KALAU INI BENAR ADANYA, KAMI DOAKAN SEMOGA PIHAK YG TERLIBAT DLM PEMBANGUNAN SKENARIO INI "DIKUTUK" OLEH YG MAHA KUASA, SIAPAPUN MEREKA, SIAPA PUN ANDA SEMOGA KUTUKAN ITU TERJADI PADA ANDA-ANDA SEMUA. MEREKA BENAR2 "AKTIVIS BUSUK". KAWAN2...INFO INI PERLU DISHARE KE KAWAN2 BANSER ANSOR DI SELURUH INDONESIA, AGAR MEREKA BUKAN SAJA MENCARI MUNARMAN, TAPI JUGA MENCARI ORG2 YG TERLIBAT DLM SKENARIO INI, SETELAH BANSER ANSOR MENDAPATKAN MEREKA--TERSERAH MAU DIAPAKAN. ATAU JIKA PERLU, MUNGKIN PENTEING MENGGALANG KEKUATAN BERSAMA SELURUH ELEMEN UNTUK MENYERUKAN BUKAN SAJA FPI YG PERLU DIBUBARKAN JIL PUN PERLU DIBUBARKAN---JIKA MEMANG INFORMASI DIBAWAH INI BENAR ADANYA/FAKTUAL.
PASUKAN LAPAR MAKASSAR-SULSEL ----- Original Message ----- From: "MERDEKA" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]> Cc: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Thursday, June 05, 2008 10:01 PM Subject: [cumakita] Skenario Monas di hari Minggu .. !!? > Skenario Monas di hari Minggu .. !!? > > . > >> Kutipan dari Email saya pribadi .. > > > > bismillahi rahman ni rahim. > > izinkan saya menyampaikan keterangan mengenai kejadian monas. > saya mendapatkan tulisan ini dari thread yg terdapat pada website kaskus. > mohon maaf jika tidak berkenan. > > Untuk menyakinkan tulisan ini, saya perlu memperkenalkan diri dulu,nama > Saya > adalah Nong Darol Mahmada, saya salah seorang aktivis Jaringan Islam > Liberal > dan saya aktif di JIL sejak berdirinya JIL. Dalam kesempatan sekarang > izinkan saya memberikan kesaksian kepada kawan-kawan sebangsa dan setanah > air melalui milis ini kejadian sebenarnya dibalik kejadian yang terjadi di > Monas pada tanggal 1 Juni yang lalu. > > Perlu kawan-kawan ketahui bersama bahwa aksi ini merupakan aksi yang telah > di skenariokan oleh pihak pemerintah untuk mengalihkan isu BBM yang sedang > marak ditengah masyarakat. Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan > Beryakinan (AKK BB) hanya dijadikan kedok saja untuk mencegah agar ajaran > Ahmadiyah tidak dibubarkan. Setelah presiden SBY menaikan harga BBM, > kalangan kontributor JIL Goenawan Mohammad, Hamid Basyaib, Rizal > Mallarangeng, Denny JA, Nasaruddin Umar melakukan pertemuan secara > diam-diam > di kediaman SBY di Cikeas, Bogor. Hal ini mereka bisa akses langsung > kedalam > berkat orang dalam yaitu Andi Malarangeng yang notabene kakak kandung dari > Rizal Mallarangeng. > > Dalam pertemuan ini membahas isu yang berkembang di tengah masyarakat > mengenai aksi demo-demo yang dilakukan adek-adek mahasiswa. Lalu SBY selaku > presiden dan kepala pemerintah meminta kalangan JIL mengalihkan isu yang > sedang berkembang di masyarakat dengan isu lain. Rizal M, yang merupakan > pemuda JIL yang cerdas memberikan usul bagaimana isu kenaikan BBM yang > sekarang ini diupayakan diganti dengan isu membubarkan Front Pembela Islam > (FPI) dengan mengangkat isu pembubaran ajaran Ahmadiyah. Karena selama ini > JIL selalu mendapatkan perlakuan keras dari FPI. > > Lalu setelah mendapatkan 'restu' dari presiden Goenawan Mohammad, Hamid > Basyaib dan Rizal Mallarangeng datang ke markas JIL di Jl. Utan Kayu No. 68 > H Utan Kayu. Di Kedai Tempo mereka membahas bagaimana membuat skenario agar > anggota FPI bisa melakukan tindakan anarkis dan perusakan yang membuat > masyarakat tidak simpati lagi dengan FPI. Lalu setelah melakukan diskusi > selama 3 jam, ketiga kontributor JIL itu akhirnya berhasil membuat skenario > yang bagus, dengan memanfaatkan momentum kelahiran Pancasila pada tanggal 1 > Juni, mereka akan membuat semacam aksi simpatik (damai) dalam kebebasan > beragama dan > berkeyakinan. Aksi ini dilakukan di Monas, yang mana para peserta yang > hadir > sudah disetting sedemikian rupa agar anggota FPI turut datang dan > membubarkan asyik tersebut. Mereka sangat paham betul, bahwa massa FPI > sangat mudah sekali untuk dipancing agar melakukan kekerasan dan > pengerusakan. > > Setelah membuat skenario tersebut lalu Goenawan Mohammad, menghubungi SBY > melalui ponselnya, setelah mendengar penjelasan dari Goenawan Mohammad > secara terperinci, akhirnya presiden menyetujui aksi tersebut dan akan > mentrasferkan dananya sebesar 10 miliard rupiah untuk melancarkan aksi > tersebut. > > Malam sebelum kejadian, beberapa pentolan JIL berkumpul di markas JIL, > termasuk saya sendiri. Waktu itu yang hadir sangat ramai sekali dan sedang > membahas persiapan untuk aksi besok pagi. Dari beberapa kawan-kawan yang > diberikan tugas juga sudah selesai menjalankan tugasnya seperti mengundang > kalangan pers media cetak dan media elektronik untuk hadir di acara > tersebut. Orang-orang Ahmadiyah pun bersedia mengerahkan beberapa massanya > untuk menghadiri aksi damai besok. Begitu juga dengan FPI, sudah dikontak > melalui SMS membuat isu kalau besok jamaah Ahmadiyah, akan menggelar aksi > damai di silang damai. Saya tidak tahu bagaimana persiapan dari FPI untuk > merespon isue tersebut, tetapi nyatanya besok pagi ketika aksi damai itu > sedang berlangsung dengan membawa nama AKKBB FPI datang dengan belasan truk > dan ratusan anggotanya melakukan pemukulan kepada anggota aksi tersebut. > Yang akhirnya terjadi aksi kekerasan tersebut. Hal ini yang diketahui > dikalangan anggota FPI adalah aksi tersebut adalah aksi yang dilakukan umat > Ahmadiyah sehingga secara kasar dan memaksa membubarkan aksi tersebut. Dari > pemaparan dalam tulisan saya disini harus kawan-kawan milis ketahui bahwa, > 1. Bahwa aksi kekerasan yang terjadi di Monas itu merupakan suatu skenario > yang dilakukan pemerintah dan pihak JIL untuk mengalihkan isu BBM. > 2. Aksi yang terjadi di Monas itu, JIL ingin FPI dibubarkan karena selama > ini FPI merupakan yang menjadi sandungan kalau JIL melakukan aksi. > 3. Dari jamaah Ahmadiyah dengan aksi ini, diharapkan mendapatkan simpati > dari masyarakat Indonesia agar organisasi ini tidak jadi dibubarkan. > 4. Kalangan petinggi JIL telah sekian kalinya, mendapatkan keuntungan untuk > memanfaatkan situasi dan kondisi yang ada. > > Demikian tulisan ini saya buat dengan sebenarnya, karena hal ini yang > membuat saya selalu merasa bersalah dan berdosa telah bersama-sama dengan > kawan-kawan JIL melakukan pemutaran balikan fakta. Saya harap kawan-kawan > setanah air dan sebangsa mau menyebarkan email kekawan-kawan sekalian. > Terima kasih. > > Salam > > Nong Darol Mahmada > [EMAIL PROTECTED] id > http://www.kaskus.us/showthread.php?t=89...<http://www.kaskus.us/showthread. php?t=893851> > > Membongkar Jaringan AKKBB (Bag.1) > Selasa, 3 Jun 08 19:03 WIB > > Kirim teman > Nama Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) > menjadi buah bibir setelah peristiwa rusuh di silang Monas pada hari ahad > siang, 1 Juni 2008. Sebelumnya, aliansi ini sering kali diidentikan dengan > gerakan pembelaan terhadap kelompok sesat Ahmadiyah, sebuah kelompok yang > mengaku bagian dari Islam namun memiliki kitab suci Tadzkirah—bukan > al-Qur'an—dan Rasul Mirza Ghulam Ahmad, bukan Rasulullah Muhammad SAW. > > Jika menilik perjalanan historis dan ideologi kelompok sesat Ahmadiyah > dengan AKKBB, maka akan bisa ditemukan benang merahnya, yakni permusuhan > terhadap syariat Islam, pertemanan dengan kalangan Zionis, mengedepankan > berbaik sangka terhadap non-Muslim dan mendahulukan kecurigaan terhadap > kaum > Muslimin. > > Ketika Ahmadiyah lahir di India, Mirza Ghulam Ahmad mengeluarkan seruan > agar > umat Islam India taat dan tsiqah kepada penjajah Inggris, dan mengharamkan > jihad melawan Inggris. Padahal saat itu, banyak sekali perwira-perwira > tentara Inggris, para penentu kebijakannya, terdiri dari orang-orang Yahudi > Inggris seperti Jenderal Allenby dan sebagainya. Dengan kata lain, seruan > Ghulam Ahmad dini sesungguhnya mengusung kepentingan kaum Yahudi Inggris. > > Bagaimana dengan AKKBB? Aliansi cair ini terdiri dari banyak organisasi, > lembaga swadaya masyarakat, dan juga kelompok-kelompok "keagamaan", > termasuk > kelompok sesat Ahmadiyah. Mereka yang tergabung dalam AKKBB adalah: > > Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) > National Integration Movement (IIM) > The Wahid Institute > Kontras > LBH Jakarta > Jaingan Islam Kampus (JIK) > Jaringan Islam Liberal (JIL) > Lembaga Studi Agama dan Filsafat (LSAF) > Generasi Muda Antar Iman (GMAI) > Institut Dian/Interfidei > Masyarakat Dialog Antar Agama > Komunitas Jatimulya > eLSAM > Lakpesdam NU > YLBHI > Aliansi Nasional Bhineka Tunggal Ika > Lembaga Kajian Agama dan Jender > Pusaka Padang > Yayasan Tunas Muda Indonesia > Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) > Crisis Center GKI > Persekutuan Gereja-gereeja Indonesia (PGI) > Forum Mahasiswa Ciputat (Formaci) > Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) > Gerakan Ahmadiyah Indonesia > Tim Pembela Kebebasan Beragama > El Ai Em Ambon > Fatayat NU > Yayasan Ahimsa (YA) Jakarta > Gedong Gandhi Ashram (GGA) Bali > Koalisi Perempuan Indonesia > Dinamika Edukasi Dasar (DED) Yogya > Forum Persaudaraan antar Umat Beriman Yogyakarta > Forum Suara Hati Kebersamaan Bangsa (FSHKB) Solo > SHEEP Yogyakarta Indonesia > Forum Lintas Agama Jawa Timur Surabaya > Lembaga Kajian Agama dan Sosial Surabaya > LSM Adriani Poso > PRKP Poso > Komunitas Gereja Damai > Komunitas Gereja Sukapura > GAKTANA > Wahana Kebangsaan > Yayasan Tifa > Komunitas Penghayat > Forum Mahasiswa Syariahse-Indonesia NTB > Relawan untuk Demokrasi dan Hak Asasi Manusia (REDHAM) Lombok > Forum Komunikasi Lintas Agama Gorontalo > Crisis Center SAG Manado > LK3 Banjarmasin > Forum Dialog Antar Kita (FORLOG-Antar Kita) Sulsel Makassar > Jaringan Antar Iman se-Sulawesi > Forum Dialog Kalimantan Selatan (FORLOG Kalsel) Banjarmasin > PERCIK Salatiga > Sumatera Cultural Institut Medan > Muslim Institut Medan > PUSHAM UII Yogyakarta > Swabine Yasmine Flores-Ende > Komunitas Peradaban Aceh > Yayasan Jurnal Perempuan > AJI Damai Yogyakarta > Ashram Gandhi Puri Bali > Gerakan Nurani Ibu > Rumah Indonesia > Menurut data yang ada, AKKBB merupakan aliansi cair dari 64 organisasi, > kelompok, dan lembaga swadaya masyarakat. Banyak, memang. Tapi kebanyakan > merupakan organisasi 'ladang tadah hujan' yang bersifat insidental dan > aktivitasnya tergantung ada 'curah hujan' atau tidak. Maksudnya, kelompok > atau organisasi yang hanya dimaksudkan untuk menampung donasi dari sponsor > asing, dan hanya bergerak jika ada dana keras yang tersedia. > > Namun ada beberapa yang memang memiliki ideologi yang jelas dan bergerak di > akar rumput. Walau demikian, yang terkenal hanya ada beberapa dan inilah > yang menjadi motor penggerak utama dari aliansi besar ini. > > Keseluruhan organisasi dan kelompok ini sebenarnya bisa disatukan dalam > satu > kata, yakni: Amerika. Kita tentu paham, Amerika adalah gudang dari > isme-isme > yang "aneh-aneh" seperti gerakan liberal, gerakan feminisme, HAM, > Demokrasi, > dan sebagainya. Ini tentu dalam tataran ide atau Das Sollen kata orang > Jerman. > > Namun dalam tataran faktual, yang terjadi di lapangan ternyata sebaliknya. > Kalangan intelektual dunia paham bahwa