http://www.detiknews.com/indexfr.php?url=http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/06/tgl/03/time/152253/idnews/949724/idkanal/10

03/06/2008 15:22 WIB
Hasyim Ancam Provokator yang Kompori NU dalam Konflik FPI
Nurul Hidayati - detikcom

Jakarta - Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi mengingatkan pihak-pihak
tertentu untuk tidak melibatkan NU menyusul insiden Monas 1 Juni. "NU
akan memberikan sanksi kepada siapa pun yang melakukan provokasi,"
tegasnya.

Hasyim menyesalkan penggunaan dan pelibatan nama NU dan kelompok NU
dalam masalah ini.

"Karena relevansinya tidak ada antara NU dan Monas, NU dan FPI. Tapi,
kenapa lalu ditulis korban itu adalah orang NU?" ujar Ketua PBNU
Hasyim Muzadi dalam pernyataan tertulis pada detikcom, Selasa (3/6/2008).

Maka, di sini ada pelibatan orang-orang NU yang menjadikan NU sebagai
pihak yang juga terlibat dalam bentrok fisik itu. "Ini tidak boleh
terjadi dan harus dicegah. Bentrok fisik sangat merugikan. Kita ingin
menyelesaikan masalah Monas, bukan memperluas masalah itu," tegasnya.

Hasyim menuturkan, semua keputusan PBNU yang menyangkut masalah akidah
(keyakinan beragama), menyangkut syariah (hukum agama), hanya bisa
dikeluarkan melalui rapat gabungan antara Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU.

"Maka, tidak boleh ada seorang pun yang mengambil alih porsi ini,
kemudian dia berwacana sendiri atas nama NU," ungkapnya.

Setelah peristiwa Monas banyak yang berwacana, menggiring GP Ansor,
menggiring Pagar Nusa, menggiring Lakpesdam NU. Menurutnya, tidak ada
hak apa pun untuk melakukan itu.

"Dan, saya ingatkan kepada yang bersangkutan supaya menghentikan
langkah-langkah, karena justru NU akan memberikan sanksi kepada siapa
pun yang melakukan provokasi, bukan kepada yang terprovokasi," ancam
Hasyim.

Hasyim menuturkan, memang ada personal di dalam NU yang berpikiran
liberal. Sementara, NU formal berpikiran moderat. Moderat, artinya,
baik kepada orang tapi tetap pada pendiriannya. Liberal, artinya,
mengikuti mindset orang lain, tapi kadang-kadang menjadikan tindakan
itu sebagai 'gol bunuh diri'. Dan, NU jangan diumpankan untuk
bentrok-bentrok fisik.

"PBNU menyerukan agar warga NU se-Indonesia tetap pada pos dan
kediamannya (tetap tenang dan tidak terprovokasi) masing-masing.
Masalah yang berkaitan dengan Monas akan diselesaikan sendiri oleh
PBNU tanpa melibatkan bentrok fisik," demikian Hasyim Muzadi. ( nrl /
asy ) 

http://www.detiknews.com/indexfr.php?url=http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/06/tgl/03/time/152253/idnews/949724/idkanal/10

Kirim email ke