Pagi ini (9 Januari 2008) saya membaca koran Republika, di halaman 
pertama ada tulisan bahwa para penganut Ahmadiyyah telah dapat hidup dengan 
tenang di “kampung halaman”-nya, Pakistan, sejak tahun 1974. 
 Benar-benar berita yang menyejukkan. Mudah-mudahan di Indonesia juga bisa 
segera menjadi kenyataan.
 Islam & agama lainnya
 Islam mengajarkan, langsung di Al-Quran, bahwa para penganutnya wajib 
bersilaturahmi dengan baik kepada penganut agama lainnya. Dengan konsep 
kebebasan beragama “lakum dinukum waliyadin”, kewajiban tersebut bisa menjadi 
kenyataan. 
 Tidak hanya itu, kemudian Nabi saw juga memberikan contoh dalam kehidupannya 
sehari-hari. Sampai ke berbagai contoh yang “ekstrim” & rasanya tidak akan bisa 
kita temukan lagi di zaman ini - seperti pengemis Yahudi buta yang sangat benci 
& selalu mencaci maki Nabi Muhammad justru tetap disayangi oleh beliau sampai 
akhir hayatnya.
 Jadi sudah terlalu banyak penegasannya bahwa umat Muslim wajib untuk 
bermuamalah dengan baik kepada umat lainnya.
 Solusi Ahmadiyyah di Pakistan
 Kembali ke topik awal - bagaimana caranya sampai jamaah Ahmadiyyah bisa hidup 
dengan damai di Pakistan ? Ternyata sederhana saja - Ahmadiyyah telah diakui 
sebagai agama yang tersendiri. Dan para jamaahnya juga mengaku sebagai penganut 
agama Ahmadiyyah.
 Mereka tidak mengaku-aku sebagai beragama Islam. 
 Maka dengan demikian, umat Muslim & umat Ahmadiyyah dapat saling berhubungan 
dengan baik & damai.
 Masalah di Indonesia 
 Kenapa di Indonesia masih bermasalah ? Ternyata, ini karena organisasi JAI 
(Jemaat Ahmadiyyah Indonesia) masih ngotot bahwa Ahmadiyyah adalah Islam. 
 Padahal, dalam pertemuan di Balitbang Depag & Mabes Polri, yang menghasilkan 
12 butir pernyataan JAI, mereka jelas menyatakan & mengakui bahwa Mirza Ghulam 
Ahmad adalah Rasul Allah (sumber: Republika 9 Januari 2008).
 Tentu saja ini berbeda 100% dengan dasar kepercayaan Islam, yang meyakini 
bahwa tidak ada lagi Nabi/Rasul setelah Nabi Muhammad saw.
 Solusi di Indonesia
 Sebetulnya kita tinggal meniru teladan Pakistan saja - umumkan tentang 
keberadaan agama Ahmadiyyah. 
 Maka kemudian para penganutnya jadi bisa bebas melakukan ajaran agamanya. Dan 
para pelaku anarkis bisa dengan mudah ditangkap & ditindak oleh para penegak 
hukum.
 Fakta di seluruh dunia
 Ulama Islam di seluruh dunia telah sepakat menyatakan bahwa Ahmadiyyah adalah 
agama tersendiri, sejak dahulu kala. 
 Rabithah Alam Islami telah mengeluarkan pernyataan ini sejak tahun 1981. 
Malaysia & Brunei juga sudah lama menyatakan hal yang sama. 
 Dukungan kepada NU & Menag
 Pada hari Selasa, 8 Januari 2008, Amir Nasional Jemaat Ahmadiyah Indonesia, 
Abdul Basyit, menemui Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH 
Hasyim Muzadi, di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta. Ia meminta NU bisa 
mendesak pemerintah agar melindungi jamaahnya sebagaimana warga negara yang 
lain.
 Disini saya sangat salut dengan sikap pak Hasyim yang tetap teguh dalam 
memegang prinsipnya.
 Beliau menyatakan kembali bahwa Ahmadiyyah memang adalah agama tersendiri 
(”Saya juga bisa setuju ketidaksetujuan mereka (MUI)”). 
