http://www.indopos.co.id/index.php?act=detail_c&id=329063
Rabu, 05 Mar 2008,
Belajar Islam kepada Orang Prancis?

Oleh Machasin

Pertanyaan ini dapat diucapkan dengan nada tinggi, sehingga bermakna 
ketidakpercayaan. Dengan kata lain, dapat dikatakan: Mengapa Anda, 
seorang muslim, belajar Islam? Mengapa tidak kepada orang Arab di 
Makkah, orang Iran di Qum, orang Indonesia di Jombang, atau orang 
Malaysia di Kelantan, atau kepada orang India di Deoband? Bukankah Islam 
mesti dipelajari dari sumbernya sendiri?

Kajian dan Tujuan Mempelajari Islam
Islam mengandung banyak aspek yang terbuka untuk dipelajari oleh siapa 
pun dengan tujuan apa pun. Mungkin ada orang yang merasa bahwa hanya hak 
orang muslimlah mempelajari Islam. Tetapi, dalam kenyataannya tidak 
dapat dilakukan pembatasan atau pelarangan yang secara efektif 
benar-benar dapat membatasi Islam hanya untuk umat Islam. Apalagi di 
zaman serba terbuka seperti sekarang ini.

Islam dapat dipelajari sebagai tuntunan kehidupan. Siapa pun dapat 
mempelajarinya walaupun tidak setiap orang dapat mengamalkannya. Pada 
intinya, semestinya aspek ajaran ini dipelajari kepada ahlinya, yakni 
mereka yang mengerti dan mengamalkannya. Pengamalan merupakan tujuan 
yang paling tepat untuk aspek ini.

Islam juga dapat dipelajari sebagai sebuah khazanah kemanusiaan yang 
mencakup: pengalaman kehidupan sosial-politik, nilai-nilai kehidupan, 
falsafah, pengetahuan, sistem sosial, dan sebagainya.

Sebagaimana lazimnya khazanah kehidupan manusia yang lain, siapa pun 
boleh mengaksesnya dan memilih bagian(-bagian) yang penting dan berguna 
untuk dirinya dan meninggalkan yang tak berguna baginya.

Mengkritik -dalam pengertian menyebutkan kebaikan dan keburukan, 
mengetahui cara kerja dan batas-batas cakupannya- semestinya dapat 
dilakukan. Tujuannya, misalnya, dapat berupa melihat 
kemungkinan-kemungkinan pemanfaatannya dalam kehidupan masa depan dan 
menghindari kesalahan yang pernah dibuat.

Islam juga dapat dipelajari sebagai praktik kehidupan orang-orang yang 
menganutnya. Tujuannya bisa positif, bisa negatif. Di antara yang 
positif adalah mengetahui mereka dengan baik sehingga dapat dijalani 
kehidupan bersama yang baik. Kata orang Prancis:

Les personnes qui sont différentes nous font peur. C’est parce qu’on ne 
les connaît pas. Il faut prendre le temps de connaître leurs 
difficultés, leurs différences. Ils peuvent devenir d’excellents amis. 
Nos différences sont nos richesses. (Sering kita takut dengan 
orang-orang yang berbeda dengan kita. Kita perlu menyempatkan diri untuk 
mengetahui kesulitan-kesulitan mereka, perbedaan-perbedaan mereka. 
Mereka dapat menjadi kawan yang baik. Perbedaan adalah kekayaan).

Islam di Negeri-Negeri Pinggiran

Ketika berbicara tentang Islam, ingatan orang sering langsung lari ke 
Timur Tengah: negara-negara berbahasa Arab atau Persia. Baru pada paro 
kedua abad XX kajian tentang Islam di daerah pinggiran dimulai di 
Prancis. Yang dimaksudkan dengan istilah ini adalah Islam yang 
dipraktikkan orang di: (1) Asia Selatan, (2) Asia Timur, (3) Asia 
Tenggara, (4) Asia Tengah, (5) Afrika Timur, (6) Afrika Barat, dan (7) 
Balkan dan Kaukasia.

Beberapa bidang kajian menjadi perhatian, seperti sufisme, kehidupan 
sosial-budaya dan pendidikan, walaupun banyak peneliti yang tergabung 
dalam kelompok ini di Paris berlatar belakang pendidikan antropologi.

Peneliti Prancis yang mengkaji Islam di wilayah tersebut membentuk 
sebuah kelompok tersendiri, yang dibidani antara lain oleh Alexandre 
Popovic, ahli Islam di Balkan, yang lahir di Belgrade dan hijrah ke 
Paris pada 1954. Orang yang bicaranya las-lasan ini kini guru besar 
emeritus di EHESS (Pascasarjana Ilmu Sosial) dan masih aktif dalam 
diskusi-diskusi yang diselenggarakan kelompok peneliti tersebut.

Di sini setidak-tidaknya dapat dipelajari tiga hal. Pertama, materi 
kajian yang mencakup banyak hal tentang pengamalan Islam di 
negeri-negeri di luar Arab-Persia-Turki. Tema utama diskusi tahun ini 
(sebenarnya dari tahun lalu sampai Juni tahun ini) adalah Sayyid Ahmad 
Barelwi (1786-1831) dengan bahan-bahan diberikan oleh Marc Gaborieau, 
dengan beberapa ceramah selingan yang diberikan oleh orang-orang lain.

Di antara selingan ini adalah ceramah tentang mahdi di Afrika Utara, 
sufisme di Rusia dan Kaukasia Utara, konversi agama di India abad XIX, 
dan mahdiisme dan militerisme dalam Islam.

Kedua, kesungguhan dan kecermatan mereka dalam mengkaji. Sebagai contoh, 
S. A. Barelwi dibicarakan sampai sepuluh kali pertemuan, dengan subtopik 
yang berbeda-beda.

Diskusi dalam pertemuan yang berlangsung dua jam itu tidak hanya 
berkenaan dengan materi, tetapi juga tentang metodologi, istilah-istilah 
kunci dan sumber-sumber serta pengkaji lain yang meneliti masalah yang sama.

Ketiga, kebersambungan generasi. Dalam kelompok peneliti ini bergabung 
tidak hanya ahli yang berpengalaman, tetapi juga mahasiswa yang mulai 
penelitian tesis atau disertasi. Ada yang sudah bergabung sejak 30 tahun 
lalu, ada yang baru tahun ini.

Keakraban

Hari pertama ikut diskusi mereka, saya diperkenalkan dengan semua yang 
datang. Tidak banyak yang penulis ingat dari nama mereka. Tetapi, tiga 
nama besar tidak mungkin terlupakan. Alexandre Popovic yang dibicarakan 
di atas, Marc Gaborieau yang mengkhususkan diri pada Islam di India, dan 
Nicole Grandin yang menekuni Islam di Sudan.

Di Indonesia mungkin nama mereka tidak dikenal, tetapi di dalam 
negeri-negeri Francophone mereka menjadi rujukan dalam kajian Islam di 
wilayah Balkan, India, dan Afrika Timur.

Setelah diskusi, mereka menghabiskan waktu sekitar satu jam di kafe di 
samping kampus untuk minum kopi dan teh. Bukan soal minumnya yang 
penting, tetapi mereka duduk dalam keakraban yang sangat hangat. Ketika 
membayar pun, semua mengeluarkan dompet: urunan.


Machasin, visiting professor UIN Sunan Kalijaga di IISMM-EHESS, Paris


______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[EMAIL PROTECTED] 
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke