Dampak buruk fatwa SESAT mui sudah memakan korban, akankah ini membuat 
sadar mereka?


http://www.kompas.com/

Kerusuhan
Diduga Ajarkan Aliran Sesat, Pesantren Dirusak

Serang, Kompas - Pondok Pesantren Miftahul Huda di Kampung Jaha, Desa 
Baros, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, Banten, Kamis (13/12), porak 
poranda dirusak massa. Warga menduga pondok pesantren tersebut telah 
mengajarkan aliran sesat, meski Majelis Ulama Indonesia Banten belum 
menetapkan sebagai aliran sesat.

Tidak ada korban jiwa manusia dalam perusakan itu, tetapi enam sepeda 
motor yang diparkir di halaman pondok pesantren hangus terbakar. Begitu 
juga seluruh perabotan rumah tangga, barang-barang elektronik, serta 
buku-buku yang berada di dalam gedung rusak. Sejumlah kaca jendela 
bangunan dua tingkat tersebut juga pecah.

Ratusan orang mendatangi lokasi pondok pesantren tersebut sekitar pukul 
11.30. Mereka langsung melempari bangunan pondok pesantren dengan batu 
dan merusak barang-barang yang berada di dalam bangunan. Massa juga 
sempat membakar bangunan hingga hampir seluruh kayu atap bangunan gosong.

Perusakan itu merupakan bentuk kekecewaan warga atas hasil musyawarah 
antara sejumlah tokoh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banten bersama para 
pimpinan pondok pesantren serta perwakilan Pemerintah Kabupaten Serang 
yang digelar di Islamic Center Serang, kemarin.

Pertemuan itu membahas tentang dugaan warga bahwa Ponpes Miftahul Huda 
telah mengajarkan aliran sesat. Ustad Nursyaidin, pimpinan pondok 
pesantren tersebut, membantah dirinya telah mengajarkan aliran sesat.

Ketua MUI Banten KH Wahab Afif juga menjelaskan, ilmu yang diajarkan 
pengasuh Ponpes Miftahul Huda tidak memberikan ajaran yang menyimpang 
dari agama.

Secara terpisah, Kepala Kepolisian Resor Serang Ajun Komisaris Besar 
Lilik Heri Setiadi menegaskan, pihaknya akan mengusut tuntas kasus 
perusakan bangunan ponpes tersebut.

Hingga petang hari, sejumlah polisi masih berjaga-jaga dan mulai 
mengidentifikasi kerusakan bangunan. "Soal siapa pelakunya, kami masih 
melakukan penyelidikan. Tetapi, siapa pun orangnya, kami akan tindak 
tegas," katanya. (NTA)

Kirim email ke