Tulisan ini telah saya posting ke milis:[EMAIL PROTECTED]
karena keterkaitannya.
Posting ini sekaligus sebagai undangan bagi kawan-kawan alumni
Futuhiyyah Mranggen untuk ikut meramaikan www.futuhiyyah.net dan
bergabung di milis internalnya, [EMAIL PROTECTED] 

================================================


Salaf, Salafi(yyah) dan Salafi(yyun)

Upaya Mengenal dan Memposisikan Diri dalam Maraknya Klaim Salafi – 
(kasus Futuhiyyah Essalafy Official Site)


Salaf

 Dalam bahasa Arab, kata salaf berarti yang telah lalu atau yang 
 telah lewat. Kata itu merujuk segala sesuatu yang telah lampau.

 Sebagai terma spesifik dalam kancah pemikiran, kata salaf merujuk 
 pada masa keemasan pemikiran dalam memahami dan menerapkan 
 sumber-sumber keagamaan secara murni sebelum munculnya sekte-sekte dan
aliran-aliran (madzahib), akibat dari meluasnya ekspansi, dan sebelum 
 masuknya filsafat-filsafat non-Islam ke dalam cara memahami para 
 pendahulu yang saleh (al-salaf al-shalih). Kata Salaf juga merujuk 
 pada segala amal baik yang telah dilakukan oleh manusia.

 Sementara dalam terma ekonomi kata salaf merujuk pada pinjaman
 finansial yang didasari rasa keikhlasan (pinjaman cuma-cuma), tanpa 
 diiringi pamrih apa pun yang bersifat keduniaan.

 Meskipun segala sesuatu yang telah lampau sah disebut sebagai salaf, 
 akan tetapi istilah salaf telah meluas dipahami sebagai terma yang 
 merujuk pada generasi pendiri agama yang mempraktekkan metode-metode
 ajaran Islam. Mereka adalah para sahabat Nabi yang telah 
 menerjemahkan semua ajaran yang ada dalam risalah wahyu Qur'ani ke 
 dalam praktek-praktek kehidupan tertentu, sesuai realita yang 
 dihadapi. Istilah salaf ini berlaku untuk semua sahabat secara 
 umum dan mutlak, lalu pada perkembangan selanjutnya istilah ini meluas 
 mencakup para generasi yang dalam kehidupannya menjalani praktek 
 keagamaan sesuai petunjuk dan ajaran para sahabat tersebut. Generasi 
 berikutnya ini biasa disebut dengan istilah tabiin dan tabiu tabiin.

 Jadi, dalam hal ini, salaf berarti setiap orang (dari 
 generasi-generasi di atas) yang jejak perilaku keagamaannya ditiru dan 
 dijadikan acuan. Pembatasan acuan pada tiga generasi di atas bisa 
 disimpulkan dari Sabda yang mengatakan, "khairu qarnin qarnii tsumma 
 alladzi yaliih, tsumma alladzi yaliih," dan hadits-hadits lainnya 
 yang senada dengan hal itu.

 Setelah generasi pertama, salaf (para sahabat Nabi), generasi kedua, 
 tabiin (para pengikut/murid Sahabat Nabi) dan generasi ketiga, 
 tabiu tabiin (para pengikut/murid dari Murid/Pengikut Sahabat 
 Nabi—dimana pada masa ini muncul imam-imam agung pendiri mazhab-mazhab 
 besar), generasi berikutnya adalah mereka yang biasa disebut dengan 
 istilah khalaf, yaitu yang hidup setelah masa tiga generasi pertama. 
 Setelah generasi khalaf datang generasi selanjutnya yang biasa disebut 
 dengan istilah generasi belakangan, mutaakhirin.

 Ungkapan yang mendukung bahwa salaf memiliki arti yang telah lalu 
 atau telah lewat diantaranya adalah:

 1.  Alqur'an, surat al-Baqarah : 275, "fa man jaa-ahu mau`idhatun
 min rabbihi fan-tahaa falahuu maa salaf."

 2.  Alqur'an, surat an-Nisaa' "wa laa tankihuu maa nakaha
 aabaa-ukum min an-nisaa'i illa maa qad salaf."

 3.  Hadits riwayat Fatimah dari Rasul, ".... ni`ma al-salafu ana
 laki"; Hadits riwayat Ibn Abbas yang menceritakan bahwa ketika
 Zainab (putri Rasulullah) meninggal, Rasulullah mengucapkan,
 "ilhaqii bi salafina al-shaalih al-khair, utsmaan ibna madh`uun."

 4.  Sementara ungkapan yang mendukung bahwa salaf dalam istilah
 ekonomi berarti pinjaman tanpa pamrih duniawi adalah Hadits Nabi
 yang diriwayatkan oleh Saib ibn Abi Saib, partner bisnis
 Rasulullah sebelum datangnya Islam, "ya saaib qad kunta ta`malu
 a`maalan fil jaahiliyyah laa tuqbalu minka, wa hiya al-yaum
 tuqbalu minka. kaana dzaa salafan wa shillatan."

*) diambil dan dikondisikan dari tulisan Dr. Muhammad Imarah dalam 
 al-Mausu`ah al-Islamiyyah al-`Ammah, terbitan Kementrian Wakaf, Majlis 
 A`la li al-Syuun al-Islamiyyah, Republik Arab Mesir.

 tulisan mendatang, insyaallah, tentang:

 *Salafiyyah*



Salam,

Shocheh Ha.. 









[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke