Saya usul, ada yang bikin surat protes resmi atas nama anggota milis KMNU yang 
memprotes keberadaan di bawah koalisi FUI. Ini yang minimal bisa dilakukan. Wa 
dzalika ad'aful iman...

Bagaimana kawan-kawan? Setuju?

AHMAD



kader cikarang <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                             Saya 
sebagai warga Nahdliyin, dengan ini menyatakan bahwa: Saya TIDAK RELA
 jika NU benar2 berada di bawah FUI.
 
 Salam
 
 On 5/24/08, abdulghofur1 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
 >
 >   LUMAT (Lima Tuntutan Umat) ini dikeluakan oleh FUI (Forum Umat Islam),
 > dan ditandatangani oleh ketua, H. Mashadi, dan sekretaris, H. M. Al
 > Khaththath. Yang membikin janggal, di bawahnya tercantum diantaranya
 > NU, seperti bagian dari anggota FUI.
 >
 > Sejak kapan FUI membawahi NU? Dan atas dasar apa pernyataan ini
 > dikeluarkan dengan menyertakan NU?
 >
 > Malu saya jadi warga NU, jika benar2 di bawah FUI.
 >
 > ghofur
 >
 >
 > http://www.hizbut-tahrir.or.id/2008/05/23/lima-tuntutan-umat-lumat/#more-2588
 >
 > FORUM UMAT ISLAM
 >
 > Sekretariat: Gedung Menara Dakwah Lantai 3, Jl. Kramat Raya No. 45 Jakarta
 > Telp. 021-8305848, 3909059, Fax. 021-8305848, 3103693
 >
 > &#1576;&#1587;&#1605; &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;
 > &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1605;&#1606;
 > &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1610;&#1605;
 >
 > LIMA TUNTUTAN UMAT (L U M A T)
 >
 > Pemerintah SBY-JK telah terbukti berkali-kali berbohong. Dalam soal
 > kenaikan harga BBM, Pemerintah berbohong dengan menyatakan bahwa
 > pencabutan subsidi BBM harus dilakukan, karena menurut keterangan
 > pemerintah subsidi BBM sebesar Rp. 120,8 Trilliyun (dalam APBNP 2008)
 > tersebut, 40%nya (sebesar Rp. 48,3 Triliyun) dinikmati oleh orang
 > kaya. Padahal, 60% (Rp. 72,5 Triliyun) subsidi untuk orang miskin,
 > sehingga pencabutan subsidi BBM berarti pencabutan hak orang miskin.
 >
 > Sementara itu Pemerintah tetap mensubsidi para konglomerat berupa
 > bunga rekap sekitar Rp. 40 Trilliyun per tahun dan tetap membayar riba
 > hutang luar negeri kepada kapitalis barat penghisap darah rakyat
 > sekitar Rp. 50 Trilliyun. Jadi total uang yang dialokasikan oleh
 > Pemerintah yang digunakan sepenuhnya untuk para konglomerat dan asing
 > adalah sekitar Rp. 90 Trilliyun.
 >
 > Oleh karena itu, maka kami ormas-ormas Islam dan tokoh-tokoh serta
 > ulama yang tergabung dalam FORUM UMAT ISLAM (FUI) MENDESAK DAN
 > MENUNTUT KEPADA PEMERINTAH UNTUK :
 >
 > 1. MEMBATALKAN RENCANA KENAIKAN HARGA BBM
 > 2. MENURUNKAN HARGA SEMBAKO
 > 3. MENASIONALISASI ASSET-ASSET NEGARA YANG DIKUASAI ASING
 >
 > Pemerintahan SBY-JK juga telah berbohong pada tokoh dan ulama serta
 > umat Islam di Indonesia. Dalam pernyataannya pada saat membuka
 > Rakernas MUI tahun lalu di depan para pengurus MUI, Presiden telah
 > berjanji bahwa Pemerintah akan mengikuti nasehat dan pendapat para
 > ulama dalam hal-hal yang berkaitan dengan kebijakan soal agama. Pada
 > kenyataannya hingga saat ini Presiden tidak terlihat tanda- tandanya
 > akan mengeluarkan KEPPRES tentang PEMBUBARAN AHMADIYAH meskipun
 > MUI-FUI dan ormas-ormas Islam telah meminta dengan tegas agar
 > Ahmadiyah dibubarkan.
 >
 > Begitu juga dalam soal Laboratorium NAMRU-2 milik Angkatan Laut
 > Amerika Serikat, Pemerintah melalui Mensesneg Hatta Rajasa menyatakan
 > bahwa Dino Pati Jalal bukanlah agen Asing. Padahal dalam kenyataannya
 > Dino Pati Jalal telah melakukan penekanan dan intimidasi terhadap para
 > pejabat di berbagai departemen yang terkait kerja sama dengan pihak
 > Amerika Serikat dan meminta kepada para pejabat tersebut jangan sampai
 > mengganggu keberadaan NAMRU-2 milik angkatan Laut Amerika Serikat.
 > Padahal jelas-jelas NAMRU-2 sangat merugikan Indonesia dan telah
 > mengambil berbagai data dan informasi milik Indonesia.
 >
 > Oleh karena itu, kami juga menuntut pemerintah agar:
 >
 > 1. MEMBUBARKAN AHMADIYAH DAN MENYATAKAN AHMADIYAH SEBAGAI
 > ORGANISASI TERLARANG DI INDONESIA
 > 2. MENGUSIR NAMRU-2 DARI BUMI INDONESIA, MENGUSIR TENTARA AS YANG
 > BEKERJA DI NAMRU-2 DAN MEMBERSIHKAN KABINET DARI ANTEK AS.
 >
 > Apabila Pemerintah tidak memenuhi LIMA TUNTUTAN UMMAT (LUMAT) di atas
 > maka FUI menyerukan kepada masyarakat untuk: MELAKUKAN PEMBANGKANGAN
 > SIPIL KEPADA PEMERINTAH DENGAN CARA MELAKUKAN MOGOK MASSAL NASIONAL.
 >
 > Demikian seruan dan tuntutan kami, semoga Allah SWT mengabulkan.
 >
 > Jakarta, 23 Mei 2008 M
 >
 > ATAS NAMA UMAT ISLAM INDONESIA
 > FORUM UMAT ISLAM (FUI)
 >
 > Ketua
 > Sekretaris Jenderal
 >
 > H. Mashadi
 > H. M Al Khaththath
 >
 > FORUM UMAT ISLAM :
 >
 > Perguruan As Syafi'iyyah, Komite Indonesia untuk Solidaritas Dunia
 > Islam (KISDI), Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Badan
 > Kerjasama Pondok Pesantren Indonesia (BKSPPI), Nahdlatul Ulama (NU),
 > Muhamadiyyah, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Syarikat Islam (SI),
 > Dewan Masjid Indonesia (DMI), PERSIS, BKPRMI, Al Irsyad Al Islamiyyah,
 > Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Badan Kontak Majlis Taklim
 > (BKMT), YPI Al Azhar, Front Pembela Islam (FPI), Front Perjuangan
 > Islam Solo (FPIS), Majelis Tafsir Al Quran (MTA), Majelis Mujahidin
 > Indonesia (MMI), Majelis Adz Zikra, MER-C, PP Daarut Tauhid, Forum
 > Betawi Rempug (FBR), Tim Pengacara Muslim (TPM), Muslimah Peduli Umat
 > (MPU), Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (GPMI), Korps Ulama
 > Betawi, Forum Tokoh Peduli Syariah (FORTOPS), Taruna Muslim, Al
 > Ittihadiyah, Hidayatullah, Al Washliyyah, KAHMI, PERTI, IKADI, Ittihad
 > Mubalighin, Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), Koalisi Anti
 > Utang (KAU), Tim Indonesia Bangkit (TIB), PPMI, PUI, JATMI, PII,
 > BMOIWI, Wanita Islam, Missi Islam, Gema Pembebasan, Forum Silaturahim
 > Antar Pengajian (FORSAP), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai
 > Bulan Bintang (PBB), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Bintang
 > Reformasi (PBR), Partai Nahdlatul Umat Indonesia (PNUI) dan
 > organisasi-organisasi Islam lainnya.
 >
 > 
 >
 
 [Non-text portions of this message have been removed]
 
 
     
                                       


Ahmad Badrudduja 
 
Inna ikhtilaf al-mukhtalifin fi al-haqq la yujibu ikhtilaf al-haqq fi nafsihi 
Kebenaran tak menjadi banyak hanya karena orang-orang berbeda pendapat
-- Ibn al-Sid al-Batalyawsi (w. Valencia 1127 M)


       

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke