Mawlid & Syafaat Nabi Muhammad saw
Mawlana Syaikh Muhammad Hisham Kabbani ar-Rabbani qs
Ditranslasi dari The Approaching to Armageddon ( Kiamat Mendekat - Serambi )
Pada Hari Pembalasan tidak ada lagi hubungan keluarga; tak ada saudara, tak ada
ibu, tak ada ayah. Setiap orang akan melepaskan diri dari yang lain dan
berusaha menyelamatkan diri sendiri. Setiap orang akan berseru, Bagaimana aku,
bagaimana aku! Ya Allah, ampunilah aku! Rahmatilah aku!
Pada hari itu, mereka yang beramal saleh selama hidup di dunia sekalipun akan
menyadari bahwa amal mereka tidak ada artinya dibandingkan kenikmatan dan
rahmat yang telah dianugerahkan Allah kepada mereka selama di dunia. Dengan
menyadari hal itu muncullah perasaan cemas bahwa semua amal mereka akan sangat
ringan dalam timbangan Allah (al-mîzân) yang akan menerapkan keadilan yang
sempurna, al-adl. Pada saat itu, tak seorang pun akan aman dari rasa tertekan
di Hari Pembalasan, kecuali mereka yang dikaruniai rahmat oleh Allah.
Abû Hurayrah meriwayatkan bahwa Nabi saw. bersabda, Tak seorang pun di antara
kalian yang akan masuk surga karena amal semata. Mereka bertanya, Ya
Rasulullah, engkau pun tidak? Beliau menjawab, Tidak diriku sekalipun, tetapi
Allah akan menyelimutiku dengan kasih dan ampunan-Nya. Satu-satunya orang yang
tidak berseru, Nafsî, nafsî, Diriku, diriku, pada hari yang membahayakan
adalah Nabi Muhammad saw.
Semua umat nabi lainnya akan berlari menuju nabi mereka, tetapi mereka tak
bisa berbuat apa-apa. Semua nabi justru akan meminta Nabi Muhammad saw. untuk
memberi syafaat kepada mereka dan umatnya. Nabi saw. akan berkata, Akulah
pemberi syafaat (anâ lahâ), dan Allah akan memberi izin kepada Nabi saw. untuk
menggunakan syafaatnya bagi semua umat.
Ibn Abbâs meriwayatkan bahwa beberapa sahabat Nabi muncul dan menunggu beliau.
Ketika beliau datang, beliau mendekati mereka dan mendengarkan ucapan mereka,
Hebat sekali, Allah Yang Mahabesar dan Maha Agung telah menjadikan makhluk
ciptaan-Nya sebagai sahabat dekat-Nya, yaitu Ibrâhîm. Yang lainnya berkata,
Tak ada yang lebih hebat daripada kalam-Nya kepada Mûsâ, orang yang Dia ajak
berbicara secara langsung! Lalu yang lainnya berkata, Dan Îsâ adalah kalimat
dan ruh-Nya! Sementara yang lainnya berkata,Adam adalah nabi pilihan Allah.
Kemudian Nabi Muhammad salallahu alayhi wasalam muncul dan berkata, Aku
mendengar perkataan kalian, dan semua yang kalian katakan benar,dan aku sendiri
adalah kekasih Allah, dan aku katakan ini tanpa sombong sedikit pun, dan aku
akan mengusung bendera keagungan pada Hari Pembalasan nanti, dan menjadi orang
pertama yang memberi syafaat dan syafaat pertama yang akan diterima Tuhan, dan
aku adalah orang pertama yang akan mengitari surga sehingga Allah membukakannya
untukku dan aku akan memasukinya bersama dengan orang-orang miskin dari
kalangan umatku, dan aku katakan ini tanpa sombong sedikit pun. Aku yang paling
mulia dari yang pertama dan yang terakhir, dan aku katakan ini tanpa sombong
sedikit pun.
Salah satu kunci rahmat Allah adalah cinta. Cinta kepada Allah dan Nabi-Nya
merupakan salah satu kunci menuju surga. Hadis berikut menjadi bukti. Seorang
badui bertanya kepada Nabi saw. tentang saat terjadinya Hari Kiamat. Beliau
berkata, Hari Kiamat pasti akan tiba. Apa yang telah kamu persiapkan untuk
menyongsong kedatangannya? Orang itu berkata, Ya Rasulullah, aku tidak
mempersiapkan diri dengan puasa dan amal saleh yang banyak, tetapi aku
mencintai Allah dan Nabi-Nya.
Nabi saw. bersabda, Kamu akan beserta mereka yang kamu cintai. Anas ra
mengatakan bahwa ketika mendengar hal itu, orang-orang Islam sangat bersuka
cita lebih dari sebelumnya. Anas berkata, Oleh karena itulah, aku mencintai
Nabi, Abû Bakr ra, dan Umar ra, dan aku berharap bahwa aku akan beserta mereka
karena kecintaanku kepada mereka, meskipun amalku tidak akan bisa menyamai amal
mereka.
Tuhan telah menciptakan beberapa sarana yang bisa membebabkan manusia dari
hukuman karena manusia memang diciptakan lemah, rentan terpengaruh setan,
nafsu, kesenangan duniawi, dan sifat berbangga. Rahmat Allah begitu luas, dan
melaluinya semua orang beriman bisa mendapatkan pertolongan.
Abû Hurayrah meriwayatkan bahwa ia pernah mendengar Nabi saw. bersabda:
"Sesungguhnya Allah telah menciptakan rahmat. Pada hari Dia menciptakannya, Dia
membaginya ke dalam seratus bagian. Dia akan menggenggam 99 bagian, dan memberi
satu bagian kepada seluruh makhluknya. Sekiranya orang-orang kafir tahu semua
rahmat yang dalam genggaman-Nya, mereka tak akan pernah putus asa untuk
memasuki surga, dan sekiranya orang-orang beriman tahu semua siksaan dari
Allah, mereka tak akan berpikir dapat selamat dari neraka.
Agar manusia dapat menggapai rahmat-Nya, Allah menurunkan sebuah kalimat yang
cukup untuk membersihkan dosa seseorang, sebanyak apa pun dosa yang telah ia
perbuat. Utbân ibn Mâlik al-Anshârî, seorang dari suku Banî Sâlim,
meriwayatkan bahwa Rasulullah menghampirinya lalu berkata: "Jika seseorang yang
dibangkitkan para Hari Kiamat pernah berkata, Lâ ilâha illâ Allâh, dengan
tulus karena Allah, maka Allah akan mengharamkan api neraka baginya.
Hadis tersebut mengingatkan kita bahwa rahmat Allah berada di luar jangkauan
pemahaman manusia. Pada saat yang sama, mereka juga diperingatkan agar tidak
terlalu bersandar kepada rahmat Allah, dan mengabaikan batasan-batasan yang
telah Allah tetapkan dalam syariat yang suci.
Kami akhiri bab ini dengan menekankan prinsip mendasar dalam Islam: bahwa pada
akhirnya hanya rahmat Allah yang amat luas yang akan menyelamatkan manusia pada
Hari Pembalasan yang sangat mengerikan itu. Dan perwujudan dari rahmat Allah
itu adalah Nabi Muhammad salallahu alayhi wasalam. sendiri, yang digambarkan
Allah swt dalam surah al-Anbiyâ ayat 107 sebagai rahmat bagi seluruh alam.
Karena itulah kita sangat mengharapkan syafaat beliau yang merupakan pijakan
paling kokoh pada Hari Pembalasan, tidak mengandal kan amal kita semata yang
benar-benar sangat jauh dari nilai ketulusan dan kesempurnaan. Hanya berkat
rahmat Allah, yang terwujud secara sempurna dalam pribadi Nabi-Nya tercinta,
Muhammad saw,kita bisa memperoleh keselamatan dan pembebasan. Mereka takut
kepada suatu hari yang di hari itu hati dan penglihatan menjadi guncang. (Q
24:37)[]
Wa min Allah at Tawfiq
wasalam, arief hamdani
www.mevlanasufi.blogspot.com
archieve april 2005, Mawlid dan Salawat Nabi saw
---------------------------------
Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.
[Non-text portions of this message have been removed]