Tuhan tidak merokok. Jadi, jangan bawa2 urusan Tuhan. Salat dan rokok jelas berbeda. hehehehehehehehhehhe Saya mantan perokok berat. Dalam satu hari saya menghabiskan 2-3 bungkus rokok. Bagi saya, rokok itu nikmat, memperkaya inspirasi dan imajinasi. Apalagi sambil minum kopi. Wah, serasa di surga (meskipun saya belum pernah ke sorga, tetapi ketika saya merokok seakan saya dibawa ke sorga). Saya akan melupakan segala kenikmatan yang pernah saya rasakan. Itu dulu, ketika saya masih merokok. Saya sudah berhenti merokok dalam setahun ini. Saya meninggalkan rokok bukan karena takut terkena penyakit (paru2, jantung, impotensi, dll), apalagi takut salat saya tidak sah. Bagi saya, merokok itu pilihan. Pilihan berdasarkan kesadaran. Tuhan jangan dibawa2: sah-tidaknya salat bergantung pada syarat-rukun salat. Rokak tidak masuk dalam syarat-rukun itu. hehehe. Kecuali kalau salat sambil merokok. Itu persoalannya lain. Jadi, jangan bikin hukum sendiri lah. Mau salat aja udah untung. Jangan bikin peraturan terlalu banyak. Nanti yang melanggar juga banyak. hehehe. Saya nurut kiai saya aja lah. Dia tidak banyak menuntut lebih. Apalagi sampai mengharamkan sesuatu yang belum tentu haram.
__________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed]
