Demikian pula alJabiri. Bukan perkara Ibn Rusyd atau Aristo sudah tidak elevan
lagi. Aristo ya memang tidak lagi relevan, kecuali sebagai bahan studi saja,
sebagai mukawwin. Tapi bagi orang Eropa, Aristo sebagai mukawwan, jelas masih
relevan, karena ia menjadi mata rantai kebangkitan Eropa, mata penghubung dalam
sejarah totalitas Eropa.
Demikian Ibn Ruysd. Anda harus lihat, alJabiri mengkaji Ibn Rusyd dalam konteks
keMaghribiannya, dan itu pada dua level: yang alim (learned), dan yang amali,
sebagai culture, atau yang sering dipakai, yang mukawwin dan yang mukawwan. Ibn
Rusyd sebagai mukawwin jelas sudah tidak relevan. Tapi Ibn Rusyd sebagai
mukawwan? Jelas, persoalannya bukan perkara relevan atau tidak, tapi sebagai
sebuah tradisi yang ia peroleh dari dalam kebudayaannya. Sama halnya dengan
kita, apakah pemikiran Imam asy-Syafii relevan dengan kita, sebagai mukawwin,
tentu kita bertanya-tanya. Imam alGhazali sendiri sudah mempertanyakan
relevansi arRisalah sebagai mukawwin, dengan menimba manthiq, dan menulis
alMustashfa, serta menjadikan tasawuf integral dengan fiqih sesuatu yang tak
terbayngakn oleh asy-Syafii sendiri. Tapi bukankah alGhazali adalah penganut
mazhab Syafii, padahal dia bisa saja bikin mazhab sendiri.
Itulah Imam Syafii sebagai mukawwan. Itu pula yang kita warisi sampai sekarang,
dan tidak pada konteksnya kita berbicara ini diambil, ini yang tidak. (apakah
menjadi NU, menjadi Jawa, menjadi Bugis, bisa kita katakan, ada yang bisa
dianggap relevan ada yang tidak??!). dengan Syafii inilah, sebagai manhaji,
sebagai mukawwan, tradisi ils Nusnatara jadi tambah dinamik, dan juga produktif.
Itulah yang kemudian dirumuskan oleh para kiai dengan almuhafazahah dan al
akdzu. Bukan alam arti mukawwin untuk emmahaminya, tapi konteks mukawwan. Di
sini soalnya bukan perkara inovasi versus adopsi. Alkhdz tetrlau luas cakupan
maknanya, terlebih dalam konteks mukawwan ini. bukan sekedar proses adopsi,
juga proses timbal balik, proses mimikri, dst. makna alakhdz ini pula yang
mmeungkinkan para kiai mengapodis Pancasila sebagai dasar negara, yang harus
dibela, --- padahal mereka tetap bermzahb Syafii. Para kiai mengajarkan
nasionalisme dan cinta tanah air, padahal mereka tetap dari lingkup Syafii-nya.
Saya pun demikian. Saya ngambil ke sana kemari, Jabiri, edward Said,
Poskolonial, dst. tapi saya tetap Syafii.
Catatan terakhir lagi tentang Jabiri ini. saya teringat ucapan alMuzani, murid
Imam Syafii, tentang karya gurunya, arRisalah. Setiap ia membacanya ilmunya
selalu bertambah, dan sellau menemukan ilmu baru. Hingga ia membacanya sampai
500 kali. Demikian pula pengalaman saya dengan Jabiri. Setiap kali saya
membacanya saya menemukan ilmu baru: cultural studies, Poskolonial studies,
hingga NU Studies.............. sesuatu yang tidak saya temukan pada Hassan
hanafi, Arkoun atau pada Nasr Abu Zaid. Kalau saya membaca orang-orang ini,
saya mendapatkan sesuatu dengan yang saya usahakan. Ibaratnya, saya membaca
sebotol, saya dapat sebotol juga. Tapi alJabiri? Setiap saya membacanya
sebootl, maka saya mendapatkan ilmu sekolam, hingga selaut.............
buku-buku saya lahir dari pergumulan saya dengan Jabiri itu, bisa sebagai
mukawwan, bisa sebagai mukawwin. Demikian pula buku-buku itu lahir dari
eprgumulan dengan ke_NU-an saya, ke_bugisan saya, dan keindonesiaan
saya, semuanya muncul bisa sebagai mukawwan, bisa sebagai mukawwin.... dst.
Salam .. nanti disambung lg
Ab
Nb:
Pengertian thrah iduluyuji, adalah paparan ideologis, dalam mujam wasith,
tharaha laiah asy-syaa, manahu alqahu wa basathahu, tharh semakna dengan
uthurruhah, lontaran atau telaah konsepsional....
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and
know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ
[Non-text portions of this message have been removed]
______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke:
[EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/