Mas Kupret, Mohon maaf sebelumnya, saya kira kupret itu nama samaran. Soal gus2an, saya sepakat anda, dan saya bukan gus apalagi sampek feodalistik segala itu. Gus pada saya hanya hanya alamat email, sekedar membuktikan bahwa gus2an itu bisa main-main dan bisa dibuat-buat seperti gelar haji dan kiai, heheee. Sebenarnya pengen saya ubah tapi sudah terlanjur, waktu itu saya belum bisa bikin email, jadi dibikinkan temen...
Silakan diteruskan diskusinya tentang Budi Utomo di title yang sebelumnya saja, banyak hal yang tertingal, saya nanti juga ikut diskusi. Salam, Anam On 1/8/08, Kupretist <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Nama saya memang Kupret, lengkapnya Kupret el Kazhiem, mas Anam. Jadi gak > perlu sok pake eufimisme dalam menyindir saya. Dan sorry saya paling males > dengar nama serta nyebut nama pake Gas - Gus2, bagi saya itu adalah ciri > antek feodal yang nyebut orang lain feodal. Tapi itu pendapat saya pribadi > lho mas. > > Soal postingan kemarin itu, Inget temanya mas, intinya itu ketidaksetujuan > akan hari kebangkitan nasional tanggal 20 mei, dan persoalan alasan saya > yang mengemukakan ketidaksetujuan saya itu ya terserah asumsi saya yang > jelas berbeda (mungkin) dengan opini anda. Dan di email ini saya tidak > menuduh pendapat anda yang tidak setuju dengan saya itu suatu kesalahan, > saya hanya mengemukakan kenapa dan kenapa nya saya tidak setuju, itu tok. > > Malah Hari Kebangkitan Nasional yang sejak tahun 1948 kadung diperingati > setiap tanggal 20 Mei sepanjang tahun, seharusnya dihapus dan digantikan > dengan tanggal 16 Oktober, hari berdirinya Syarikat Islam. Hari Kebangkitan > Nasional Indonesia seharusnya diperingati tiap tanggal 16 Oktober, bukan 20 > Mei. Tidak ada alasan apa pun yang masuk akal dan logis untuk menolak hal > ini. > > Tapi inget sekali lagi, INI PENDAPAT SAYA PRIBADI, mau setuju ya silahkan, > mau tidak, juga silahkan, lagipula di tahun segitu itu (1905-1908) > kebanyakan para pejuang bangsa kita adalah orang Islam, orang-orang yang > memiliki wacana kebangkitan rakyat dan bangsa ini adalah orang Islam, > sedangkan penjajah belanda itu orang non Islam (mboh ya kristen ato atheis > bodo amat). Inget lo mas saya menyebutkan soal pejuang bangsa itu pake kata > KEBANYAKAN, bukan SEMUANYA. Jadi wajar-lah jika saya berpendapat bahwa > kebangkitan nasional seharusnya lahir dari orang-orang yang berlandaskan > ideolosi Islam, bukan justru dari orang-orang yang merasa Islam sebagai batu > sandungan. > > Tapi inget sekali lagi, INI PENDAPAT SAYA PRIBADI, Sebagaimana pendapat > ketidaksukaan saya tentang gas-gus2 itu, mau setuju ya silahkan, mau tidak, > juga sumonggo. Itu juga sah-sah saja kan. > > --------------------------------- > Sent from Yahoo! - a smarter inbox. > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > [Non-text portions of this message have been removed]