negara yang paling anti demokrasi di > dunia adalah Amerika, negara yang paling banyak melanggar HAM adalah > Amerika, negara yang merestui pasangan gay dan lesbian menikah (di gereja > pula!) atas nama liberalisme adalah Amerika, dan sebagainya. Dan kita tentu > juga paham, ada satu istilah yang bisa menghimpun semua kebobrokkan Amerika > sekarang ini: ZIONISME. > > Bukan kebetulan jika banyak tokoh-tokoh AKKBB merupakan orang-orang yang > merelakan dirinya menjadi pelayan kepentingan Zionisme Internasional. Sebut > saja Abdurrahman Wahid, ikon Ghoyim Zionis Indonesia. Lalu ada Ulil Abshar > Abdala dan kawan-kawannya di JIL, lalu Goenawan Muhammad yang pada tahun > 2006 menerima penghargaan Dan David Prize dan uang kontan senilai US$ 250, > 000 di Tel Aviv (source: indolink.com), dan sejenisnya. Tidak terhitung > berapa banyak anggota AKKBB yang telah mengunjungi Israel sambil menghujat > gerakan Islam Indonesia di depan orang-orang Ziuonis Yahudi di sana. > > Mereka ini memang bergerak dengan mengusung wacana demokrasi, HAM, anti > kekerasan, pluralitas, keberagaman, dan sebagainya. Sesuatu yang absurd > sesungguhnya karena donatur utama mereka, Amerika, terang-terangan > menginjak-injak prinsip-prinsip ini di berbagai belahan dunia seperti di > Palestina, Irak, Afghanistan, dan sebagainya. > > Jelas, bukan sesuatu yang aneh jika kelompok seperti ini membela Ahmadiyah. > Karena Ahmadiyah memang bagian dari mereka, bagian dari upaya pengrusakkan > dan penghancuran agama Allah di muka bumi ini. > > Bagi yang ingin mengetahui ideologi aliansi ini maka silakan mengklik > situs-situs kelompok mereka seperti libforall.com, Islamlib.com. dan > lainnya. > > Walau demikian, tidak semua simpatisan maupun anggota AKKBB yang sebenarnya > menyadari 'The Hidden Agenda' di balik AKKBB, karena agenda besar ini hanya > diketahui oleh pucuk-pucuk pimpinan aliansi ini, sedangkan simpatisan > maupun > anggota di tingkat akar rumput kebanyakan hanya terikat secara emosionil > kepada pimpinannya dan tidak berdasarkan pemahaman dan ilmu yang > cukup.(bersambung/rz) > Berita Terkait > Tembok Pemisah di Palestina Dua Kali Tinggi Tembok Berlin > Mulai April 2008, Stasiun Teve Al-Manar Sudah Mengudara di Indonesia > Dur dan Duka Palestina > Ayat-Ayat Hitam Talmud > Mengapa Zionis-Israel Ngotot Hancurkan Masjid Al-Aqsha? > Terkait lainnya > Berita Sebelumnya > BBM Dinaikkan Agar Pemain Asing Masuk > Inilah Jadwal dan Nama Anggota DPR yang ke Argentina > Dur dan Duka Palestina > Arsip > > > > > > - 20 jam lalu > > Penyesatan Opini adalah Kezaliman" > Ummat Islam Indonesia sejak dulu sangat menghargai kebebasan beragama. > Tetapi, sejak berdirinya negara ini, sudah disadari, bahwa kebebasan > beragama, bukan berarti kebebasan untuk merusak atau menodai agama. Karena > itu masalah penodaan agama diatur dalam KUHP dan UU No. l/PNPS/1968. > Demikian siaran pers Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) yang diterima > Sabili, Selasa (3/6). > > Dewan Dakwah menegaskan, Dalam kasus Ahmadiyah, ummat Islam telah > menggunakan jalur hukum dan peraturan yang berlaku di Indonesia. Jadi, > tindakan Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan > (AKKBB) yang terus menerus memprovokasi ummat Islam dalam kasus Ahmadiyah > jelas-jelas telah menodai ajaran Islam. Dus, tidak menghormati keyakinan > ummat Islam dalam menjalankan agamanya. > > "Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia sebagai lembaga da'wah, tidak menyetujui > segala bentuk provokasi yang dapat menimbulkan aksi-aksi kekerasan yang > dapat melahirkan korban," tegas Syuhada Bahri yang meneken siaran pers itu. > > Menurut Syuhada setelah selama dua hari mencermati perkembangan Peristiwa > Monas 1 Juni 2008, pihaknya menilai, telah terjadi upaya manipulasi > pembentukan opini publik yang sangat sistematis yang dilakukan Kelompok > Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB). > > "AKKBB membuat opini bahwa aksi mereka adalah aksi damai dan tidak ada > kaitannya dengan Ahmadiyah. Pernyataan AKKBB tersebut tidak benar," > tegasnya. > > Penilaian itu berdasarkan fakta, pada 26 Mei, AKKBB membuat iklan > besar-besaran di berbagai media massa nasional, yang secara tegas > menyebutkan bahwa aksi tanggal 1 Juni memang dilakukan untuk memberikan > dukungan terhadap Ahmadiyah. > > Selama ini, AKKBB adalah kelompok yang sangat aktif dalam mendukung > kelompok > Ahmadiyah dan berbagai aliran sesat dalam Islam, dengan mengatasnamakan > Kebebasan Beragama. "Mereka telah memanipulasi slogan tersebut untuk > tindakan-tindakan yang jelas-jelas merusak Islam," ungkap Syuhada. > > Apalagi, sejumlah media elektroiuk berulangkali menayangkan gambar > penyerangan terhadap massa AKKBB tanpa menampilkan awal mula peristiwa > tersebut terjadi. Sehingga hal ini memberikan kesan bahwa kasus Monas > terjadi karena penyerangan murni, tanpa ada sebab-aebabnya. > > "Padahal dari tayangan video yang diperlihatkan FPI tampak jelas bahwa > massa > Laskar Islam memang telah diprovokasi sebelumnya oleh AKKBB," jelas > Syuhada. > > Fakta-fakta dibuat kabur dan semakin menjauhkan dari tuntutan umat Islam. > Seperti menggunakan momentum 1 Juni dan berlindung dibalik baju Pancasila > untuk memberikan dukungan terhadap kelompok Ahmadiyah. Padahal secara tegas > dinilai oleh ummat Islam sedunia dan pemerintah RI, Ahmadiyah sebagai > aliran > sesat. "Ini tindakan tidak bermoral dan menipu masyarakat," tegas Syuhada > Bahri dai yang sering keliling Indonesia itu. > > Karena itu Syuhada Bahri sebagai Ketua Umum DDII, Menghimbau kepada para > tokoh dan pemimpin masyarakat—khususnya para pemimpin ummat Islam— agar > tidak mudah terpancing oleh pemberitaan. Apalagi pemberitaan yang > jelas-jelas bertendensi untuk mengadu domba antar masyarakat. Pemberitaan > yang menanamkan kebencian yang membabi buta terhadap kelompok tertentu, > tanpa mendalami akar permasalahannya lebih jauh. > > "Tidaklah etis dan bijak melihat satu masalah besar, hanya berdasarkan > tayangan film berdurasi satu menit atau dua menit. Penyesatan opini adalah > sebuah bentuk kezaliman yang pasti akan ada balasannya di dunia dan > akhirat," kata sudah mengingatkan. > > Dalam rilisnya, Syuhada Bahri juga menghimbau kepada para pejabat dan > khususnya aparat kepolisian RI agar tetap bersikap profesional, adil dan > tidak terprovokasi oleh opini para pendukung Ahmadiyah. Karena kerap > mencoba > mengalihkan persoalan pokok tentang keberadaan aluran sesat Ahmadiyah, > kepada masalah FPI semata-mata. > > Ummat Islam diperintahkan untuk berlaku adil dan menegakkan keadilan. > Semoga > Allah SWT aenantiasa memberikan kemampuan kepada kita semua untuk melihat > mana yang haq dan mana yang bathil. Meskipun yang bathil sering ditampilkan > sebagai hal yang menawan dan mempesona, Amin. > > > > Eman Mulyatman > -- Setiap Hari adalah Asyura setiap tempat adalah Karbala. Hadi Jatmiko www.stop-all.blogspot.com ------------------------------------ Mailis ini khusus dibuat untuk kepentingan komunikasi internal antarkomponen Walhi. Jika anda tidak berkenan silakan kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links ------------------------------------ ______________________________________________________________________ http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah. ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
