Saya setuju berat dengan mas jamaluddin Mohammad..
Jangan membuat Islam semakin menakutkan deh:)))
Jamaluddin Mohammad <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Tuhan tidak merokok. Jadi, jangan bawa2 urusan Tuhan. Salat dan rokok
jelas berbeda. hehehehehehehehhehhe
Saya mantan perokok berat. Dalam satu hari saya menghabiskan 2-3 bungkus rokok.
Bagi saya, rokok itu nikmat, memperkaya inspirasi dan imajinasi. Apalagi sambil
minum kopi. Wah, serasa di surga (meskipun saya belum pernah ke sorga, tetapi
ketika saya merokok seakan saya dibawa ke sorga). Saya akan melupakan segala
kenikmatan yang pernah saya rasakan.
Itu dulu, ketika saya masih merokok. Saya sudah berhenti merokok dalam setahun
ini. Saya meninggalkan rokok bukan karena takut terkena penyakit (paru2,
jantung, impotensi, dll), apalagi takut salat saya tidak sah. Bagi saya,
merokok itu pilihan. Pilihan berdasarkan kesadaran. Tuhan jangan dibawa2:
sah-tidaknya salat bergantung pada syarat-rukun salat. Rokak tidak masuk dalam
syarat-rukun itu. hehehe. Kecuali kalau salat sambil merokok. Itu persoalannya
lain.
Jadi, jangan bikin hukum sendiri lah. Mau salat aja udah untung. Jangan bikin
peraturan terlalu banyak. Nanti yang melanggar juga banyak. hehehe. Saya nurut
kiai saya aja lah. Dia tidak banyak menuntut lebih. Apalagi sampai mengharamkan
sesuatu yang belum tentu haram.
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]