nah salut utnuk PPP yang bersikap bijak terhadap FPI. Semoga dengan pelbagai 
kasus yang melibatkan FPI ini, orang-orang FPI akan merubah metode dakwahnya. 
Apalagi sekarang ini, rakyat Indoensia terutama yang "awam" mugnkin 
semakin mangkel dengan orang-orang Islam yang suka ributtttttttttttttttt saja, 
anak-anak ingusan SMP/ SMA tawuran, pilkada tawuran, dan tawuran-tawuran 
lainnya. Padahal rakyat awam sekarang ini makan saja susah apalagi sekarang dan 
akan datang diperkirakan krisis pangan dan BBM dunia akan terus berlanjut. 
Padahal kalau perut lagi "kosong" apapun boleh dilakukan. Nah potensi "perut 
kosong" ini boleh akan meningkatkan kuantitas tawuran, kekerasan, perampokan, 
kesesatan dan lain-lain.
 
Gimana solusinya?????????????????? 

--- On Tue, 6/10/08, Mukhlisin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: Mukhlisin <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [kmnu2000] Suryadharma Ajak Habib Rizieq Ubah Metode Dakwah
To: [email protected]
Date: Tuesday, June 10, 2008, 8:07 PM






Kang Macan bagaimana tanggapan anda?

Salam,
Mukhlisin

Suryadharma Ajak Habib Rizieq Ubah Metode Dakwah
Selasa, 10 Juni 2008 17:51

Jakarta, /*NU Online*/
Ketua Umum DPP PPP, Suryadharma Ali, mengajak Ketua Front Pembela Islam 
(FPI) Habib Rizieq Shihab mengubah metode dakwah dari pendekatan yang 
cenderung menggunakan kekerasan menjadi kelembutan.

"PPP pada prinsipnya menolak segala bentuk kekerasan," kata Suryadharma 
setelah selaku Menteri Koperasi dan UKM menghadiri rapat paripurna DPR 
di Jakarta, Selasa.

Ajakan tersebut, kata Suryadharma, telah ia sampaikan saat menemui Habib 
Rizieq belum lama ini.

Ia mengkritik pemberitaan media massa atas peristiwa bentrokan massa FPI 
terhadap massa Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan 
Berkeyakinan (AKKBB) di Lapangan Monumen Nasional, Jakarta, Minggu (1/6).

Menurut Suryadharma, pemberitaan peristiwa itu lebih mengedepankan 
bentrokan daripada substansi persoalan mengapa peristiwa itu terjadi. 
"Tawurannya yang dibesar-besarkan, sementara pokok persoalannya justru 
dilupakan," katanya.

Menurut dia, pokok persoalan itu terletak pada ajaran Ahmadiyah yang 
dianggap telah menista agama Islam.

Mengenai Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama, Menteri Dalam 
Negeri, dan Jaksa Agung tentang peringatan dan perintah kepada penganut, 
anggota, dan/atau anggota pengurus jemaat Ahmadiyah Indonesa (JAI), 
Suryadharma enggan berkomentar dengan dalih belum mendapat salinan SKB itu.

"Dalam Islam kalau tidak dapat semua, separuhnya juga jangan dibuang," 
kata Suryadharma.

Sebelumnya PPP merupakan salah satu pihak yang turut mendesak pembubaran 
Ahmadiyah. (ant)

[Non-text portions of this message have been removed]

 














      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke