Satu kata BUBARKAN FPI !

 

Siaran Pers dan Kronologi Jurnal Perempuan

1 Juni 2008

Oknum Pendemo FPI Bertanggungjawab atas Penganiayaan terhadap Manajer
Program Jurnal Perempuan

Pada hari Minggu 1 Juni 2008, pukul 13.30 Jurnal Perempuan
berpartisipasi
dalam Aksi Solidaritas yang digelar oleh Aliansi Kebangsaan untuk
Kebebasan
Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB). Kami berkeyakinan bahwa setiap
warganegara wajib mendapatkan hak kebebasan beragama dan berkeyakinan
dalam
kondisi apapun juga, juga penghormatan atau toleransi dari kelompok
beragama
lainnya. Salah satu bentuk komunitas agama yang juga mengalami kekerasan
dan
berpartisipasi dalam aksi adalah para Ibu dan anak dari kelompok
Ahmadiyah.

Sayangnya, persiapan dari massa AKKBB, di depan tugu Monas, dihentikan
dan
diserang oleh barisan oknum pendemo Forum Pembela Islam atau FPI dan
ormas
yang bergabung dalam demo tersebut, yang bersenjata bambu dan besi
panjang
hitam. Akibat dari serangan, kekerasan, pemukulan dan penganiayaan, 20
orang
lebih dari massa AKKBB terluka cukup parah, ringan dan bahkan Manajer
Program Jurnal Perempuan, Mohammad Guntur Romli harus dioperasi atas
luka-luka pemukulan yang dialaminya.

Dengan ini, kami Jurnal Perempuan merasa perlu menuntut pada *pihak
keamanan, kepolisian dan berwenang* lainnya untuk menuntaskan masalah
pidana
ini segera, menangkap dan menghakimi para pelakunya sampai pengadilan.
Jurnal Perempuan juga merasa perlu adanya investigasi pelanggaran hak
sipil-politik terhadap tim AKKBB yang sedang beraksi damai di Monas,
tetapi
pada kenyataannya dibubarkan paksa dan bahkan diserang penuh kekerasan
oleh
pihak FPI dan kawan-kawannya. Jurnal Perempuan juga mengajak kita semua,
masyarakat Indonesia untuk jangan berdiam diri melihat kekerasan dan
bentuk
aksi penganiayaan seperti ini yang melemahkan proses demokrasi kita.

Jurnal Perempuan juga menuntut kepada FPI:

1. Menghentikan semua kekerasan dalam segala bentuk kepada organisasi
apapun kepada semua kelompok agama apapun di Indonesia, termasuk
Ahmadiyah.
2. Mempertanggungjawabkan semua kekerasan dan penganiayaan yang telah
menimpa rekan kami, Manajer Program Jurnal Perempuan, Mohammad Guntur
Romli
yang sudah menderita luka cukup berat dan harus dioperasi karena
serangan
ini. Tuntutan ini mencakup baik perbaikan secara fisik, moril maupun
sosial.

3. Menuntut agar pimpinan tertinggi FPI dan organisasi terkait dalam
demo
tersebut, meminta maaf terhadap publik dan Jurnal Perempuan atas insiden
penganiayaan ini.
4. Memperbaiki hubungan baik antara FPI atau organisasi terkait dengan
pihak AKKBB, dengan mengakui hak dasar manusia para anggota AKKBB,
termasuk
hak menyatakan pendapat, demo damai dan berbicara di ruang publik.
5. Menuntut FPI juga meminta maaf dan bertanggung jawab pada pihak
korban
lain-lainnya yang juga menjadi korban kekerasan dan penganiayaan yang
terjadi, terutama pada korban Ibu dan anak yang juga terkena dampak
kekerasan, mengalami ketakutan, diintimidasi dan bahkan trauma karena
kasus
penyerangan ini.

Apabila ini semua tidak dipenuhi dalam waktu dekat, kami menuntut agar
FPI
dibubarkan, karena sudah tidak berperikemanusiaan dan menyalahi
ajaran-ajaran agama yang kaidahnya mengajarkan kedamaian, toleransi dan
hak
azasi manusia tinggi.

Hormat kami,

Tim Jurnal Perempuan

Jl. Tebet Barat VIII No 27

Jakarta Selatan

Telp: 021- 8370 2005

HP 0815-19002185

E-mail:

[EMAIL PROTECTED] <mailto:mariana%40jurnalperempuan.com> ,
[EMAIL PROTECTED] <mailto:olin%40jurnalperempuan.com> 

KRONOLOGIS PENYERANGAN DAN PENGANIAYAAN FPI TERHADAP ANGGOTA JURNAL
PEREMPUAN YANG IKUT DALAM ALIANSI KEBANGSAAN UNTUK KEBEBASAN BERAGAMA

13.00 Tim Jurnal Perempuan standby dan tiba di gerbang Gambir dekat
pintu
masuk Monas

13.20 Bergabung bersama tim AKKKB, berjalan perlahan menuju ke lokasi
tengah Monas, tepat di depan Monas, ternyata sebagian anggota tim AKKBB
sedang check-sound dan mengatur barisan untuk memulai acara

13.30 Ketika Tim JP sudah bergabung, dari arah lain, gerombolan
orang-orang berjubah putih, memakai slayer/syal warna putih hijau
berlambang
pedang, memegang bambu runcing dan besi hitam panjang, mendatangi ke
arah
tim AKKBB yang sedang bersiap-siap , mengatur barisan dan hendak berdoa
dan
tidak bersenjata apapun juga. Di depan, terlihat beberapa ibu dari
Ahmadiyah
dan anak remaja bersama mereka.

13.40 Dalam sekejab, mereka menyerang barisan kami, berteriak
"Allahuakbar", "tangkap sekutu Gus Dur" dan lainnya, maju merangsek ke
barisan yang sudah dibatasi oleh tali, memukulkan bambu dan besi mereka
membabi buta ke arah kami, termasuk kepada tim JP yang ada di dalam
barisan.
Seluruh massa AKKKB berlarian menyelamatkan diri, kocar kacir panik dan
berusaha menyelamatkan diri. Tim Jurnal Perempuan terdiri dari Mariana
Amiruddin, Nur Azizah, Olin Monteiro dan Mohammad Guntur Romli
terpencar,
tetapi setelah itu bertemu kembali. Kami berusaha saling menjaga dan
bahkan
sempat berkomunikasi dengan Ezky, Jajang C. Noer dan Dyah Ayu Pasha yang
sangat menyayangkan penyerangan itu. Guntur tidak terlihat oleh karena
itu,
tim JP langsung mencari dan berkomunikasi melihat posisinya. Sementara
massa
membakar poster, merusak mobil sound-system, meneriaki kemarahan membabi
buta kepada orang yang lewat, bahkan berteriak mengancam pada perempuan.
Tim
JP sempat melihat mereka juga memukuli seorang bapak yang lewat tapi
bukan
tim Aksi kita. Nur Azizah berhasil merekam foto-foto sebagian dari
kejadian,
walaupun sempat diancam oleh anggota FPI dan sempat ditarik-tarik tas
ransel
yang sedang dipegangnya.

13.50 Guntur yang terpencar, ternyata berusaha menyelamatkan seorang
bapak yang memegang anak kecil dan berusaha kabur dari keroyokan massa.
Malangnya, Guntur juga ternyata ikut dikeroyok dan dipukuli menggunakan
bambu. Guntur sempat dibawa ambulans dengan 4 korban lainnya yang
terluka
cukup parah, tetapi turun untuk memantau situasi dan melihat teman
lainnya.
Darah mengucur dari dahi yang robek, hidung mengeluarkan darah terus dan
mata bengkak kehitaman.

14.00 Tim JP berhasil menemukan Guntur dekat kios wartel dan mengurusi
pendarahan yang masih terjadi. Di Kios, Guntur juga sempat dibantu para
Bapak penjual/pedagang kaki lima untuk menghentikan pendarahan. Kami
segera
mencari transportasi untuk mengurus luka-luka Guntur.

14.20 Dengan taksi Tim JP mengantar Guntur menuju RSPAD dekat Atrium
Senen.
Kami segera masuk ke UGD untuk mendapatkan perawatan.

17.00 Setelah administrasi, rontgen dan urusan dokter yang cukup lama,
Guntur masuk kamar operasi untuk melakukan operasi reposisi tulang
hidung
yang geser, pelipis yang retak dan robek 3 cm disekitar atas mata dan
dahi
kanan. Kondisinya stabil dan cukup membaik.

Kabar dari dokter perlu perawatan dua hari di Rumah Sakit.
Selasa diharapkan boleh

pulang.

19.0 WIB Kami juga mendengar kabar dua Bapak dari Ahmadiyah juga menjadi
korban penganiayaan dan dirawat di RSPAD yang sama dengan Guntur.

Kronologis oleh: Nur Azizah dan Olin Monteiro (tim Jurnal Perempuan)




 

________________________________

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of Muhammad Kholil Hamzah
Sent: Friday, June 06, 2008 6:45 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [kmnu2000] AKBB Sengaja Provokasi FPI

 

Mulai jelas nich, kalo ada info yang bs "ngimbangin" tolong di posting
lg kang. Eit, bukanya sy dukung kekerasan. Cm Biar kita gak "asal"
hujat.

On 6/5/08, Halimi Zuhdy <[EMAIL PROTECTED]
<mailto:imilah_zudn%40yahoo.com> > wrote:
> AKBB Sengaja Provokasi FPI
>
> Banyak
> pihak merasa heran mengapa aparat keamanan hanya menangkap aktivis
> Front Pembela Islam (FPI) berserta pimpinannya, Habib Rizieq,
sedangkan
> anggota Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan
> (AKKBB) tidak disentuh polisi. Padahal, fakta di lapangan menunjukkan
> jika aksi unjuk rasa yang dilakukan AKKBB tidak memiliki izin dari
> kepolisian, menyalahi rute yang dilaporkan, ada yang membawa senjata
> api, dan sengaja memancing rusuh.
>
> Ketua Umum Partai Kebangkitan Nasional Ulama
> (PKNU), Choirul Anam, kemarin menyatakan bahwa peristiwa Monas jangan
> didramatisasi dan diperluas menjadi konflik horizontal. Terkait kasus
> Monas, ujar Anam, kita harusnya jangan melihat satu sisi. Aksi AKKBB
> juga perlu dicermati.
> Menurut sumber-sumber di kepolisian Polda Metro
> Jaya, AKKBB dalam laporannya menyatakan akan berdemo di Bundaran HI
dan
> tidak ke Monas. Polisi juga melarang massa AKKBB untuk longmarch ke
> Monas karena di Monas sendiri sudah banyak acara aksi yang sama pada
> hari itu. Anatar lain acar peringatan Hari Pancasila yang diikuti
> ribuan anggota dan simpatisan PDIP dan juga aksi demo anti kenaikan
BBM
> yang dilakukan berbagai elemen umat Islam.
>
> Namun entah kenapa, aksi AKKBB yang membawa-bawa
> anak kecil dan orangtua, bahkan banyak yang merupakan pendemo bayaran
> (dibayar Rp25 ribu perorang), dilanjutkan dengan aksi jalan ke Monas
> dan sengaja menuju lokasi di mana elemen umat Islam sedang melakukan
> aksi unjuk rasa. Polisi sudah mencegahnya tetapi para kordinator
> lapangan aksi AKKBB ngotot untuk mendekat ke lokasi yang menurut
polisi
> bisa menimbulkan insiden.
>
> Tiba di lokasi, sejumlah massa AKKBB membentangkan
> poster dan spanduk yang nadanya memprovokasi elemen umat Islam. Ada
> spanduk besar bertuliskan "Tolak SKB Ahmadiyah!", padahal menurut
klaim
> AKKBB hari itu mereka 'hanya' memperingati Hari Lahir Pancasila. Jelas
> ini provokasi.
>
> Menurut Anam, AKKBB menilai Ahmadiyah yang
> merupakan salah satu kelompok yang menjadi anggotanya tidak bebas
> menjalankan agama dan keyakinannya, maka itu SALAH BESAR. "Kasus
> Ahmadiyah bukan persoalan kebebasan beragama, melainkan penistaan
> terhadap salah satu agama, yakni Islam!" tags Anam.
> "Kalau Ahmadiyah itu kasusnya penodaan agama.
> Mereka mengaku Islam tetapi tidak mengakui Nabi Muhammad sebagai
> nabinya. Kalau maunya begitu ya jangan mengaku-ngaku sebagai Islam, "
> katanya sembari mengingatkan warga NU agar tidak terprovokasi
> pihak-pihak tertentu yang menunggangi dan memanfaatkan massa NU.
> "Jangan terpancing. Ansor jangan mau diprovokasi
> karena kita nanti justru menjadi tontonan. Serahkan saja pada yang
> berwajib, " kata penasihat Gerakan Pemuda Ansor Jatim tersebut.
> "Soal pembubaran FPI itu urusan pemerintah. Tapi
> saya ingin tegaskan bahwa Pemerintah juga harus menyelesaikan akar
> persoalan yang membuat organisasi semacam FPI muncul ke permukaan, "
> katanya. (rz)
>
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
> ------------------------------------
>
> __________________________________________________________
> http://www.numesir.org <http://www.numesir.org>  untuk informasi
tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan
> KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
> ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
> Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal
Anda
> harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke:
> [EMAIL PROTECTED]
<mailto:kmnu2000-unsubscribe%40yahoogroups.com> 
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>

 



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke