Begitu ya pa Kapolri? Sekarang sebagai orang awam, saya mau bertanya, dari mana kelompok berjubah itu dapat info, kalau rute berubah??? kalo polisi tahu perubahan rute, mengapa tidak langsung mengalihkan rute?? apakah itu bukan "pembiaran" namanya? so, mereka lantas langsung menyerang kepada aliansi kebanngsaan itu kok berani sekali, ya, apa mungkin mereka itu orang awam? hebatnya lagi, kelompok sorban ini juga sudah menyiapkan bukti2 tertulis, bantahan2, dan siap press release??? apakah secerdas dan secekatan itu mereka??? atau memang ada kelompok "penyiap" semua yang mereka lakukan itu? itukah yang disebut konspirasi??? seandainya, mereka meyebut diri sebagai muslim yang berakal sehat, mempunyai nurani, berbangsa, sabar dalam bertindak, suci aqidahnya, dan bertawakkal kepada Allah SWT, dapat secara sadar dan langsung melakukan pemukulan pada sesama orang Islam, orang Indonesia, apalagi ada anak-anak dan perempuannya ketika itu? apakah mereka itu tidak bisa bertanya dulu, berdialog, atau apalah yang tidak langsung memukul??? dari semua itu, wahai bapak kapolri, bisakah tindakan mereka itu disimpulkan bahwa semua-mua itu sudah didesain oleh orang/kelompok yang ahli atas semuanya itu???
aku hanyalah orang yang mengamati, mencoba berpikir dan bertindak sewajar mungkin... dan mencoba tidak menyalahkan "korban".he3.. m. el-mawa --- On Thu, 6/12/08, HarryMau <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: HarryMau <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [kmnu2000] Kepala Polri: AKKBB yang Cari Masalah To: [email protected] Date: Thursday, June 12, 2008, 4:39 AM http://www.kompas. com/read/ xml/2008/ 06/12/15370712/ kepala.polri. akkbb.yang. cari.masalah Assalamu`alaykum, JAKARTA, KAMIS - Insiden bentrokan antara mahasiswa Universitas Nasional (Unas) dan aparat kepolisian pada 24 Mei lalu menjadi salah satu hal yang ditanyakan anggota Komisi III DPR kepada Kapolri Jenderal (Pol) Sutanto yang berlangsung di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (12/6). Menurut Kapolri, jika saja Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) mengikuti rute yang sudah disepakati, maka insiden tersebut tidak akan terjadi. Rute yang seharusnya dilalui AKKBB, jelas dia, Gambir-Kedubes AS-Air Mancur-BI-Thamrin- HI. Di lokasi tersebut sudah ditempatkan sekitar 400 personel. "Rute-rute tersebut sudah diamankan, tapi AKKBB tidak menepati janji. Kalau menepati rute mereka, pasti tidak akan terjadi (bentrokan). Kalau polisi dibilang tidak siap, tidak tepat. Mereka (AKKBB) sendiri yang cari masalah," ujar Kapolri menjawab pertanyaan anggota Dewan. Pihak kepolisian sendiri menurunkan sekitar 10.000 hingga 14.000 orang. Sementara jumlah massa yang melakukan aksi 6.000 orang. Di sela-sela raker, kepada wartawan, Kapolri juga mengatakan agar masyarakat turut aktif mencegah terjadinya tindak kekerasan. "Kita harus menyikapi situasi dengan jernih dan arif. Jangan sampai terjadi tindakan kekerasan dan jatuh korban," kata dia. (ING) Wassalam, HarryMau "al Jaahilu laa Ya`lamu Rutbata Nafsih, Fakayfa Ya`rifu Rutbata Ghayrih?" [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]
