Penulis Buku “Mantan Kiai NU Menggugat” Tidak Siap Hadiri Debat Terbuka
Selasa, 4 Maret 2008 18:32
Surabaya, NU Online
Kurang sepuluh hari pelaksanaan dialog terbuka penulis buku Mantan Kiai 
NU Menggugat Shalawat dan Dzikir Syirik, H Mahrus Ali, penulis buku, 
menyatakan tidak siap hadir. Keputusan itu disampaikan kepada NU Online 
oleh Usman, katua panitia dialog terbuka Pascasarjana IAIN Sunan Ampel 
Surabaya pada Selasa (4/3). Usman menyatakan hal itu setelah dirinya 
berkunjung ke rumah H Mahrus sehari sebelumnya. “Beliau menyatakan tidak 
bersedia hadir,” kata Usman.

Pernyataan Usman itu dibenarkan oleh Musa, salah seorang kepercayaan H 
Mahrus. Dihubungi NU Online via ponselnya, lelaki alumnus Pesantren 
Tambakberas Jombang itu menyatakan gurunya memang tidak siap hadir.

“Karena alasan keamanan,” tuturnya. Meski dijelaskan pihak panitia sudah 
menjamin keamanan H Mahrus, namun pihaknya belum ada rencana mengubah 
keputusan itu.

Pada mulanya Musa mengaku banyak alasan untuk membatalkan rencana awal, 
faktor keamanan hanyalah salah satunya. Namun ketika didesak untuk 
menyebutkan beberapa faktor penyebab keberatan itu, ia malah tidak bisa 
menyebutkannya. “Ya keamanan itu saja,” lanjutnya.

Menurut Musa, para murid H Mahrus yang kebanyakan berlatar belakang NU 
lebih menghendaki agar gurunya mau datang dalam dialog itu. Dengan 
adanya dialog terbuka, akan sama-sama tahu keabsahan dalil yang dipakai 
selama ini. Namun hingga kini gurunya masih belum menyatakan kesiapannya.

Di sisi lain, sekalipun gurunya yang berperan sebagai penulis buku tidak 
hadir, namun pihaknya meminta agar penerbit Laa Tasyuk! Pres juga 
diundang dalam dialog itu. Sebab yang membuat judul bombastis dan banyak 
menyingung perasaan tokoh NU itu adalah penerbit, bukan penulis buku.

“Dia yang makan nangkanya kita yang kena getahnya, kan tidak enak 
jadinya,” kata Musa yang mengaku sejak awal tidak setuju dengan judul 
buku itu.

Respon dari Tokoh NU
Sudah jelas, banyak tokoh NU merasa kecewa denga tidak hadirnya H Mahrus 
dalam dialog yang akan digelar di IAIN Sunan Ampel pada 12 Maret itu. 
Sebab sebelumnya mereka mendengar kabar kalau H Mahrus siap hadir. Tapi 
ketika kesediaan itu dibatalkan, mereka tidak bisa menyembunyikan 
kekecewaannya.

“Alasan karena keamanan itu tidak rasional,” kata KH Ali Masyhuri, salah 
seorang Wakil Rais Syuriah PWNU Jawa Timur. “Itu hanya mengada-ada,” 
lanjut kiai yang biasa disapa Gus Ali itu. Ia mengaku kecewa karena 
sejak lama ingin tahu wajah orang yang bernama H Mahrus Ali yang 
kontroversial itu.
Dengan nada menyakinkan, kembali ia mengharap agar H Mahrus mau hadir 
dalam acara dialog itu. Soal keamanan sepenuhnya ditanggung Gus Ali. 
“Saya jamin keamanannya,” ujarnya tegas.

Kekecewaan juga terlihat dari Ketua Tim LBM PCNU Jember, Drs KH Abdullah 
Syamsul Arifin, MHi. Ia juga mengaku gembira dengan adanya kabar H 
Mahrus siap hadir, namun ketika membatalkan kesediaan, tentu saja rasa 
penasaran itu muncul. “Kalau memang merasa benar dan dalilnya kuat, 
kenapa harus takut adu argumentasi?” begitu Kiai Abdullah mempertanyakan.

Lebih jauh ia mempertanyakan motivasi penulisan buku itu. Sudah jelas 
menginggung perasaan orang NU, diajak klarifikasi malah tidak mau. 
“Terus mau diselesaikan dengan cara apa?” begitu pengasuh Pondok 
Pesantren Bustanul Ulum Curang Kalong Bangsalsari Jember itu 
mempertanyakan. “Mestinya penulis itu berani mempertanggungjawabkan apa 
yang ditulis, bukan malah menghindar. Itu kan sama artinya tidak yakin 
dengan apa yang dia tulis sendiri,” tandas dosen STAIN Jember itu.

Salah seorang Wakil Katib Syuriah PWNU itu menuturkan, kisah serupa 
pernah terjadi di daerahnya dua tahun silam. Kala itu ada seorang 
wahabiyin bernama Lukman Ba’abullah, menyebarkan paham wahabi di Jember 
melalui buletin bernama Al-Ilmu. Sama dengan buku karangan H Mahrus, 
tulisan dalam Al-Ilmu banyak menyinggung perasaan nahdliyin. PCNU Jember 
bergerak dengan menulis buku bantahan dari buletin penyebar keresahan 
itu. Setelah itu Lukman diajak adu argumentasi secara terbuka. 
Berkali-kali diajak tidak mau, akhrinya kasusnya dibawa ke FKUB (Forum 
Komunikasi Umat Beragama). Di depan FKUB Lukman meminta maaf dan 
menghentikan tulisannya yang banyak menyinggung perasaan umat Islam itu. 
“Sekarang kasusnya terulang lagi,” tutur Kiai Abdullah.

Menurut Kiai Abdullah, panitia tidak harus memaksa penulis buku itu 
nanti hadir. Hanya saja sebagai konsekwensi logis, sebagai jalan keluar, 
pihaknya meminta agar penerbit dan penulis menarik seluruh buku yang 
menyinggung perasaan itu. “Mau bagaimana lagi, diajak ngomong enak-enak 
juga tidak mau,” tuturnya dengan nada mulai meninggi.
Dari panitia pelaksana dikabarkan, meski penulis buku menyatakan tidak 
hadir, namun acara dialog terbuka itu tidak dibatalkan, karena KH 
Muammal Hamidy, pemberi kata pengantar, menyatakan siap. Panitia mengaku 
tidak mempermasalahkan apakah dialog itu menarik atau tidak, karena 
hanya dihadiri pemberi kata pengantar (mungkin juga penerbit), namun 
rencana itu tidak dibatalkan. Sudah banyak pondok pesantren yang minta 
diberi undangan agar bisa hadir dalam pertemuan itu. Bahkan sebagian dia 
antara permintaan itu datang dari Jakarta. (sbh)


______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[EMAIL PROTECTED] 
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke