Salam...
Apakah ada Kehendak Bebas
Persoalan dokrin atau akidah (tentang keyakinan hati) menjadi bahasan penting
ketika ada diantara sekelompok orang yang mempersoalkan, apakah orang-orang
fasik itu masih dianggap muslim (beriman) atau sudah jadi kafir karena
kekufurannya?
Dan mengenai manusia, apakah manusia sesungguhnya mempunyai kehendak bebas atau
apakah semua perbuatan manusia itu sudah �disetir� oleh Tuhan. Manusia itu bisa
memilih nasibnya sendiri atau semuanya sudah �diatur� oleh Tuhan? Kenapa di
al-quran ada ayat yang bilang bahwa manusia itu bebas untuk memilih dan
berkehendak dan diayat lain-nya lagi mengatakan tidak bebas?
Apakah isi al-quran itu memang bertentangan satu sama lain?
Aneka pendapat dan persoalan mulai muncul kepermukaan untuk menjawab pertanyaan
dan persolan tersebut. Berbagai pendapat dan perselisihan-pun mulai terjadi
sejak jaman pemerintahan Amirulmukminin Ali bin Abi Thalib.
Mu`tazilah
Salah satu kelompok yang paling menonjol dalam jawab-menjawab persoalan
kehendak bebas tersebut adalah kelompok Mu`tazilah. Kelompok ini pernah sangat
disegani pendapat-pendapatnya, terutama ketika masa pemerintahan ada ditangan
Al-Ma`mun (813-833M), Al-Mu`tasim (833-842) dan Al-Watsiq (842-847M).
Dokrin Mu`tazilah
Sebenarnya banyak sekali pendapat dan pandangan Mu`tazilah yang berkembang
diluar pertanyaan-pertanyaan yang pernah diajukan dimasa itu, mereka bahkan
mulai merambah ke banyak persoalan penting lainnya seperti : persoalan sosial,
antropologi, fisika dan bahkan filsafat.
Menurut mereka, semua persoalan ajaran agama yang diajukan tersebut tidak akan
mudah bisa dipahami jika tidak meneliti atau mengkaji persoalan-persoalan
lainnya yang masih terkait satu sama lain.
Dan dari sekian banyak persoalan yang menjadi perhatian mereka itu, nampaknya
ada lima dokrin utama ( sebagaimana yang mereka akui sendiri ) yang menjadi
ajaran atau prinsip utama mereka, yaitu :
1. Tauhid
* Tidak adanya pluralitas dan sifat.
2. Keadilan Ilahi
* Allah itu maha adil, maka dia tidak akan menindas
makhluk-makhluknya.
3. Allah memberi balasan (Al wa`d wal wa`id)
* Allah memberikan pahala bagi yang taat dan memberikan hukuman bagi
yang durhaka, dan tak ada yang samar dalam persoalan ini. Karena itu Allah akan
memberikan ampunan-Nya jika sipendosa bertobat, tak mungkin ada ampunan tanpa
bertobat.
4. Sebuah posisi diantara dua posisi (Manzilah wal manzilatain).
* Orang fasik itu bukanlah orang beriman (mukmin), juga bukan orang
kafir. Fasik merukan posisi antara orang beriman dan kafir.
5. Menganjurkan kebaikan dan mencegah kemungkaran ( Amar ma`ruf nahi munkar)
Pandangan Mu`tazilah mengenai kewajiban islam ini, pertama adalah bahwa syariat
bukanlah satu-satunya jalan untuk mengidentifikasi apakah sesuatu itu baik atau
buruk, yang mana yang amar dan yang mana yang munkar. Akal manusia,
setidak-tidaknya sebagian dapat mengidentifikasi sendiri yang manakah yang baik
dan mana yang buruk, serta yang sebelah mana yang ma`ruf dan sebelah mananya
yang munkar.
Kedua kewajiban ini dapat dikerjakan atau ditunaikan oleh siapa saja tanpa
memerlukan imam. Tugas imam, atau imam hanya diperlukan dalam mengelola
persoalan-persoalan yang berhubungan dengan kenegaraan dan pemerintahan,
seperti mengimplementasikan hukum yang sudah ditentukan, mengatur batas-batasan
suatu negara dan lain-lain yang terkait dengan pemerintahan islam. Kalau kita
perhatikan sekilas tentang apa saja yang dijadikan kaum Mu`tazilah sebagai
akidah pokoknya, nampaknya tidak ada yang aneh dan istimewa disana, tapi coba
kita teliti nanti di artikel berikutnya yang akan diberi judul : Mutazilah
Selanjutnya baca di :
http://www.parapemikir.com/articles/6489/1/Kehendak-Bebas/Page1.html
Salam,
Alexander Soebroto
www.parapemikir.com
______________________________________________________________________
Search, browse and book your hotels and flights through Yahoo! Travel.
http://sg.travel.yahoo.com