 Namun beliau mengingatkan bahwa tindakan main hakim jelas adalah suatu hal 
yang sangat salah.
 Di akhir dialog, beliau menyatakan bahwa fatwa MUI tidak bisa dituding sebagai 
penyebab kekerasan terhadap pengikut Ahmadiyyah. “Yang memicu kekerasan adalah 
demokrasi yang tidak terbatas,” tandasnya.
 Menteri Agama, Maftuh Basyuni, juga menunjukkan sikap yang sama. Kalau 
Ahmadiyyah ingin dianggap sebagai agama Islam,ya tentunya harus sesuai dengan 
ajaran agama Islam,seperti mengakui Nabi Muhammad saw sebagai Nabi yang 
terakhir. Kalau tidak ya juga tidak masalah, tinggal mendaftar saja sebagai 
agama yang baru. 
 Para pahlawan kesiangan
 Pada berbagai kasus, selalu saja ada berbagai pahlawan kesiangan. Tidak 
terkecuali pula dalam kasus ini. Disini saya mencantumkan beberapa diantara 
mereka :
 [ 1 ] Organisasi JAI & Abdul Basyit : Membelokkan inti masalahnya kemana-mana, 
termasuk menjadikan ini sebagai komoditas politik. Menyalahkan semua orang 
lain, kecuali dirinya sendiri.
 Memanfaatkan jalur hukum untuk membenarkan kekeliruannya,  mirip seperti modus 
operandi kelompok Scientology.
 [ 2 ] Komnas HAM : Biasanya saya simpati & salut dengan kerja keras Komnas HAM 
melayani masyarakat. Namun dalam kasus ini, ada kemungkinan mereka mendapatkan 
informasi yang keliru.
 Soal Ahmadiyyah bukan pelanggaran HAM (kecuali pada kasus-kasus main hakim 
sendiri), karena para penganut agama Ahmadiyyah tetap terjamin kebebasan 
beragamanya di dalam ajaran agama Islam.
 [ 3 ] Dawam Rahardjo : menuduh bahwa ada pelanggaran keyakinan beragama dalam 
kasus Ahmadiyyah di Indonesia.
 Kesal karena Menteri Agama menganggapnya keblinger, dia menuduh Menag memiliki 
pemahaman yang dangkal soal pluralisme.
 “Dari semua Menteri Agama, dia yang paling dangkal (pengetahuannya soal 
pluralisme)”, ketus Dawam. Padahal Tarmizi Taher juga berpendapat sama.
 [ 4 ] JIL, P2D, ICRP, P3M, dll : Bukannya membantu menyelesaikan masalah ini, 
mereka justru membuatnya menjadi semakin keruh dengan turut membelokkan pokok 
permasalahannya kemana-mana.
 Tandas Ulil dengan suara meninggi, “Fatwa haram ini dengan sangat jelas 
mengancam kebebasan hak beribadah 200 ribu pengikut JAI di seluruh Indonesia 
dan bukan tidak mungkin fatwa itu akan mengulang peristiwa mihnah (inkuisisi) 
pada abad XV”.
 Keliru mas, pertama MUI bukan mengeluarkan fatwa haram Ahmadiyyah, tapi fatwa 
bahwa agama Ahmadiyyah bukan agama Islam. Kedua, kebebasan beragama para 
penganut agama Ahmadiyyah tidak terancam. Ketiga, fatwa MUI akan menyebabkan 
inkuisisi ? Ini namanya provokasi FUD (fear, uncertainty, doubt).
 Kesimpulan
 Saran & masukan dari KH Hasyim Muzadi serta Menag saya kira sudah sangat 
baik,yaitu menganjurkan agar Amir JAI bisa membawa diri dengan baik, dan agar 
semua pihak bisa saling berdialog.
 Mudah-mudahan kedamaian antara para penganut agama Ahmadiyyah & penganut agama 
Islam bisa segera tercapai di Indonesia, amin..
sumber : http://harry.sufehmi.com/archives/2008/01/

     

       
---------------------------------
 Support the World Aids Awareness campaign this month with Yahoo! for Good

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke