Taushiyah di NU Online

Sikap PBNU atas Insiden Monas 

AssalamuÂ’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sehubungan terjadinya insiden di Monas, Jakarta, yang
kemudian berbuntut pada tuntutan pembubaran Front
Pembela Islam (FPI) pimpinan Habib Rizieq, Pengurus
Besar Nahdlatul Ulama, dengan ini menginstruksikan
kepada seluruh jajaran kepenguruan NU di seluruh
Indonesia untuk:

1. Menahan diri dan tidak melibatkan diri dalam
konflik antara massa FPI dan kelompok Aliansi
Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan
(AKKBB) yang terjadi hari Minggu, 1 Juni 2008, karena
hal itu tidak ada kaitannya dengan NU sebagai
organisasi.

2. Waspada dan tidak terprovokasi oleh mereka yang
sengaja mengumpankan warga NU bentrok dengan massa
FPI, khususnya, dan warga masyarakat lain pada
umumnya. Penyelesaian terhadap kekerasan yang
dilakukan oleh anggota FPI kita serahkan kepada pihak
yang berwajib sesuai dengan ketentuan hukumyang
berlaku.

3. Mendekatkan diri kepada Allah SWT, memohon
pertolongan-Nya agar rakyatdan bangsa Indonesia
diselamatkan dari bahaya perpecahan dan diberikan
kemampuan untuk menyelesaikan persoalan bangsa dan
negaranya tanpa campur-tangan pihak lain.

4. Berkaitan dengan adanya anggota masyarakat warga NU
yang mempunyai sudut pandang berbeda tentang
Ahmadiyah, PBNU menegaskan bahwa ulama NU sudah
menetapkan bahwa Ahmadiyah adalah menyimpang dari
ajaran Islam. Masalah Ahmadiyah bukan soal kebebasan
beragama dan berkeyakinan, tapi soal penodaan ajaran
Islam. Kepada pemerintah, diharapkan untuk segera
mengambil langkah-langkah hukum untuk mencegah
timbulnya tindakan masyarakat yang anarkis.

Demikian instruksi PBNU untuk dilaksanakan sebagaimana
mestinya

Wallahhul muwafiq ila aqwamit thariq
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Jakarta,     29 Jumadil Awal 1429 H/4 Juni 2008 M

Rais Syuriyah: Prof Dr KH Chotibul Umam               

Ketua: Drs H Ahmad Bagdja        
Sekretaris Jenderal: Dr H Endang Turmudi, MA 



      

Kirim email ke