Bukannya saya tidak setuju dengan gerakan tolak kenaikan BBM, tapi jika bertindak sekarang itu yang saya anggap salah......
Kalau anda mengajak bergerak sekarang, perhitungan apa yang anda gunakan? SBY-JK jelas mengatakan keanikan harga BBM pada ahir bulan ini. Kalau anda mengajak bergerak sekarang justru saya curigai sebagai orangnya SBY-JK, bergeraklah setelah BBM betul2 naik.... Siapa yang menunggangi gerakan mahasiswa untuk menolak kenaikan BBM yang saat ini berjalan? Ketahuilah!!! Gerakan saat ini adalah gerakan sandiwara agar masyarakat terpancing dan ketika BBM betul2 naik masyarakat sudah loyo.... Yang bergerak sekarang banyak yang ditangkap dan dituduh profokator apa bila mereka bukan ORANG TANAMAN sehingga diharapkan pada saatnya nanti sudah tak bisa bergerak. Mahasiswa baru pemanasan.... biarkan mereka berlatih dulu.... Tolong hentikan penyebaran E-mail ini!!!! --- Umar Said <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > (Tulisan ini juga disajikan dalam website > http://kontak.club.fr/index.htm) > > > Seruan Front Pembebasan > Nasional > > tentang kenaikan harga BBM > > > > > > Aksi-aksi menentang rencana pemerintah untuk > menaikkan harga BBM, yang > dilakukan oleh berbagai golongan masyarakat di > banyak tempat di Indonesia > masih berlangsung terus dan bahkan makin meluas. > Suara-suara yang memprotes > rencana pemerintah ini juga telah dilontarkan oleh > berbagai intelektual dan > tokoh-tokoh masyarakat, termasuk di kalangan DPR, > DPRD, dan berbagai > lembaga. > > Perlawanan yang paling keras terhadap rencana > kenaikan harga BBM ini > datang dari beraneka-ragam organisasi massa atau > gerakan rakyat, yang > terdiri dari berbagai aliran politik. > > > > Aksi-aksi atau gerakan yang sedang melanda di > banyak daerah ini > mengambil bentuk dan cara yang macam-macam, dan > skalanya pun berbeda-beda. > Hal itu menunjukkan dengan jelas bahwa kesedaran > untuk menentang rencana > yang bisa membikin rakyat lebih menderita lagi ini > sudah meliputi banyak > golongan yang luas. Salah satu di antaranya adalah > terbentuknya baru-baru > ini Front Pembebasan Nasional. Front ini, yang > berpusat di Jakarta, > terdiri dari ABM, PRP, SMI, PPRM, WALHI, FBTN, > Perempuan Mahardika, KPA, > Serikat Pengamen Indonesia, IGJ, LBH JAKARTA, LBH > FAS, JGM, KORBAN, ARM, > PRAXIS, IKOHI, SPEED, SIEKAP, BUTRI, PERGERAKAN, > PAWANG. > > > > Sebagai aksi bersama untuk menghadapi rencana > kenaikan harga BBM, > Front Pembebasan Nasional telah mengeluarkan > pernyataan, yang ditujukan > kepada umum, yang menyerukan supaya dilakukan > aksi-aksi massa setiap hari, > dan mengepung dan menduduki Istana pada tanggal 21 > Mei dan 1 Juni yad. > > > > 1.. Umar Said > > > ================ > > > > > > Pernyataan Front Pembebasan Nasional tersebut > selengkapnya berbunyi > sebagai berikut : > > Genderang perlawanan rakyat Indonesia, > melawan rencana kenaikan harga > BBM telah dibunyikan; Mahasiswa, kaum miskin kota, > kaum buruh, kaum tani dan > perempuan di seluruh penjuru Indonesia, setiap hari > melakukan aksi-aksi, dan > terus membesar dan menyatu dari hari ke hari. Ini > menunjukkan, bahwa tingkat > kesejahteraan rakyat sudah dalam batas yang paling > rendah, sehingga kenaikan > harga BBM sebesar 30 %, tidak akan lagi sanggup > ditanggung oleh rakyat > Indonesia. > > Argumentasi kuno yang disampaikan oleh > Pemerintah, DPR, Elit Politik > maupun Intelektual Tukang, semuanya seragam; > Kenaikan harga minyak dunia > yang mencapai US $ 120/barel atau Rp 1.116.000/barel > atau Rp 7018/liter akan > menyebabkan kenaikan subsidi dalam negeri sebesar > 21,4 trilyun rupiah, > sementara negara tidak mempunyai anggaran, sehingga > mau tidak mau, harga BBM > dalam negeri harus dinaikkan sesuai dengan harga BBM > Internasional. > > Yang tidak pernah mereka katakan adalah kenapa > harga BBM Internasional > cenderung naik? Dan kenapa harga BBM dalam negeri > harus selalu mengikuti > harga BBM Internasional ? > > Sebab-sebab Kenaikan Harga BBM Internasional: > > 1. Sebab yang paling sering diberitakan adalah > menurunnya pasokan dari > negeri-negeri penghasil minyak, baik karena sedang > ada pergolakan (seperti > Irak ataupun Nigeria), menurunnya cadangan minyak di > beberapa negara > (misalnya Indonesia) maupun karena pemerintah dan > rakyat di beberapa negara > sedang melakukan nasionalisasi terhadap > perusahaan-perusahaan minyak > Internasional (seperti yang terjadi di Venezuela), > sementara kebutuhan > energi terus meningkat, baik di negara-negara > Imperialis (Amerika sebesar > 20,59 juta barel per hari, Jepang sebesar 5,22 juta > barel per hari, Rusia > sebasar 3,10 juta barel per hari) maupun di > negara-negara yang sedang > meningkat pertumbuhan ekonominya (seperti India > sebesar 2,53 juta barel per > hari maupun Cina sebesar 7,27 juta barel per hari), > sekalipun tidak ada > bukti kuat, yang menyatakan bahwa Industri Minyak > yang ada di seluruh dunia, > tidak mampu memenuhi kebutuhan tersebut. > 2. Penyebab yang sejati, dan ini yang jarang > sekali diberitakan adalah > spekulasi minyak di pasar saham Internasional. > Seperti juga halnya dengan > saham-saham lainnya, maka perdagangan saham minyak > ini sangat rentan dengan > spekulasi-spekulasi, inilah yang sebenarnya menjadi > pemicu utama kenaikan > harga BBM Internasional > > Sebab-Sebab Kenaikan Harga BBM Indonesia : > > 1. Harga BBM di Indonesia selalu naik > mengikuti harga dunia karena > mayoritas perusahaan minyak dan gas di Indonesia, di > kuasai oleh modal asing > (Pemilik Industri Minyak Dunia) sehingga hasil dari > minyak Indonesia, lebih > diutamakan untuk dijual ke pasar Internasional, dan > jikapun harus dijual di > Indonesia, maka harganya sama dengan harga BBM > Internasional itu (yang di > tentukan oleh mereka juga). > 2. Yang dijual ke dalam negeripun, dibatasi > hanya 15 % dari total > produksi, itupun pemerintah harus membeli dengan > harga Internasional selama > 60 bulan, padahal seharusnya itu adalah kewajiban > perusahaan-perusahaan > asing itu, dan seharusnya juga bukan hanya 15 %, > tetapi lebih banyak, toh > itu minyak di ambil dari tanah kita. > 3. Indonesia tidak punya industri yang > mengolah minyak mentah ke > minyak siap pakai, sehingga BBM yang sehari-harinya > kita gunakan itu, harus > kita beli dari negara lain. Sederhananya, kita punya > minyak mentah (tapi di > kuasai asing, hanya sebagian kecil di kuasai > PERTAMINA) dibawa ke luar > negeri untuk diolah, kemudian kita beli lagi dengan > harga Internasional, itu > yang membuat harga BBM kita selalu mengikuti harga > Internasional. > 4. Yang membuat lebih mahal lagi, pembelian > ataupun penjualan minyak > itu melalui perusahaan-perusahaan broker, sehingga > lebih mahal lagi ketika > dijual ke rakyat (besarnya keuntungan untuk import > bisa mencapai 30 sen per > barel, dengan total impor kita mencapai 113 juta > barel per tahun, sehingga > keuntungan broker adalah US $ 170 juta, atau 1,6 > trilyun rupiah. Sedang > untuk eksport keuntungan broker US $ 2 per barel, > dengan ekport kita per > hari adalah 490 ribu barel, sehingga uang yang masuk > ke kantong broker > adalah 9,3 milyar rupiah per hari atau 3,3 trilyun > per tahun. > 5. Yang lebih parah lagi, seluruh biaya > perusahaan-perusahaan asing > itu untuk mengambil minyak mentah ( mulai dari > survey === message truncated ===
