Mungkin tulisan ini akan mengganggu hati nurani kita. Tapi sepertinya harus 
saya ungkapkan juga.

Perlakuan brutal FPI beberapa hari yang lalu menambah daftar kelam kelakuan 
buruk organisasi tersebut. Tapi haruskah FPI dibubarkan?

Hendardi - waktu kuliah dulu kami menjulukinya "Dubes TIMTIM" karena 
semangatnya yang tinggi untuk memecah belah bangsa ini, bersama Kontras angkat 
bicara untuk pembubaran FPI.

Sebagai warga negara yang taat hukum dan beragama Islam, maka saya mendukung 
penuh atas upaya penegakkan hukum bagi pelaku pengeroyokan tersebut. Tapi untuk 
pembubaran FPI, sebagai seorang warga negara yang taat hukum dan beragama 
Islam, maka saya akan berpikir dua kali untuk mendukung langkah ini.

Pembubaran FPI bagi saya penuh dengan intrik politik. Jadi sekalian saja kita 
berpolitik. 

Dalam berpolitik, kita patut mencontoh Amerika yang menerapkan standar ganda. 
Pada bangsa2 diluar Israel, mereka selalu meneriakkan Demokrasi dan HAM tapi 
untuk Israel?????

Jadi, bagi saya selaku muslim dan berpandangan politik seperti orang Amerika, 
maka saya akan membiarkan FPI tetap eksis - bukankah sebagian kita juga 
menginginkan pola liberal seperti Amerika terapkan???

FPI menurut saya masih diperlukan untuk menjaga eksistensi ke Islaman kita. 
Walaupun cara-cara mereka cenderung keras dan merugikan banyak pihak, tapi 
sekali lagi mereka mengingatkan kita pada tuntunan yang seharusnya kita 
jalankan dimana pada kenyataannya tidak dapat kita jalankan.

Meskipun saya khawatir suatu hari nanti mungkin akan jadi korban FPI, tapi saya 
masih bisa melihat bahwa masih ada yang mau menjaga agama saya.

Dan bila FPI dibubarkan, maka orang-orang yang ingin menyesatkan ajaran Islam 
akan semakin leluasa mempengaruhi kita dan anak cucu kita karena mereka sudah 
tidak khawatir lagi akan mendapat perlawanan yang sangat keras nantinya.

Dengan dukungan finansial yang memadai mereka bisa dengan mudah menggoyahkan 
iman anak cucu kita, memaksakan secara halus ideologi mereka pada anak cucu 
kita. 

Standar ganda ini sudah mereka terapkan di perusahaan2 mereka, seperti di salah 
satu media ternama negeri ini.

Kita belum tahu siapa pendukung dana di tubuh aliansi kebangsaan dan 
organisasi-organisasi lain yang selalu mengatasnamakan HAM dan Anti Kekerasan 
itu. Siapa aktor politik mereka???

Singkatnya, sebagai seorang warga negara, apakah kita rela melihat cerita 
sukses Hendardi dkk terhadap Timor Timur terulang???

Tapi sekali lagi sebagai muslim yang taat pada hukum syariah dan negara serta 
berhati nurani, maka saya akan sangat senang melihat para pelaku kekerasan 
tersebut dihukum seberat-beratnya.

Pembubaran FPI? NO WAY.
Double Standard Like Uncle Bush Teach the World! IT's MUST!

Sumbang - Iwan Fals

kuatnya belenggu besi, mengikat kedua kaki
tajamnya ujung belati, menuju di ulu hati

sanggupkah tak akan lari
walau akhirnya pasti mati

di kepala tanpa baja, ditangan tanpa senjata
ah itu soal biasa
yang singgah di depan mata kita

lusuhnya kain bendera dihalaman rumah kita
bukan satu alasan untuk kita tinggalkan
banyaknya persoalan yang datang tak kenal kasihan
menyerang dalam gelap

memburu kala haru dengan main cara main kayu
tinggalkan bekas biru lalu pergi tanpa ragu

setan setan politik kan datang mencekik
walau dimasa paceklik tetap mencekik

apakah selamanya politik itu kejam
apakah selamanya ia datang 'tuk menghantam
ataukah memang itu yang sudah digariskan
menjilat, menghasut, menindas
memperkosa hak hak sewajarnya

maling teriak maling, sembunyi dibalik dinding
pengecut lari terkencing kencing
tikam dari belakang, lawan lengah diterjang
lalu sibuk mencari lambing hitam

selusin kepala tak berdosa
berteriak hingga serak di dalam negeri yang congkak
lalu senang dalang tertawa iya ... ha ... ha .. 


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke