(Tulisan ini juga disajikan dalam website http://kontak.club.fr/index.htm)


                      Seruan Front Pembebasan Nasional

                      tentang kenaikan harga BBM





      Aksi-aksi menentang rencana pemerintah untuk menaikkan harga BBM, yang
dilakukan oleh berbagai golongan masyarakat di banyak tempat di Indonesia
masih berlangsung terus dan bahkan makin meluas. Suara-suara yang memprotes
rencana pemerintah ini juga telah dilontarkan oleh berbagai intelektual dan
tokoh-tokoh masyarakat, termasuk di kalangan DPR, DPRD, dan berbagai
lembaga.

      Perlawanan yang paling keras terhadap rencana kenaikan harga BBM ini
datang dari beraneka-ragam organisasi massa atau gerakan rakyat, yang
terdiri dari berbagai aliran politik.



      Aksi-aksi atau gerakan yang sedang melanda di banyak daerah ini
mengambil bentuk dan cara yang macam-macam, dan skalanya pun berbeda-beda.
Hal itu menunjukkan dengan jelas bahwa kesedaran untuk menentang rencana
yang bisa membikin rakyat lebih menderita lagi ini sudah meliputi banyak
golongan yang luas. Salah satu di antaranya adalah terbentuknya baru-baru
ini Front Pembebasan Nasional.  Front ini, yang berpusat di Jakarta,
terdiri dari ABM, PRP, SMI, PPRM, WALHI, FBTN, Perempuan Mahardika, KPA,
Serikat Pengamen Indonesia, IGJ, LBH JAKARTA, LBH FAS, JGM, KORBAN, ARM,
PRAXIS, IKOHI, SPEED, SIEKAP, BUTRI, PERGERAKAN, PAWANG.



      Sebagai aksi bersama untuk menghadapi rencana kenaikan harga BBM,
Front Pembebasan Nasional telah mengeluarkan pernyataan, yang ditujukan
kepada umum, yang menyerukan supaya dilakukan aksi-aksi massa setiap hari,
dan mengepung dan menduduki Istana  pada tanggal 21 Mei dan 1 Juni yad.



        1.. Umar Said


      ================





      Pernyataan Front Pembebasan Nasional tersebut selengkapnya berbunyi
sebagai berikut :

      ”Genderang perlawanan rakyat Indonesia, melawan rencana kenaikan harga
BBM telah dibunyikan; Mahasiswa, kaum miskin kota, kaum buruh, kaum tani dan
perempuan di seluruh penjuru Indonesia, setiap hari melakukan aksi-aksi, dan
terus membesar dan menyatu dari hari ke hari. Ini menunjukkan, bahwa tingkat
kesejahteraan rakyat sudah dalam batas yang paling rendah, sehingga kenaikan
harga BBM sebesar 30 %, tidak akan lagi sanggup ditanggung oleh rakyat
Indonesia.

      ”Argumentasi kuno yang disampaikan oleh Pemerintah, DPR, Elit Politik
maupun Intelektual Tukang, semuanya seragam; Kenaikan harga minyak dunia
yang mencapai US $ 120/barel atau Rp 1.116.000/barel atau Rp 7018/liter akan
menyebabkan kenaikan subsidi dalam negeri sebesar 21,4 trilyun rupiah,
sementara negara tidak mempunyai anggaran, sehingga mau tidak mau, harga BBM
dalam negeri harus dinaikkan sesuai dengan harga BBM Internasional.

      Yang tidak pernah mereka katakan adalah kenapa harga BBM Internasional
cenderung naik? Dan kenapa harga BBM dalam negeri harus selalu mengikuti
harga BBM Internasional ?

      ”Sebab-sebab Kenaikan Harga BBM Internasional:

      1. Sebab yang paling sering diberitakan adalah menurunnya pasokan dari
negeri-negeri penghasil minyak, baik karena sedang ada pergolakan (seperti
Irak ataupun Nigeria), menurunnya cadangan minyak di beberapa negara
(misalnya Indonesia) maupun karena pemerintah dan rakyat di beberapa negara
sedang melakukan nasionalisasi terhadap perusahaan-perusahaan minyak
Internasional (seperti yang terjadi di Venezuela), sementara kebutuhan
energi terus meningkat, baik di negara-negara Imperialis (Amerika sebesar
20,59 juta barel per hari, Jepang sebesar 5,22 juta barel per hari, Rusia
sebasar 3,10 juta barel per hari) maupun di negara-negara yang sedang
meningkat pertumbuhan ekonominya (seperti India sebesar 2,53 juta barel per
hari maupun Cina sebesar 7,27 juta barel per hari), sekalipun tidak ada
bukti kuat, yang menyatakan bahwa Industri Minyak yang ada di seluruh dunia,
tidak mampu memenuhi kebutuhan tersebut.
      2. Penyebab yang sejati, dan ini yang jarang sekali diberitakan adalah
spekulasi minyak di pasar saham Internasional. Seperti juga halnya dengan
saham-saham lainnya, maka perdagangan saham minyak ini sangat rentan dengan
spekulasi-spekulasi, inilah yang sebenarnya menjadi pemicu utama kenaikan
harga BBM Internasional

      ”Sebab-Sebab Kenaikan Harga BBM Indonesia :

      1. Harga BBM di Indonesia selalu naik mengikuti harga dunia karena
mayoritas perusahaan minyak dan gas di Indonesia, di kuasai oleh modal asing
(Pemilik Industri Minyak Dunia) sehingga hasil dari minyak Indonesia, lebih
diutamakan untuk dijual ke pasar Internasional, dan jikapun harus dijual di
Indonesia, maka harganya sama dengan harga BBM Internasional itu (yang di
tentukan oleh mereka juga).
      2. Yang dijual ke dalam negeripun, dibatasi hanya 15 % dari total
produksi, itupun pemerintah harus membeli dengan harga Internasional selama
60 bulan, padahal seharusnya itu adalah kewajiban perusahaan-perusahaan
asing itu, dan seharusnya juga bukan hanya 15 %, tetapi lebih banyak, toh
itu minyak di ambil dari tanah kita.
      3. Indonesia tidak punya industri yang mengolah minyak mentah ke
minyak siap pakai, sehingga BBM yang sehari-harinya kita gunakan itu, harus
kita beli dari negara lain. Sederhananya, kita punya minyak mentah (tapi di
kuasai asing, hanya sebagian kecil di kuasai PERTAMINA) dibawa ke luar
negeri untuk diolah, kemudian kita beli lagi dengan harga Internasional, itu
yang membuat harga BBM kita selalu mengikuti harga Internasional.
      4. Yang membuat lebih mahal lagi, pembelian ataupun penjualan minyak
itu melalui perusahaan-perusahaan broker, sehingga lebih mahal lagi ketika
dijual ke rakyat (besarnya keuntungan untuk import bisa mencapai 30 sen per
barel, dengan total impor kita mencapai 113 juta barel per tahun, sehingga
keuntungan broker adalah US $ 170 juta, atau 1,6 trilyun rupiah. Sedang
untuk eksport keuntungan broker US $ 2 per barel, dengan ekport kita per
hari adalah 490 ribu barel, sehingga uang yang masuk ke kantong broker
adalah 9,3 milyar rupiah per hari atau 3,3 trilyun per tahun.
      5. Yang lebih parah lagi, seluruh biaya perusahaan-perusahaan asing
itu untuk mengambil minyak mentah ( mulai dari survey awal hingga produksi
berjalan) sepenuhnya (alias 100 %, bahkan sekarang mencapai 120% karena ada
tambahan 20 % bagi perusahaan-perusahaan yang mengembangkan sumur-sumur
minyak yang telah diolah sebelumnya) dibiayai oleh Pemerintah (tentu dengan
uang rakyat, yang dibayar lewat pajak dan lain sebagainya), yang biasa di
sebut cost recovery

      ”Kesimpulan :

      1. Jadi sekalipun bangsa Indonesia memiliki sedikitnya 329 Blok/sumber
migas dengan lahan seluas 95 juta hektar (separuh luas daratan Indonesia )
dengan cadangan minyak yang diperkirakan mencapai 250 sampai dengan 300
miliar barel (setara Arab Saudi sebagai produsen minyak terbesar di dunia
saat ini) dengan total produksi minyak mentah hari ini mencapai 1 juta barel
per hari atau 159 juta liter per hari, tidak bermanfaat bagi rakyat
Indonesia.
      2. Dengan kesanggupan memproduksi BBM mentah sebesar 1 juta barel
perhari, dengan harga saat ini US $ 120 / barel) maka nilainya mencapai
1,104 triliun per hari atau 397,44 triliun per tahun. Belum termasuk nilai
penjualan gas yang juga luar biasa besarnya,  mencapai 82,8 trilun per
tahun. Jika semua industri minyak ini dikuasai oleh Negara yang pro rakyat,
maka tidak akan pernah ada Defisit Anggaran Negara karena kenaikan harga BBM
dunia (Defisit Anggaran 21,4 trilyun jauh di bawah keuntungan 397,44 trilyun
dari minyak di tambah 82,8 trilyun dari gas)
      3. Belum lagi negara tidak perlu mengeluarkan cost recovery yang
sangat besar. Sampai pertengahan tahun 2007 saja, pemerintah sudah
mengeluarkan dana 93,9 trilyun rupiah.
      4. Keuntungan untuk rakyat akan bertambah, jika minyak mentah di
Indonesia bisa diolah sendiri, tanpa harus membawa ke luar negeri untuk
diolah, dan kemudian dibeli Indonesia lagi. Bayangkan saja, untuk broker
saja (ekspor di tambah import), terbuang uang 4,9 trilyun rupiah pertahun
      5. Sekarang bandingkan dengan dana BLT yang hanya 14 trilyun selama 6
bulan untuk jutaan orang, yang dalam prakteknya 100 ribu perbulan, atau 3000
perhari. Ganti ongkos angkutan seandainya harga BBM nanti naik, itu saja
sudah tidak cukup.

      ”Kenapa bangsa Indonesia yang kaya dan besar bisa terjajah modal
asing?

      1. Karena seluruh kekuatan politik Indonesia (Partai Sisa Orde Baru,
Tentara, Partai Reformis yang sebenarnya gadungan, partai nasionalis yang
juga gadungan, juga partai yang mengatasnamakan agama, tetapi membiarkan
umatnya terjajah) pengecut di hadapan modal internasional, bahkan dengan
suara bulat mendukung pengesahan segala macam UU atau peraturan yang
membiarkan modal internasional menjarah kekayaan alam termasuk minyak kita
(yang terbaru adalah UU Penanaman Modal dengan segala turunannya) dan
menghisap tenaga kerja kita. Jika sekarang PDIP, PKB, PKS atau Ketua DPR
yang GOLKAR itu menolak rencana kenaikan BBM, itu hanya jualan buat menang
pemilu 2009 nanti. Demikian juga dengan tokoh-tokoh elit politik lama yang
sekarang berada di pinggiran, yang sibuk berkoar menolak, sejatinya juga
sama saja, tidak ada yang sejati berani melawan penjajahan modal asing,
seperti Castro di Kuba, Chavez di Venezuela, Evo Morales di Bolivia ataupun
Soekarno di Indonesia.
      2. Karena intelektual (pengamat ekonomi, politik dan lain sebagainya,
rektor maupun dosen) juga sama pengecutnya, bahkan banyak yang bersedia
dibayar oleh modal internasional melalui pemerintah ataupun yang lain, untuk
mendukung program-program penjajahan itu (baik dengan memberikan dana
penelitian, beasiswa, fasilitas dan lain sebagainya)
      3. Pengusaha-pengusaha dalam negeri, juga bermental sama seperti
elit-elit politik itu, bukannya melawan dominasi modal internasional, malah
menjadi agen-agen modal internasional, bahkan yang sekarang gencar mendukung
kenaikan harga BBM adalah organisasi pengusaha seperti KADIN (Kamar Dagang
Indonesia) dan APINDO (Assosiasi Pengusaha Indonesia).
      4. Kekuatan utama yang sanggup menghadapi modal internasional, yakni
kelas buruh dan rakyat miskin belum menunjukkan kekuatan sejatinya, berupa
mobilisasi aksi nasional dan persatuan organisasi gerakan.

      ”Jalan keluar rakyat Indonesia :
      1. Ambil alih seluruh industri migas di Indonesia, juga industri vital
lainnya, oleh penyatuan mobilisasi rakyat dan di bawah kontrol rakyat.
      2. Hapus hutang luar negeri, dengan kekuatan penyatuan mobilisasi
rakyat
      3. Bangun kerja sama dengan pemerintah dan rakyat Venezuela dan
Bolivia untuk pembangunan refinery dan industri minyak di Indonesia
      4. Diversifikasi energi yang menjamim kelangsungan lingkungan
      5. Singkirkan kaum modal, elit dan parpol penipu rakyat, bangun
kekuasan rakyat sendiri



      “Jalan Keluar Jangka Pendek :
      1. Batalkan rencana kenaikan harga BBM dan turunkan Harga
      2. Sita harta Soeharto dan kroninya, bayar dana BLBI.
      3. Potong gaji pejabat dari pejabat-pejabat di tingkat nasional,
hingga tingkat kecamatan sebesar 50 %
      4. Potong gaji eksekutif di perusahaan swasta sebesar 50 %
      5. Pembatasan mobil pribadi dengan cara membatasi jumlah mobil yang
bisa dimiliki, menaikkan pajak mobil, menaikkan biaya parkir dan lain
sebagainya
      6. Tetapkan pajak 35 % dari penjualan eksport dan import minyak


      ”Seruan Persatuan Perlawanan :
      1. Lakukan Aksi-Aksi Massa setiap hari, di manapun, dengan cara
pemogokan pabrik, blokir jalan, pendudukan kantor-kantor pemerintah, maupun
dengan aksi-aksi massa di jalan-jalan untuk menggagalkan kenaikan harga BBM
      2. Satukan aksi-aksi mahasiswa dengan aksi-aksi rakyat, jadikan kampus
sebagai salah satu tempat konsolidasi perlawanan massa rakyat.
      3. Melakukan aksi nasional secara serentak, pada tanggal 21 MEI 2008
dan 1 JUNI 2008, kepung pusat kekuasaan dan duduki. Di Jakarta : Ayo bersatu
kepung dan duduki Istana.
      4. Bangun persatuan gerakan rakyat melawan penjajahan secara nasional
sebagai embrio Pemerintahan Rakyat.

      21 MEI DAN 1 JUNI : AYO BERSATU, KEPUNG DAN DUDUKI ISTANA !!
      GAGALKAN KENAIKAN HARGA BBM DENGAN PERSATUAN MOBILISASI RAKYAT!
      AMBIL ALIH INDUSTRI MIGAS, OLEH PERSATUAN MOBILISASI RAKYAT DAN
DIBAWAH KONTROL RAKYAT!
      SINGKIRKAN KAUM MODAL, ELIT POLITIK DAN PARTAI PENIPU RAKYAT..SAATNYA
RAKYAT BEKUASA!!

       * * *


Di samping pernyataan tersebut di atas, Front Pembebasan Nasional juga
menyebarkan selebaran berikut petisi yang berbunyi sebagai berikut :

Harga BBM akan dinaikkan 25-30% (bisa mencapai sekitar Rp 6000-an/liter) dan
rencanya akan ditetapkan pada Akhir Mei 2008. Keputusan menaikkan harga BBM
pasti akan menambah parah kesulitan hidup rakyat. Dimana mana terlihat
keresahan tapi lewat berita kita melihat sikap masa bodoh  Pemerintah yang
beralasan kita semua harus berkorban dan berhemat. Tidak peduli rakyat
dimana-mana semakin miskin, kekurangan gizi, kelaparan, menderita stress dan
gangguan jiwa, bahkan tidak sedikit yang bunuh diri karena tak sanggup lagi
bertambah menderita.

Pemerintah bisa dengan berani dan angkuhnya mencabut subsidi BBM berkat
kerja sama persatuan para Penindas Rakyat  yang berbeda-beda wajah dan
bendera tetapi satu suara untuk menjaga kekuasaan kaum modal yang dapat
untung besar dari kenaikan harga minyak dunia. Mereka adalah: Pemerintahan
SBY-JK, Partai-partai penipu rakyat (Golkar, Demokrat, PDIP, PKS, dsb yang
pura-pura anti kenaikan BBM buat popularitas menuju pemilu 2009 tapi telah
nyata terbukti di DPR memberi ijin pada pemerintah untuk mencabut subsidi),
elit-elit politik reformis gadungan yang sibuk tebar pesona, dan para
Intelektual/ekonom pro modal yang rajin menghasilkan pembenaran untuk
pencabutan subsidi.

Untuk mengalihkan kemarahan rakyat kembali disiapkan solusi palsu, contohnya
berupa pemberian BLT Plus (Bantuan Langsung Tunai) yang sejak 2005 sudah
terbukti gagal mencegah rakyat bertambah miskin. Tujuan utamanya memang
untuk meredam dan meruntuhkan semangat serta gejolak perlawanan terhadap
kenaikan harga BBM. Bila rakyat yang miskin sudah dibuat tertipu maka jangan
harap kita akan pernah menghentikan Kenaikan Harga BBM. Berkali-kali naik,
berkali-kali harus menerima dengan pahit. Agar kali ini rakyat tidak lagi
gagal menghentikan kenaikan harga BBM Pada Tahun 2000 dan 2005, maka harus
kita satukan semua energi dalam sebuah Gerakan rakyat yang teroganisir yang
melakukan berbagai cara perjuangan, yaitu:

1.   Untuk Bapak-Bapak, ibu-Ibu dan seluruh Warga Kampung buatlah
komite-komite kampung (Misal, "Komite Rakyat Mampang Menolak Kenaikan Harga
BBM") sebagai alat perjuangan melawan kenaikan HARGA BBM. Nyatakan sikap
rakyat dengan mimbar bebas dan rapat-rapat warga. Jangan ragu ajaklah semua
penghuni rumah, bahkan undang lah para wartawan agar apa yang dilakukan oleh
anda bisa dilihat dan dicontoh oleh kampung lain yang belum melakukan hal
yang sama. Selanjutnya lakukan segera pawai dan lakukan aksi massa di dalam
kampung anda dengan sasaran aksi ke kantor-kantor Kelurahan dan Kecamatan
yang ada di sekitar kampung anda, pada tanggal 18-21 Mei 2008.

2.  Untuk para sopir TAXI, MIKROLET, KOPAJA, METRO MINI dan BIS KOTA, para
pengendara motor satukan kekuatan anda dan mogoklah di terminal dan pol-pol
bis selama jam berangkat kerja (07.00-10.00),jam pulang kerja (16.00-21.00)
sepanjang tgl 18-21 Mei 2008 sebagai bentuk protes atas kenaikan harga BBM.
Jangan lupa hubungi wartawan pada saat saudara-saudara aksi massa.

3.  Untuk para buruh, bergabunglah dengan Aliansi Buruh Menggugat dan
lakukan aksi-aksi penolakan kenaikan harga BBM pada tanggal 18-21 Mei di
kawasan-kawasan industri, di kampung/pemukiman buruh di dalam pabrik. Dan
bila perlu mogok kerjalah secara serentak karena sesungguhnya kenaikan BBM
ini akan semakin membuat kehidupan buruh terancam PHK. Jangan lupa juga
hubungi para wartawan saat aksi di gelar.

4.  Untuk kawan-kawan mahasiswa saatnya membentuk komite kampus dan komite
pelajar sebagai wadah perjuangan massa lakukan terus aksi-aksi massa, mimbar
bebas, di kampus-kampus dan sekolahan kawan-kawan sepanjang tanggal 18-21
Mei. Jika kalian Pulang, jangan merasa hebat maka, bergabunglah dengan para
warga di kampung yang sedang melakukan protes dan aksi-aksi sebagai mana
point yang pertama. Jangan lupa juga hubungi para wartawan saat aksi
dilakukan.

5.  Jangan lupa setelah aksi-aksi massa, pemogokan dan mimbar-mimbar bebas
di masing-masing teritori anda (KAMPUNG-KAMPUNG, TERMINAL-TERMINAL, KAWASAN
INDUSTRI, KAMPUS/SEKOLAHAN). maka pada gabungkanlah kekuatan anda dengan
barisan aksi bersama FRONT PEMBEBASAN NASIONAL yang akan melakukan :

AKSI MASSA PADA HARI RABU, TANGGAL 21 MEI 2008 MENGEPUNG ISTANA NEGARA UNTUK
MENGGAGALKAN KENAIKAN HARGA BBM.

BAGI RAKYAT YANG TIDAK BISA AKSI DEMONSTRASI Rabu 21 Mei 2008 PADA JAM 12
SIANG PUKUL TIANG LISTRIK, KLAKSON MOBIL & MOTOR, PANCI-PANCI DAPUR DAN
SEBAGAINYA

TUNTUTAN UTAMA RAKYAT

1.       GAGALKAN KENAIKAN HARGA BBM

2.   TURUNKAN HARGA KEBUTUHAN POKOK

3.   AMBIL ALIH INDUSTRI MINYAK DAN GAS YANG HAMPIR SEMUANYA SUDAH DIKUASAI
ASING DAN PEMODAL DIBAWAH KONTROL RAKYAT

Dan ini hanya bisa di lakukan jika seluruh kekuatan rakyat menyatu dalam
mobilisasi-mobilisasi massa yang besar, membangun organisasi-organisasi
rakyat, membangun persatuan-persatuan rakyat.

Perjuangan rakyat ini membutuhkan jiwa dan tenaga rakyat yang tulus dan
berani dan sepakat menyatukan diri dalam kesatuan gerakan. Kami mengajak
anda menyatakan dukungan dengan mengisi petisi. Kita kumpulkan sebanyak
mungkin suara rakyat dan kita tunjukkan kepada penguasa, bahwa kita menolak
kenaikan harga BBM. Kirimkan PETISI ini ke Presiden, Gubernur, Walikota,
Camat, Lurah, RW atau RT, juga bisa di kirimkan ke DPR RI/DPRD.

FRONT PEMBEBASAN NASIONAL

Sekber : Jl.Pori Raya No 06 Rt 009/Rw 010, Pisangan Timur, Jakarta Timur
Telp/Fax : 021 4757881, Email : [EMAIL PROTECTED]

* * *





No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG.
Version: 7.5.524 / Virus Database: 269.23.16/1445 - Release Date: 15/05/2008
19:25


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke