhid murni
dan semua orang musyrik,” tegasnya.

Kedua , anti plularisme. “Mereka sangat eksklusif. Merasa bahwa surga hanya
milik dia dan kelompoknya,” terangnya.

Ketiga , anti tradisi lokal, kecuali tradisi Arab di Padang Pasir. “Semua
tradisi di tempat yang didatangi tidak disukai,” katanya.

Dan keempat, anti intelektualisme. “Kita harus patuh pada wahyu al-Qur’an
dan Sunnah, dengan tambahan, seperti penafsiran mereka. Karena itu, kita
dilarang mengikuti penafsiran yang menyimpang dari penafsiran mereka,”
ujarnya.

“Jika semua ciri itu terpenuhi dalam diri kita, insya Allah agama kita
becomes evil. Dan insya Allah, kita akan menjadi teroris-teroris baru yang
menyebarkan ketakutan di sekitar kita,” tandasnya.

“Dan, musuh paling besar dan paling tidak disukai oleh mereka adalah Syiah,”
imbuh Kang Jalal disambut tawa.

Sedangkan Ihsan Ali Fauzi ingin melihat gerakan Wahabi secara lebih fair.“Saya
ingin membela Wahabi dari beberapa tuduhan yang mengganggu pikiran kita.
Karena kok kayaknya hampir tidak ada sumbangan positif dari Wahabi terhadap
peradaban,” katanya. “Jadi, saya mengecam Wahabi, tapi be fair,” imbuhnya.

Hal positif dari Wahabi, kata Ihsan, antara lain semangatnya untuk
bertauhid. “Mereka menyebut diri muwahhidun (ahli tauhid, red.). Sama juga
seperti Muhammadiyah. Semangat tauhid ini sangat patut digarisbawahi,
terlepas dari eksesnya,” pintanya.

Selain itu, pinta Ihsan lagi, kita harus tenang berbicara perihal sumbangan
dari Wahabi. “Apa alasan kita menolak orang yang memberikan sumbangan kepada
orang lain? Kalau kita menerima sumbangan dari AS (Amerika Serikat, red.),
kenapa tidak dari SA ( Saudi Arabia, red.)?” tanyanya.

Secara prinsipil, kata Ihsan, tidak ada alasan sedikitpun untuk menolak
sumbangan dari mereka. Toh, ujarnya, banyak sekali madrasah, masjid, atau
kantor-kantor di negeri ini yang hidup karena bantuan mereka. “Harus
hati-hati menyimpulkan mana yang sumbangan teroris dan mana yang bukan.
Kalau tidak, akan bahaya,” pungkasnya.[]



______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[EMAIL PROTECTED] 
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke