Kesaksian Tragedi Monas
1 Juni 2008
 
Sesuai dengan rencana, hari minggu pukul 13.00, Aliansi
Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) berkumpul di tugu
Monumen Nasioonal (Monas), Jakarta Pusat. Tapi memang baru 200-an orang sudah
berkumpul. Sebagian besar dari mereka adalah kaum perempuan dan anak-anaknya. 
 
Saya, Khamami Zada Serta anaknya, Maman, Abah, dan 28
Lakpesdam Society sudah duduk-duduk mendengarkan orasi-orasi mukaddimah dari
Saidiman (aktifis JIL). Saya melihat Imdadun Rahmat (Aktifis NU, ICRP, MARI,
dan Redaktur Jurnal Tashwirul Afkar, PP Lakpedam NU) kawan-kawan sedang
menyiapkan alat musik di samping mobil pick up yang membawa seperangkap sound
system.
 
Lima belas menit setelahnya, saya melihat sekawanan berjumlah 300-an orang,
berseragam putih-putih, dan membawa bendera FPI. Mereka berlari-lari serentak
dari belakang, berputar dan mengepung kami dengan cepat, sambil
mengacung-ngacungkan bambu dan kayu sebesar lengan orang dewasa. 
 
”Allahu akbar!
Allahu akbar! Allahu akbar! Bubar kalian orang kafir! Bubar kalian orang kafir!
Bubar!” Begitu teriak orang berseragam sambil memulai mengayun-ayunkan kayu
secara membabi-buta. Para perempuan dan anak-anak berteriak histeris sambil
menyelamatkan diri. Mereka berusaha melompat pagar kawat pembatas taman tugu
Monas. Sisi-sisi lain dikepung FPI.
 
FPI semakin keras
menyerang.
 
Saya melihat
Khamami Zada yang menggendong anaknya berlari ke belakang. Saya melangkah ke
depan, tapi saya kemudian berbalik arah dan lari ke arah stasiun Gambir. Tapi 
lari
saya tertahan, karena tas saya ditarik-tarik oleh lak-laki gempal berjaket
hitam. Dia memaksa saya
membuka tas. Saya menolak. Dia terus memaksa saya. Akhirnya saya berikan tas
kecil berisi sebuah blok note, dompet, buku kartun karya Benny & Mice, dan
Sakramen Politik. Setelah puas menggeledah, dia mengusir saya, meminta saya
menjauhi Monas.
 
Saya
berlari kecil menjauhi Monas, tapi saya balik ke belakang lagi karena melihat
Jajang C. Noor (seniman senior) berdiri sendiri dalam keadaan panik. Saya 
langsung menarik tangannya menjauhi
sekawanan berseragam putih yang masih membabi buta mengayun-ngayunkan kayu-kayu.
 
Dengan rasa galau
bercampur emosi, saya hanya melihat aksi terorganisir FPI memhantam apa saja
yang diduga bagian dari AKKBB. Asap mulai mengepul dari mobil yang membawa
sound system. Belum lama saya berdiri, saya melihat Imdadun Rahmat (aktifis NU,
MARI, ICRP, dan redaktur Jurnal Tashwirul Afkar, PP Lakpesdam NU) berlari 
bersama
dua orang anaknya menghindari amukan FPI. Di kepalanya mengucur darah. Tapi saya
melihat 5 orang masih mengejar dan berusaha menggemugi dengan bambu. 5 orang
kembali ke massanya setelah Imdad berteriak-teriak, ”Saya Imdadun Rahmat. Saya 
NU!”


      

[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke