http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/04/tgl/21/time/214051/idnews/927008/idkanal/10

21/04/2008 21:40 WIB 

Kiai NU se-Cirebon Tolak Pembubaran Ahmadiyah

Reno Nugraha - detikcom

Cirebon - Rekomendasi Badan Koordinasi Penganut Aliran Kepercayaan
Masyakarat (Bakorpakem) tentang pembubaran Jemaat Ahmadiyah Indonesia
ditanggapi berbeda-beda. Kiai-kiai sepuh yang tergabung dalam Forum Kyai
Peduli Khittah Nahdatul Ulama 26 Cirebon menyatakan sikap menolak
rekomendasi tersebut.

Pernyataan sikap ini dihasilkan sejumlah kiai dalam pertemuan mendadak di
Pondok Pesantren Kempek, Cirebon, Senin (21/4/2008).

Hadir dalam pertemuan ini pengasuh Ponpes Kempek KH Syarif Usman Yahya dan
sejumlah kiai sepuh lainnya seperti KH Ulya Ulumuddin dari Ponpes Gebang,
Habib Abu Bakar bin Yahya dari Ponpes Babakan Ciwaringin, KH Taufikur
Rahman
dari Ponpes Gedongan dan KH Ahmad Zahid dari Ponpes Kaliwadas. 

Mereka menyayangkan sikap Bakorpakem yang menyatakan ajaran Ahmadiyah
sesat,
tanpa terlebih dulu mengetahui pengertian sesat menurut agama. "Nanti
jangan-jangan semua aliran Islam yang masih ada oleh Bakorpakem dinyatakan
sesat," ujar KH Syarif Usman Yahya.

Namun bukan berarti para kiai mendukung ajaran Ahmadiyah, melainkan hanya
menolak rekomendasi Bakorpakem dan menuntut pemerintah untuk melindungi
seluruh warga negaranya. Sebagai bentuk dukungan moril terhadap komunitas
Ahmadiyah, dalam waktu dekat ini para kyai tersebut akan mengerahkan
20 ribu
santri dan banser untuk apel akbar yang menurut rencana akan digelar
di kota
Cirebon.

"Kita sepakat untuk mengerahkan 20 ribu santri dan banser sebagai bentuk
penolakan terhadap rekomendasi dan men-support warga Ahmadiyah," ujar
Ustad
Nurzaman, salah satu pengajar di Ponpes Kempek ini. ( aba / aba )



Kirim email ke