Saya hanya ingin konfirmasi. Jika tidak salah Foucault itu orang Tmabk Siring yang rumahnya kena lumpur Lapindo. Kemudian orang-orang postcolonial itu, seperi Spivak dan teman-teman tampaknya orang desa tetangga saya di Kampung. Apa betul? Jika benar, persoalan menjadi jelas mengapa orang-orang di kampung saya sangat anti bule, penjajah. Demikian pula beberapa santri saya -karena mungkin temannya spivak -jika ada yang merujuk kepada orientalis, pasti dianya dituduh orinetalis.
[Non-text portions of this message have been removed]
