Saya malah tertarik dg judulnya, Gong Geng Genggong...luar biasa!!
Ada yang perlu dibetulkan sedikit: Muktamar Banjarmasin diadakan tahun 1936
(Gus Dur dan mungkin diikuti yang lainnya sering menyebutnya salah 1935),
lalu munas Cipanas diadakan tahun 1954 (bukan 1952, waktu itu masih dinamai
konferensi ulama). Nah sambil membetulkan tahun dan membuka-buka buku lama
sembari membayangkan apa yang waktu itu sedang terjadi, karena "dunia NU"
sebenarnya masih dalam suasana lama itu.
1. Tahun 1936 di Banjarmasin, para ulama berdebat keras tentang "Darul
Islam" terutama berkaitan dengan kitab Bughyatul Mustarsyidin, bukan dalam
konteks NKRI sebenarnya, tetapi masih berputar pada pembahasan "negera kita
ini lho islam apa bukan sih?" karena memang kitab kuningnya begitu.
2. Pada Konferensi Ulama tahun 1954 di Tjipanas sebenarnya konsep "waliyul
amri" tidak sedahsyat yang dibicarakan orang saat ini, tapi sederhana saja
kog, berkaitan dengan peradilan agama yakni soal wali hakim dalam
pernikahan. Urusannya seputar nikah-talak-rujuk, lagi-lagi bukan soal NKRI.
Jadi jangan terlalu berharap warisan, hehehe.....
Salam semuanya
Anam


On 11/9/07, Masdar Online <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Mohon ma¢af, agak sulit saya mendeskripsikan apa yang telah
> dihasilkan oleh para ulama NU Jawa Timur di Genggong, Probolinggo
> kemarin. Intinya, Luar Biasa! Hasil-hasil bahtsul masaail di forum
> tersebut sungguh menunjukkan ciri NU yang sesungguhnya, subtantif dan
> toleran! Suara menggelegar ke seluruh pelosok (Gong) karena ditabuh para
> tokoh-tokoh umat Islam (Geng)..
>
>
>        Ya,
> di Pesantren Zainul Hasan, para ulama dengan arif dan mendalam membahas
> persoalan kontemporer dan mendesak untuk segera diperteguh kembali.
> Diantaranya keputusan yang sangat penting adalah komitmen terhadap NKRI.
> Mereka sepakat bahwa NKRI
> sudah final. Gagasan khilafah para bagi penguasa agama ini tidak tepat
> bagi Indonesia yang ragam ini. Jika disetujui, tak pelak NKRI akan
> terancam dan memunculkan disintegrasi bangsa.
>
>
>        Bagi
> NU, Indonesia dalam format kebangsaan lebih penting dari sekedar
> bermimpi menyatukan umat Islam di seluruh dunia. Disamping itu, dalam
> banyak keputusannya, secara tegas NU menyatakan Indonesia dengan
> Pancasila dan NKRI-nya merupakan pilihan final. Keputusan ini
> diantaranya tertera pada hasil muktamar NU tahun 1935 di Banjarmasin,
> muktamar NU tahun 1984 di Situbondo serta Munas Alim Ulama tahun 2006
> di Surabaya.
>
>
>        Bukti konkret dari komitmen kebangsaan NU terhadap NKRI adalah pada
> awal tahun 1950-an ketika ada pemberontakan DI/TII.
> Kelompok pemberontak ini beralasan bahwa kepemimpinan Presiden Soekarno
> tidak sah karena tidak dipilih oleh rakyat. Mereka menuntut Negara
> Republik Indonesia yang berlandaskan Pancasila ini diganti dengan
> Negara Islam Indonesia (NII).
>
>
>        Tentu
> saja, tuntutan tersebut sangat mengguncang politik dalam negeri yang
> saat itu masih sangat rentan. Sangat dimungkinkan, jika Soekarno diberi
> fatwa sebagai presiden yang tidak sah maka akan segera ada huru hara
> bahkan perang saudara karena tidak adanya kepemimpinan nasional. Dan
> kalau saja Negara Islam Indonesia (NII) diproklamirkan tentu Nusantara ini
> akan pecah, tidak lagi dari Sabang sampai Merauke.
>
>
>        Melewati Musyawarah Nasional (MUNAS)
> Alim-Ulama tahun 1952 di Cipanas para ulama NU memutuskan bahwa
> Soekarno memang bukan presiden yang dipilih langsung oleh rakyat. Akan
> tetapi jika tidak dipertahankan meskipun sebentar dan tidak diakui/sah
> maka konsekwensinya Indonesia akan berpecah belah. Oleh karena itu
> soekarno adalah pemimpin de facto negara Indonesia (waliyyu al-amri
> al-dharuri bi al-syaukah).
>
>
>        Dengan
> fatwa ini maka diperkokoh kembali perpecahan yang akan
> memporak-porandakan kesatuan bangsa. Keputusan para ulama tentang
> tuntutan DI/TII tersebut sangat luar biasa. Mereka yang sejatinya
> representasi umat Islam justru memilih NKRI sebagai basis kehidupan
> bernegara.
>
>
>        Warisan ulama NU inilah yang dipertegas kembali dalam Konferwil
> PWNU Jawa Timur di Genggong kemarin. Jadi, jangan bawa-bawa NU lagi ya!!
>
>
>        Salam,
>
>
>        Masykurudin Hafidz
>
>
>
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around
> http://mail.yahoo.com
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
> ______________________________________________________________________
> http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir
> dan KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
> ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
> Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda
> harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke:
> [EMAIL PROTECTED]
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke